• Jelajahi

    Copyright © Langgam Pos
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Menu Bawah

    Iklan

    Bentrokan Kedua Grup Musik Tong-tong di Pembukaan Festival Dewi Cemara: Kekurangan Pengamanan Terungkap

    Sabtu, 04 November 2023, 14:48 WIB Last Updated 2023-11-16T07:49:03Z
    masukkan script iklan disini
    IKLAN

    Baca Juga


    Bentrokan Kedua Grup Musik Tong-tong di Pembukaan Festival Dewi Cemara: Kekurangan Pengamanan Terungkap

    Panggung seni budaya musik tong-tong di Sumenep, Jawa Timur, menjadi saksi ketegangan yang tak terduga saat pembukaan Festival Dewi Cemara berubah menjadi arena pertempuran antara dua grup musik tong-tong terkemuka. Kericuhan tersebut diduga dipicu oleh provokasi antar kedua kelompok seni tersebut, yang tampil bersamaan di hadapan ribuan peserta dari seluruh Kabupaten dan Kota di Jawa Timur.

    Dua grup musik tong-tong yang terlibat dalam insiden ini adalah Angin Ribut Pasongsongan Sumenep dan Gong Mania Guluk-guluk Sumenep. Bentrokan berlangsung dengan intensitas yang sangat tinggi, mencakup hujan batu dan bahkan lemparan benda-benda yang menyerupai bom molotov, seperti yang terlihat dalam rekaman video amatir yang dibagikan oleh warga yang menyaksikan kejadian tersebut.

    Sayangnya, penjagaan petugas kepolisian terlihat minim dalam mengendalikan situasi. Beberapa anggota Polres Sumenep yang berjaga di lokasi juga menjadi sasaran lemparan benda-benda keras dari kedua kelompok yang berselisih.

    Harianto, seorang perwakilan dari salah satu grup musik tong-tong, mengungkapkan bahwa dia telah mendeteksi potensi bentrokan sebelumnya dan berusaha berkoordinasi dengan panitia penyelenggara acara untuk menghentikan pertunjukan. Namun, panitia tidak dapat ditemukan di lokasi, sehingga upaya untuk mencegah konflik akhirnya gagal.

    "Saya mencari panitia penyelenggara, namun mereka tidak ada di tempat. Setelah akhirnya bertemu, saya berusaha untuk menghentikan acara, tetapi mereka tidak bersedia. Akhirnya, saya harus naik ke atas panggung dan memerintahkan kedua kelompok musik tong-tong untuk membubarkan diri. Sayangnya, bentrokan tidak dapat dihindari," ungkap Harianto.

    Selain kerugian materi yang diperkirakan mencapai puluhan juta rupiah, empat orang dari kelompok tersebut juga mengalami luka-luka parah. Konflik akhirnya mereda setelah Polres Sumenep mengirim ratusan personel untuk memisahkan kedua kelompok tersebut. Wakil Kepala Kepolisian Resor Sumenep, Kompol Arif Mahari, yang hadir di lokasi kejadian, menolak memberikan pernyataan kepada media dan hanya mengatakan bahwa pihak berwenang sedang melakukan penyelidikan atas insiden tersebut.

    Kejadian ini menjadi sorotan utama dan menunjukkan kekurangan pengamanan yang serius dalam menghadapi acara seni budaya yang diikuti oleh ribuan peserta. Pihak berwenang diharapkan untuk mengambil tindakan tegas guna memastikan bahwa insiden serupa tidak terulang di masa depan. (lp)
    Komentar

    Tampilkan

    Terkini

    Sastra

    +
    close