• Jelajahi

    Copyright © Langgam Pos
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Menu Bawah

    Iklan

    Kejenakaan Haji Agus Salim yang Menggelitik

    Sabtu, 18 November 2023, 10:12 WIB Last Updated 2023-12-07T12:29:14Z
    masukkan script iklan disini
    IKLAN

    Baca Juga

    Kejenakaan Haji Agus Salim yang Menggelitik



    Sosok Haji Agus Salim, dikenal luas sebagai seorang diplomat dan tokoh republik yang ciamik. Namun, di balik kebijaksanaannya, tersembunyi sisi keisengan yang membuatnya juga dikenal sebagai seorang humoris yang ulung.

    Selama menjadi anggota Volksraad (1921-1924) dan tinggal di Bogor, Haji Agus Salim (HAS) seringkali bepergian. Tidak hanya untuk menghadiri rapat, tetapi juga untuk bertemu dengan rakyat guna menyerap aspirasi mereka. Kepergiannya bisa membawanya ke tempat-tempat jauh, atau kadang hanya sebatas Batavia.

    "Patje (panggilan sayang keluarga HAS) selalu mengikuti kepentingannya sebagai anggota Dewan Rakyat," ungkap almarhum Bibsy Soenharjo alias Siti Asia.

    Suatu hari, HAS harus pergi ke Jakarta. Sambil berjalan-jalan, Matje (istri HAS) mengajak anak-anaknya untuk mengantarkan ayahnya ke Stasiun Bogor. Namun, sebuah kejadian lucu terjadi saat mereka tiba di rumah.

    Setelah merasa lelah, Matje langsung menuju kamar tidur. Namun, begitu memasuki kamar, terdengar teriakan kaget. Ternyata, seseorang telah berbaring di tempat tidur, menutupi tubuhnya dengan selimut. Setelah dibuka, "seseorang yang berselimut" itu ternyata adalah HAS. Dengan menggulung kejadian tersebut, HAS berhasil mengisengi Matje dan anak-anaknya.

    Kejenakaan lainnya terjadi saat HAS berbincang-bincang dengan adik perempuannya di luar kamar, tepat di belakang jendela. Dengan cerdiknya, HAS berdiri sambil bertopang dagu, menyimak dan ngobrol dengan adiknya. Saat adiknya mengajaknya masuk, HAS menjawab dengan candaan, "Terima kasih, saya tadi duduk di kursi yang basah, sedang berusaha mengeringkan celana. Sekarang celana saya sudah mulai mengering..."

    Dalam buku "100 Tahun Haji Agus Salim" karya George Mc. T. Kahin, seorang Guru Besar di Yale University, terdapat kisah lucu lainnya. Saat menjadi dosen tamu di universitas tersebut, HAS berhasil membuat para mahasiswa Yale terpukau. Bukan hanya karena pandangannya yang luas, tetapi juga karena bau khas rokok kretek yang dihisapnya.

    Bau kretek HAS menjadi "petunjuk" bagi mahasiswa-mahasiswa Yale untuk menemukan tempat kuliahnya. Karena kecerdikannya ini, HAS sering dipanggil oleh dunia pers sebagai "The Old Fox" (Srigala Tua).

    Namun, julukan ini memunculkan situasi lucu pada tahun 1946. Saat tentara Inggris mengadakan pesta perpisahan, toast tradisional Inggris "to the old folks at home" disalahartikan oleh orang Indonesia. Sebagai hasilnya, saat kata-kata itu disebutkan, orang-orang Indonesia menjawab dengan ramai-ramai: "Haji Agus Salim." HAS hanya tersenyum melihat kejadian itu.

    Kecerdikan HAS juga terlihat saat memberi nasehat kepada Buya Hamka di Mekah pada tahun 1927. HAS menyarankan agar Hamka tidak terlalu lama tinggal di tanah Arab, melainkan mengikuti jejak sang ayah yang menjadi ulama besar di Indonesia. HAS menyampaikan dengan humor, "Kalau engkau terbenam bertahun-tahun di Mekah, pulangnya kau hanya akan menjadi tukang baca doa di pesta kendurian…"

    Meskipun dikenal sebagai ulama yang mendalam, HAS tidak kehilangan sisi humorisnya. Saat ditanya mengenai tren busana "new look" gadis Amerika pada kunjungannya ke Amerika Serikat pada tahun 1947, HAS memberikan komentar kocak, "Rok-roknya memang bagus sekali, tetapi menurut pendapat saya, betis-betis di bawah rok-rok itu malahan yang lebih bagus…" disambut tawa yang riuh dari para pendengarnya.

    Dengan segala kelucuan dan kecerdasannya, Haji Agus Salim tetap dikenang sebagai seorang tokoh yang tidak hanya bijaksana, tetapi juga penuh dengan kejenakaan yang menggelitik hati. (nn)


    Komentar

    Tampilkan

    Terkini

    Sastra

    +
    close