• Jelajahi

    Copyright © Langgam Pos
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Menu Bawah

    Kisah Abu Dujanah yang Membuat Rasulullah Menangis

    Senin, 27 November 2023, Senin, November 27, 2023 WIB Last Updated 2023-12-07T12:28:29Z
    masukkan script iklan disini

    Baca Juga



    Di dalam sejarah kehidupan Rasulullah SAW, terdapat satu kisah sahabat yang begitu mengharukan hingga membuat Rasulullah sendiri menangis. Kisah ini tidak hanya menjadi pelajaran berharga tentang kesabaran dan keikhlasan, tetapi juga menjadi puncak kebijaksanaan Rasulullah dalam memandang tindakan para sahabatnya.

    Setiap hari setelah salat subuh berjamaah, sahabat Abu Dujanah selalu terlihat bergegas pulang tanpa mengikuti doa yang dipanjatkan oleh Rasulullah. Keheranan Rasulullah terhadap perilaku Abu Dujanah membuka pintu untuk sebuah kisah menggugah hati yang akan dikenang oleh umat Islam selamanya.

    Rasulullah dengan lembut menanyakan Abu Dujanah mengenai kebiasaannya yang agak tergesa-gesa setelah salat. Dengan penuh hormat, Abu Dujanah menjelaskan bahwa rumahnya berdekatan dengan rumah seorang kafir yang sangat kikir. Di halaman rumah kafir itu tumbuh pohon kurma yang dahan-dahannya menjuntai ke rumah Abu Dujanah. Setiap kali angin bertiup, buah kurma berjatuhan ke dalam halaman Abu Dujanah.

    Namun, kisah ini tidak sekadar tentang buah kurma yang berjatuhan, melainkan tentang kepedulian Abu Dujanah terhadap kehalalan rezekinya. Rumah Abu Dujanah adalah rumah tangga yang miskin, dan seringkali keluarganya harus merasakan rasa lapar yang menyiksa. Oleh karena itu, begitu selesai salat subuh, Abu Dujanah segera bergegas pulang untuk memungut buah kurma yang jatuh, dan dengan tulus hati mengembalikannya kepada pemiliknya.

    Keputusan Abu Dujanah untuk tidak rela keluarganya memakan makanan yang bukan haknya begitu menggetarkan. Suatu kali, Abu Dujanah menemukan anaknya sedang menikmati buah kurma yang terjatuh. Tanpa ragu, ia dengan penuh kasih meminta anaknya untuk memuntahkan kembali buah kurma tersebut. Tindakan ini tidak hanya mencerminkan kejujuran Abu Dujanah, tetapi juga ketegasannya dalam menjaga keluarganya dari perilaku haram.

    Kisah ini menciptakan kesan mendalam dalam hati Rasulullah. Kepekaan dan ketulusan Abu Dujanah dalam menjalani kehidupan sehari-hari dengan penuh integritas memberikan pelajaran yang tak ternilai harganya. Betapa besar tanggung jawab seorang ayah untuk menjaga kehormatan keluarganya, bahkan ketika kehidupan membawa cobaan dan keterbatasan ekonomi.

    Tidak hanya itu, Abu Dujanah juga menunjukkan keberanian dalam menjaga nilai-nilai moral dan etika Islam. Dia memilih jalan yang sulit demi memastikan bahwa setiap rezeki yang diterimanya adalah halal dan diraih dengan usaha yang jujur. Keberanian ini, tanpa diragukan lagi, memberikan pelajaran mendalam kepada umat Islam tentang pentingnya integritas dalam setiap aspek kehidupan.

    Mendengar kisah Abu Dujanah, Rasulullah SAW tergerak hatinya. Air mata beliau pun menetes sebagai bentuk penghormatan dan penghargaan terhadap kesabaran dan keikhlasan Abu Dujanah. Rasulullah tidak hanya membiarkan kisah ini menjadi pelajaran bagi Abu Dujanah saja, tetapi beliau juga menyadari bahwa kisah ini memiliki potensi untuk menginspirasi seluruh umat Islam.

    Sebagai tindak lanjut dari kesan yang mendalam, Rasulullah memutuskan untuk melakukan sesuatu yang tidak disangka oleh Abu Dujanah. Beliau memutuskan untuk membeli pohon kurma yang menjadi penyebab turunnya buah kurma ke dalam halaman Abu Dujanah. Langkah ini diambil sebagai bentuk penghargaan terhadap keikhlasan Abu Dujanah dalam menjalani kehidupan yang penuh ujian.

    Pembelian pohon kurma tersebut oleh Rasulullah bukan hanya sebuah tindakan kebaikan biasa, melainkan simbol dari cinta dan perhatian Rasulullah terhadap umatnya. Dalam tindakan sederhana ini, Rasulullah mengajarkan kepada umat Islam bahwa kebaikan dan keadilan harus diterapkan dalam segala aspek kehidupan, termasuk dalam ekonomi dan pemenuhan kebutuhan dasar.

    Pada akhirnya, pohon kurma yang kini menjadi milik Abu Dujanah dan keluarganya bukan hanya menjadi sumber makanan, tetapi juga menjadi lambang keberkahan dan kemurahan Allah. Keputusan Rasulullah untuk memberikan kesejahteraan kepada Abu Dujanah tidak hanya bersifat materi, melainkan juga bersifat spiritual dan moral. Rasulullah ingin menegaskan bahwa keberkahan hidup bukan hanya dilihat dari segi materi, tetapi juga dari integritas dan keberanian untuk menjalani kehidupan sesuai dengan ajaran Islam.

    Kisah Abu Dujanah menjadi tonggak berharga yang menyiratkan pesan moral dan spiritual yang mendalam. Keikhlasan, kejujuran, dan keberanian untuk menghadapi cobaan kehidupan adalah nilai-nilai yang harus dijunjung tinggi oleh setiap muslim. Rasulullah SAW dengan bijaksana mengajarkan bahwa keberhasilan dalam dunia dan akhirat tidak hanya terletak pada harta dan kekayaan, melainkan juga pada keikhlasan hati dan tindakan baik yang dilakukan untuk kepentingan umum.

    Kisah Abu Dujanah menciptakan inspirasi yang begitu kuat, menjadi cermin bagi setiap individu untuk merenungkan nilai-nilai dalam hidup. Keikhlasan dan kejujuran adalah bekal utama dalam mengarungi lika-liku kehidupan. Melalui kisah ini, Rasulullah mengajarkan bahwa setiap tindakan baik, sekecil apapun, memiliki dampak besar dalam pandangan Allah SWT.

    Sebagai umat Islam, mari kita ambil hikmah dari kisah Abu Dujanah ini. Mari kita jadikan keikhlasan, kejujuran, dan keberanian sebagai pilar utama dalam menjalani kehidupan sehari-hari. Dengan mempraktikkan nilai-nilai Islam dalam setiap aspek kehidupan, kita dapat menjadi teladan yang baik bagi lingkungan sekitar dan mewujudkan masyarakat yang berlandaskan keadilan dan kesejahteraan. (nh)
    Komentar

    Tampilkan

    Iklan

    Terkini

    close