• Jelajahi

    Copyright © Langgam Pos
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Menu Bawah

    Mengatasi Tantangan Terberat dalam Bisnis UMKM: Strategi Jitu agar Bisnismu Tidak Mengalami Kegagalan

    Minggu, 26 November 2023, Minggu, November 26, 2023 WIB Last Updated 2023-11-26T00:23:35Z
    masukkan script iklan disini

    Baca Juga

    Mengatasi Tantangan Terberat dalam Bisnis UMKM



    Bisnis UMKM (Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah) merupakan tulang punggung ekonomi di banyak negara, namun sayangnya, statistik menunjukkan bahwa setengah dari bisnis UMKM mengalami kegagalan dalam lima tahun pertama. Berdasarkan riset CB Insight, salah satu faktor utama kegagalan tersebut adalah persaingan dagang, yang menyumbang sebanyak 19% dari total bisnis yang gagal. Dalam artikel ini, kita akan membahas empat tantangan terberat yang dihadapi oleh bisnis UMKM dan strategi jitu untuk mengatasi mereka.

    1. Persaingan Dagang yang Ketat

    Persaingan dagang menjadi tantangan utama bagi banyak bisnis UMKM. Namun, penting untuk memahami bahwa persaingan bukan hanya seputar harga. Seiring berjalannya waktu, persaingan semakin ketat, dan tidak semua bisnis mampu bertahan. Untuk mengatasi hal ini, bisnis perlu mencari cara untuk bersaing dengan strategi yang berbeda selain dari aspek harga.

    a. Bersaing dengan Kualitas Produk

    Salah satu cara untuk bersaing adalah melalui kualitas produk. Meskipun pesaing mungkin menawarkan harga lebih rendah, produk berkualitas tinggi dapat menjadi pilihan utama bagi konsumen. Untuk meningkatkan kualitas produk, perhatikan feedback dari pelanggan. Dengarkan kebutuhan dan keinginan mereka untuk terus meningkatkan produk yang ditawarkan.

    b. Analisis Kekurangan Kompetitor

    Perhatikan kekurangan kompetitor. Identifikasi apa yang kurang dalam produk atau layanan mereka dan gunakan itu sebagai peluang untuk menawarkan nilai tambah yang tidak dimiliki pesaing.

    c. Lokasi Strategis

    Jika bisnis beroperasi di toko fisik, lokasi menjadi faktor penting. Meskipun harga mungkin lebih tinggi di toko Anda, lokasi yang lebih strategis dapat menjadi daya tarik bagi pelanggan. Memastikan toko mudah diakses dan sering dilewati oleh pelanggan dapat menciptakan peluang untuk merebut pangsa pasar.

    d. Branding yang Kuat

    Brand memiliki peran besar dalam mempengaruhi keputusan pembelian. Pastikan branding bisnis Anda kuat dan dapat dikenali. Ini bisa melalui visual seperti logo dan warna yang konsisten, serta keberadaan yang kuat di media sosial.

    e. Pengalaman Pelanggan yang Baik

    Customer experience (pengalaman pelanggan) juga merupakan faktor kunci. Bisnis yang mampu memberikan pengalaman positif dari awal hingga akhir, termasuk purna jual, memiliki peluang besar untuk mempertahankan dan menarik pelanggan.

    2. Tantangan Manajemen Tim

    Menurut CB Insight, sekitar 23% bisnis yang gagal mengalami masalah manajemen tim yang tidak tepat. Tantangan dalam membangun tim dapat muncul setelah bisnis berjalan selama setahun, dan pemilik bisnis harus siap menghadapinya.

    a. Tingginya Tingkat Pergantian Karyawan

    Turnover yang tinggi dapat menguras waktu dan energi. Proses hiring yang terus-menerus dapat menghambat pertumbuhan bisnis. Untuk mengatasi hal ini, alokasikan waktu untuk merencanakan hiring, hindari turnover tinggi dengan menciptakan lingkungan kerja yang baik, dan pertimbangkan strategi untuk mempertahankan karyawan yang berkinerja tinggi.

    b. Karyawan yang Tidak Mandiri

    Tim yang tidak mandiri dapat memberatkan pemilik bisnis. Untuk mengatasi hal ini, penting untuk membangun tim yang dapat mengambil keputusan sendiri dan menjalankan tugas-tugas tanpa harus terus-menerus bergantung pada pemilik bisnis.

    c. Pemilihan Orang yang Tidak Tepat

    Pemilihan anggota tim yang tidak sesuai dengan visi dan nilai bisnis dapat mengakibatkan ketidakcocokan dan konflik internal. Pastikan untuk memilih orang yang dapat saling melengkapi dan memiliki kecocokan budaya perusahaan.

    3. Kekurangan Dana

    Kekurangan dana menjadi kendala serius bagi bisnis UMKM, dan 29% bisnis gagal karena alasan ini. Manajemen keuangan yang buruk, ketidakmampuan menghasilkan keuntungan, atau kesulitan dalam mendapatkan pendanaan tambahan dapat mengarah pada kegagalan bisnis. Oleh karena itu, manajemen keuangan yang baik sangat penting.

    a. Pemantauan Cash Flow

    Cash flow yang efisien adalah kunci kesuksesan bisnis. Pastikan untuk memantau dengan cermat aliran kas masuk dan keluar. Simpan cadangan dana untuk mengatasi bulan-bulan dengan aktivitas bisnis yang lebih rendah.

    b. Manajemen Keuangan yang Baik

    Bisnis perlu memiliki sistem manajemen keuangan yang baik. Hal ini melibatkan perencanaan anggaran, pengelolaan utang dengan bijak, dan pemahaman yang mendalam tentang keuangan bisnis.

    c. Diversifikasi Sumber Pendanaan

    Jangan terlalu bergantung pada satu sumber pendanaan. Selain mencari investor, pertimbangkan opsi lain seperti pinjaman, crowdfunding, atau program dukungan pemerintah untuk UMKM.


    4. Produk yang Tidak Sesuai Kebutuhan Pelanggan

    Alasan paling krusial yang menyebabkan bisnis UMKM tutup adalah produk atau jasa yang dijual tidak sesuai dengan kebutuhan pelanggan. Sebanyak 42% bisnis yang gulung tikar mengalami masalah ini.

    a. Market Research

    Sebelum dan selama berbisnis, lakukan riset pasar secara menyeluruh. Identifikasi kebutuhan dan keinginan pelanggan potensial. Pastikan produk yang ditawarkan benar-benar memecahkan masalah atau memenuhi kebutuhan mereka.

    b. Target Market yang Tepat

    Menentukan target market yang tepat adalah kunci keberhasilan. Alokasikan budget marketing ke target market yang paling relevan dengan produk atau jasa yang ditawarkan.

    c. Adaptasi Produk

    Jika diperlukan, berani melakukan adaptasi produk sesuai dengan perubahan kebutuhan pasar. Fleksibilitas dalam menyikapi perubahan dapat membuat bisnis tetap relevan dan diminati oleh pelanggan.


    Kesimpulan

    Bisnis UMKM menghadapi berbagai tantangan, tetapi dengan strategi yang tepat, mereka dapat mengatasi hambatan tersebut. Persaingan dagang yang ketat, tantangan manajemen tim, kekurangan dana, dan produk yang tidak sesuai dengan kebutuhan pelanggan memang merupakan ujian yang nyata. Namun, dengan komitmen untuk terus belajar dan berinovasi, bisnis UMKM dapat berhasil dan terus berkembang di pasar yang kompetitif. (as)
    Komentar

    Tampilkan

    Iklan

    Terkini

    close