• Jelajahi

    Copyright © Langgam Pos
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Menu Bawah

    Meningkatkan Keterlibatan Masyarakat Melalui Sosialisasi Raperda di Dapil Masing-Masing: Langkah Positif DPRD Sumenep

    Kamis, 16 November 2023, Kamis, November 16, 2023 WIB Last Updated 2023-11-17T14:15:18Z
    masukkan script iklan disini

    Baca Juga


    Meningkatkan Keterlibatan Masyarakat Melalui Sosialisasi Raperda di Dapil Masing-Masing: Langkah Positif DPRD Sumenep


    Hari ini, 16 November 2023, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sumenep memulai kegiatannya dengan melaksanakan sosialisasi Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) di daerah pemilihan (dapil) masing-masing. Kegiatan ini patut diapresiasi sebagai langkah positif dalam mengaktifkan partisipasi masyarakat dalam proses perumusan kebijakan daerah.

    Langkah ini sejalan dengan semangat demokrasi yang lebih inklusif dan partisipatif. DPRD Sumenep nampaknya ingin membangun jembatan yang lebih kuat antara wakil rakyat dan masyarakat yang mendukung mereka, serta menunjukkan keseriusan mereka untuk mendengarkan suara dan aspirasi masyarakat. Hal ini sejalan dengan esensi demokrasi yang seharusnya melibatkan masyarakat secara langsung dalam pembentukan kebijakan yang memengaruhi kehidupan sehari-hari mereka.

    Salah satu nilai positif dari kebijakan ini adalah pendekatan yang lebih dekat dengan masyarakat. Dengan turun ke masyarakat, DPRD Sumenep menciptakan peluang bagi mereka untuk bertemu langsung dengan wakil-wakil mereka dan mengajukan pertanyaan terkait Raperda yang sedang disosialisasikan. Ini adalah langkah nyata dalam membuka ruang diskusi yang lebih terbuka dan transparan.

    Sosialisasi Raperda di dapil masing-masing juga merupakan upaya untuk mengedepankan transparansi. Informasi rinci mengenai isi Raperda akan diuraikan secara jelas, memberikan pemahaman yang lebih baik kepada masyarakat tentang apa saja yang sedang dirancang. Langkah ini sangat penting mengingat seringkali masyarakat kurang memahami isi peraturan daerah yang dibahas di tingkat legislatif. Dengan pendekatan ini, diharapkan masyarakat dapat menjadi mitra dalam proses pengambilan keputusan.

    Namun, kendati langkah ini sangat positif, tantangan tetap ada. Keberhasilan sosialisasi tidak hanya terletak pada penyampaian informasi, tetapi juga pada kemampuan DPRD untuk menjadikan feedback masyarakat sebagai bahan pertimbangan serius dalam penyusunan Raperda. Keterbukaan untuk menerima kritik, bahkan yang kontra terhadap Raperda, adalah modal utama dalam proses demokratis ini.

    Kita berharap langkah inovatif DPRD Sumenep dapat menjadi contoh bagi daerah-daerah lain. Inisiatif seperti ini harus didukung dan diperkuat agar dapat membentuk budaya partisipasi yang lebih kuat di tingkat lokal. Partisipasi masyarakat bukan hanya tentang memberikan suara dalam pemilihan umum, tetapi juga terlibat dalam proses pembuatan kebijakan yang akan memengaruhi kehidupan mereka.

    Seiring berjalannya waktu, akan terlihat sejauh mana efektivitas langkah DPRD Sumenep ini. Namun, yang pasti, langkah ini memberikan harapan baru untuk membangun hubungan yang lebih baik antara wakil rakyat dan masyarakat serta merajut kembali kepercayaan publik terhadap lembaga legislatif. Semoga inisiatif ini dapat menjadi tonggak positif menuju demokrasi lokal yang lebih dinamis dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat. (lp)
    Komentar

    Tampilkan

    Iklan

    Terkini

    close