• Jelajahi

    Copyright © Langgam Pos
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Menu Bawah

    Iklan

    Paguyuban Sopir Truk di Arjasa Bangun Jembatan Darurat sebagai Respons Terhadap Kondisi Infrastruktur yang Buruk

    Jumat, 24 November 2023, 13:49 WIB Last Updated 2023-11-24T06:49:31Z
    masukkan script iklan disini
    IKLAN

    Baca Juga


    Paguyuban Sopir Truk di Arjasa Bangun Jembatan Darurat sebagai Respons Terhadap Kondisi Infrastruktur yang Buruk


    Kondisi infrastruktur di kabupaten Sumenep, khususnya di kepulauan, belum sepenuhnya memadai. Salah satu masalah utama yang dihadapi adalah rusaknya jembatan utama di Desa Bilis-Bilis, Kecamatan Arjasa, yang merupakan akses utama Pelabuhan Batuguluk. Meskipun kerusakan jembatan ini sudah berlangsung lama, belum ada tindakan perbaikan yang dilakukan oleh pihak berwenang.

    Menanggapi kondisi tersebut, Paguyuban Sopir Truk di Pulau Kangean memutuskan untuk turun tangan. Mereka mengumpulkan dana secara swadaya untuk membeli material dan membayar tukang untuk memperbaiki jembatan tersebut. Sebanyak 60 sopir truk berpartisipasi dalam penggalangan dana ini, dengan bantuan dari pihak lain sehingga berhasil terkumpul sekitar Rp 7 juta.

    Motivasi paguyuban sopir truk ini muncul karena keprihatinan melihat kondisi jembatan yang hampir roboh. Struktur konstruksi jembatan retak, dan balok penyangga di bawahnya mulai mengalami kerusakan serius. Kondisi ini menimbulkan prediksi bahwa jembatan tersebut tidak akan bertahan lama lagi sebelum ambruk.

    Jembatan yang rusak tersebut merupakan jalur utama penghubung Desa Kalisangka dengan Pelabuhan Batuguluk, yang setiap hari dilewati oleh banyak kendaraan. Ketika kapal bersandar di pelabuhan, jumlah kendaraan yang melintas bisa mencapai ratusan dengan muatan berat hingga 10 ton. Melihat urgensi perbaikan, Paguyuban Sopir Truk Pulau Kangean memutuskan untuk membangun jembatan darurat yang terbuat dari kayu sepanjang 9 meter dan lebar 3,5 meter di Desa Bilis-Bilis.

    Proses pembangunan jembatan darurat dimulai pada Kamis, 16 November, dengan bantuan anggota paguyuban sopir truk, polisi, dan TNI. Jembatan kayu ini berhasil diselesaikan dan dapat digunakan pada Jumat, 17 November. Ketua Paguyuban Sopir Kangean, Matrahim, mengungkapkan bahwa kondisi parah jembatan tersebut terjadi sekitar enam bulan yang lalu. Saat truk melintas, getaran yang dirasakan menunjukkan bahwa jembatan hampir roboh.

    Matrahim sebelumnya sudah melaporkan kondisi jembatan kepada pemerintah desa dan kecamatan, namun belum ada tindakan nyata yang diambil oleh mereka untuk memperbaiki. Oleh karena itu, paguyuban sopir truk memutuskan untuk bertindak secara mandiri dengan membuat jembatan darurat untuk sementara waktu. Meskipun jembatan darurat ini memberikan kelegaan bagi pengendara, Matrahim berharap agar jembatan tersebut segera direnovasi secara permanen, karena mengandalkan jembatan alternatif tidak mungkin bertahan lama.

    Kepala Desa Bilis-Bilis, Abdur Rosid, telah berkoordinasi dengan berbagai pihak setelah mengetahui kondisi jembatan tersebut. Terutama dengan Pemerintah Desa Kalisangka dan pemerintah kabupaten. Rosid menyatakan bahwa perbaikan jembatan bukanlah kewenangan desa, dan telah mengkomunikasikan hal ini kepada pihak dinas. Dia berharap agar perbaikan dapat dilakukan secepatnya, karena masalah ini tidak hanya menyangkut kepentingan dua desa, tetapi juga masyarakat umum. (as)
    Komentar

    Tampilkan

    Terkini

    Sastra

    +
    close