• Jelajahi

    Copyright © Langgam Pos
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Menu Bawah

    Iklan

    Salah Sangka terhadap Perhatian Suami: Membangun Kepercayaan dalam Pengelolaan Keuangan Keluarga

    Minggu, 12 November 2023, 20:11 WIB Last Updated 2023-11-17T13:17:04Z
    masukkan script iklan disini
    IKLAN

    Baca Juga

    Salah Sangka terhadap Perhatian Suami: Membangun Kepercayaan dalam Pengelolaan Keuangan Keluarga



    Memelihara kepercayaan dalam pengelolaan keuangan keluarga bukanlah tugas yang mudah. Pengenalan khusus dan penanaman rasa percaya terhadap pasangan menjadi kunci utama. Pengalaman pribadi saya menunjukkan betapa pentingnya kepercayaan ini, terutama ketika harus mengelola keuangan keluarga sendiri.

    Sepuluh tahun yang lalu, saya diberikan kepercayaan penuh oleh suami untuk mengelola keuangan keluarga kami. Kehadiran suami yang sering bepergian karena pekerjaannya membuatnya menyerahkan kendali keuangan kepada saya. Dengan hati-hati, saya mengelola semua biaya rumah tangga dan juga dana tambahan yang diberikan suami sebagai pegangan. Dana tambahan itu bukan hanya sebagai cadangan, tetapi juga sebagai dana darurat untuk kebutuhan mendesak.

    Karena tinggal di kota kecil yang sulit menemukan ATM, suami selalu memberikan dana dalam bentuk tunai. Untuk menghindari kebingungan, saya selalu menyimpan dana tambahan tersebut terpisah. Sebagai istri dan pengelola keuangan keluarga, tanggung jawab ini sangat besar bagi saya. Saya berusaha mempertanggungjawabkan setiap pengeluaran, hanya menggunakan dana lebih jika benar-benar diperlukan.

    Suatu hari, karena kebutuhan mendesak, saya mengambil sejumlah dana cadangan. Meskipun saya menggunakan dana tersebut dengan bijak, rasa bersalah menyelimuti pikiran saya. Saya merasa seperti telah melakukan kesalahan besar dan melanggar kepercayaan yang telah diberikan pada saya. Meskipun sebenarnya tindakan saya tidak salah, saya khawatir ada perbedaan persepsi antara saya dan suami tentang apa yang dianggap darurat.

    Beberapa waktu kemudian, suami pulang. Meskipun saya menyambutnya dengan gembira, pertanyaan tentang keberadaan dan sisa dana cadangan yang sering diberikannya muncul. Saya merasa seperti sedang diaudit, dan tanpa menunggu penjelasan lebih lanjut, saya menjelaskan dengan detail penggunaan dana tersebut. Saya mengungkapkan bahwa saya terpaksa menggunakannya untuk kebutuhan mendesak yang tidak bisa ditanggulangi dengan gaji suami.

    Namun, ternyata suami tidak bermaksud mengaudit saya. Dia hanya ingin menambah jumlah dana cadangan agar mencapai saldo awal yang telah disepakati. Keterangannya membuat saya terharu, dan pelukan hangat serta kecupan di kening menghilangkan kekhawatiran saya. Suami mempercayai saya sebagai manajer keuangan keluarga dan memberi pujian karena keamanahan saya. Saya menyadari bahwa kesalahpahaman saya telah membuat saya merasa tidak amanah sebagai istri.

    Tiga belas tahun telah berlalu sejak saat itu, dan rumah tangga kami tetap kokoh. Komunikasi yang baik, kepercayaan, dan pengertian antara suami dan istri adalah kunci keharmonisan kami. Kesalahan sangka saya telah menjadi pelajaran berharga, dan sekarang kami mampu menghadapi segala tantangan hidup dengan energi positif dan komunikasi yang baik. (nn)
    Komentar

    Tampilkan

    Terkini

    Sastra

    +
    close