• Jelajahi

    Copyright © Langgam Pos
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Menu Bawah

    gempur rokok illegal

    Iklan

    Ketika TikTok Akuisisi 75% Saham Tokopedia, Apakah Ini Tidak Bahaya?

    Minggu, 24 Desember 2023, 00:25 WIB Last Updated 2023-12-23T17:25:26Z
    masukkan script iklan disini
    IKLAN

    Baca Juga

    Ketika TikTok Akuisisi 75% Saham Tokopedia, Apakah Ini Tidak Bahaya?




    langgampos.com - Dalam era digital yang terus berkembang, persilangan antara media sosial dan e-commerce telah menjadi tren utama di berbagai belahan dunia, termasuk Indonesia. Pada tanggal 4 Oktober 2023, terjadi peristiwa menarik ketika TikTok Shop di Indonesia resmi ditutup setelah terbentur masalah perizinan. Namun, apa yang terjadi selanjutnya tidak hanya sekedar kolaborasi bisnis dua raksasa, melainkan sebuah akuisisi yang membawa dampak panjang pada landscape industri ekonomi digital Indonesia dan kedaulatan negara.

    1. Perjalanan TikTok dan Tokopedia Menuju Akuisisi:

    Setelah penutupan TikTok Shop, banyak spekulasi muncul tentang kemungkinan skema kolaborasi antara TikTok dan Tokopedia. Seiring berjalannya waktu, muncul tiga skenario utama yang dibahas di berbagai media. Pertama, TikTok akan berinvestasi di saham Go To (pemilik Tokopedia). Kedua, TikTok dan Tokopedia akan membentuk perusahaan patungan atau joint venture. Ketiga, TikTok akan melakukan investasi langsung di Tokopedia, bahkan mungkin melakukan akuisisi sebagian saham hingga mayoritas.

    Pada 11 November, kejutan besar datang dengan pengumuman resmi bahwa TikTok akan mengakuisisi 75% saham Tokopedia senilai 1,5 miliar USD atau sekitar Rp23,5 triliun. Keputusan ini menciptakan PT Tokopedia yang menggabungkan TikTok Shop Indonesia di bawah satu payung, dengan TikTok memiliki kendali atas PT Tokopedia.

    2. Implikasi Strategis dan Bisnis:

    Dalam keterangan resmi, TikTok menyatakan bahwa akuisisi ini merupakan komitmen jangka panjang untuk mendukung operasional Tokopedia. Namun, apa yang sebenarnya terjadi setelah akuisisi ini?

    Manfaat untuk Pengguna dan UMKM:

    Investasi ini diharapkan dapat memperluas manfaat bagi pengguna dan UMKM. TikTok dan Go To berencana untuk meningkatkan ekosistem Tokopedia, termasuk layanan keuangan digital dan on-demand service dari Gojek. UMKM diharapkan mendapatkan dukungan melalui program-program komprehensif untuk meningkatkan kapasitas dan kompetensi mereka.

    Penggabungan TikTok Shop dan Tokopedia:

    Meskipun terjadi akuisisi, menariknya, TikTok Shop tetap berada di dalam aplikasi TikTok, yang berarti media sosial dan e-commerce tetap terkait erat. Hal ini mempertahankan pemisahan antara layanan media sosial dan e-commerce, menjawab kekhawatiran tentang potensi dominasi pasar oleh konglomerasi.

    Pertumbuhan Bisnis Tokopedia:

    Dengan bergabungnya TikTok Shop, Tokopedia diharapkan akan mengalami pertumbuhan bisnis yang signifikan. TikTok, sebagai platform yang sangat populer, akan membawa potensi pelanggan baru dan meningkatkan visibilitas produk-produk di Tokopedia.

    3. Analisis Kritis dan Dampak Sosial:

    Namun, di balik potensi keuntungan bisnis, muncul berbagai pertanyaan dan kekhawatiran terkait dampak sosial, keamanan data, dan kedaulatan negara.

    Dominasi Pasar dan Persaingan Tidak Sehat:

    Wakil Ketua Komisi VI DPR RI, Martin Manurung, menyoroti potensi dominasi pasar oleh konglomerasi TikTok dan Go To. Kekhawatiran akan terjadinya persaingan tidak sehat dan monopoli di pasar e-commerce menjadi fokus perhatian.

    Keamanan Data Pengguna:

    Akademisi Hargo Utomo memperingatkan tentang perlunya cermat dalam mengamati kepemilikan dan keamanan data pengguna. Dengan tiktok yang memiliki sejarah kontroversial terkait privasi dan keamanan data, pemerintah perlu memastikan perlindungan yang memadai terhadap data transaksi masyarakat.

    Geoekonomi dan Geopolitik:

    Investasi Tiongkok di Tokopedia membuka wacana geoekonomi dan geopolitik. Apakah investasi ini hanya sebatas bisnis atau juga sebagai upaya Tiongkok memperkuat pengaruhnya di Indonesia? Pertanyaan ini membangkitkan kekhawatiran tentang independensi kebijakan dan keamanan nasional.

    4. Kewaspadaan dan Tanggung Jawab:

    Dalam menghadapi perubahan besar seperti ini, penting bagi kita untuk tetap waspada dan menjalankan tanggung jawab kita terhadap masa depan negara. Analogi kuda Troya menjadi pengingat bahwa kebijakan yang tampaknya menguntungkan bisa saja menyimpan risiko besar jika tidak dianalisis dengan cermat.

    Presiden Jokowi telah memberikan peringatan agar kita tidak terjebak dalam bentuk "kolonialisme" modern, di mana kepentingan asing dapat mendominasi kebijakan dan keputusan di negeri kita. Oleh karena itu, seluruh pihak, termasuk pemerintah, masyarakat, dan pemangku kepentingan lainnya, perlu bersatu untuk memastikan bahwa keputusan besar ini tidak merugikan kedaulatan dan kepentingan nasional kita.

    Kesimpulan

    Akuisisi 75% saham Tokopedia oleh TikTok adalah tonggak sejarah dalam landscape ekonomi digital Indonesia. Dalam menanggapi peristiwa ini, kita perlu melibatkan diri dalam diskusi yang mendalam, menilai dampak positif dan negatif, serta merumuskan langkah-langkah yang memastikan pertumbuhan ekonomi yang sehat dan berkelanjutan.

    Sembari mengapresiasi perkembangan dan inovasi di dunia digital, kita tidak boleh melupakan nilai-nilai fundamental yang menjaga kedaulatan dan kesejahteraan bangsa. Dengan kewaspadaan dan tanggung jawab bersama, kita dapat memastikan bahwa masa depan ekonomi digital Indonesia tetap dalam kendali dan manfaat bagi seluruh rakyat Indonesia. (as)


    Keyword:

    #tiktok, #tiktok akuisisi saham tokopedia, 
    Komentar

    Tampilkan

    Terkini

    close