• Jelajahi

    Copyright © Langgam Pos
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Menu Bawah

    AS Merestui Exchange-Traded Funds (ETF) Bitcoin: Tonggak Sejarah untuk Pertumbuhan Industri Kripto Global

    Kamis, 11 Januari 2024, Kamis, Januari 11, 2024 WIB Last Updated 2024-01-11T13:48:20Z
    masukkan script iklan disini

    Baca Juga

    AS Merestui Exchange-Traded Funds (ETF) Bitcoin: Tonggak Sejarah untuk Pertumbuhan Industri Kripto Global



    langgampos.com - Pada Rabu (10/1/2024), pemerintah Amerika Serikat melalui Komisi Sekuritas dan Bursa (SEC) memberikan restu untuk Exchange-Traded Funds (ETF) berbasis bitcoin. Keputusan ini diumumkan melalui situs resmi SEC, memperbolehkan perdagangan ETF Bitcoin spot dari beberapa manajer investasi ternama, termasuk BlackRock, Ark Investments, 21Shares, Fidelity, Invesco, dan VanEck.

    Permohonan dari sejumlah manajer investasi besar ini diterima dengan baik oleh SEC, dan seiring dengan keputusan tersebut, ETF bitcoin diprediksi akan mulai diperdagangkan pada Kamis (11/1/2023) waktu Amerika Serikat. ETF Bitcoin spot ini, pada dasarnya, merupakan kumpulan aset yang berfungsi serupa dengan reksa dana, namun, berbeda dengan ETF konvensional, portofolio mereka terdiri dari aset kripto seperti Bitcoin, Ethereum, dan altcoin lainnya.

    Produk ETF Bitcoin ini akan terdaftar dan diperdagangkan di bursa Nasdaq, NYSE, dan CBOE, memudahkan para investor untuk membeli dan menjualnya serta melacak pergerakan harga dengan lebih mudah. Dalam pengumuman SEC, terdapat 11 instrumen ETF Bitcoin spot yang mendapatkan persetujuan, antara lain Bitwise (BITB), ARK Invest/21Shares (ARKB), Invesco Galaxy Bitcoin ETF (BTCO), iShares Bitcoin Trust (IBIT), VanEck Bitcoin Trust (HODL), Franklin Bitcoin ETF (EZBC), Fidelity Wise Origin Bitcoin Trust (FBTC), WisdomTree Bitcoin Trust (BTCW), Valkyrie Bitcoin Fund (BRRR), Hashdex Bitcoin Futures ETF (DEFI), dan Grayscale Bitcoin Trust (GBTC).

    Dalam konteks ini, persetujuan SEC terhadap ETF Bitcoin dianggap sebagai peristiwa penting dalam pertumbuhan industri kripto global. Dengan lebih dari 52 juta orang di Amerika Serikat yang saat ini memiliki aset kripto, kehadiran ETF Bitcoin diharapkan menjadi game changer, memungkinkan industri kripto mencapai sejumlah investor yang lebih besar.

    Eksposur terhadap harga bitcoin dapat diperoleh oleh investor melalui ETF Bitcoin tanpa perlu menghadapi kompleksitas dan risiko kepemilikan bitcoin secara langsung. Seperti halnya reksa dana konvensional, investor ETF Bitcoin menitipkan dana investasinya kepada manajer investasi, sehingga tidak memerlukan pembuatan dompet kripto dan akun di bursa kripto, yang beberapa di antaranya memiliki catatan keamanan siber yang meragukan dan rentan terhadap peretasan.

    Seiring dengan kabar baik ini, industri kripto sendiri sebelumnya telah mengalami serangkaian tantangan, seperti kebangkrutan dan skandal. Misalnya, ledakan bursa kripto FTX yang melibatkan pendirinya, Sam Bankman-Fried, yang dinyatakan bersalah melakukan penipuan. Binance, sebagai bursa kripto terbesar di dunia, juga menghadapi tuduhan pelanggaran undang-undang sekuritas AS dan baru-baru ini mengaku bersalah karena melanggar undang-undang anti pencucian uang AS. Tantangan ini menciptakan ketidakpastian dan kekhawatiran di kalangan investor terkait keamanan dan kestabilan industri kripto.

    Meski demikian, restu SEC terhadap ETF Bitcoin menjadi sinyal positif untuk kepercayaan investor terhadap industri kripto. Dalam konteks ini, ETF Bitcoin diharapkan dapat menjadi alternatif investasi yang lebih aman dan lebih mudah diakses bagi investor tradisional yang mungkin masih merasa ragu untuk terlibat langsung dalam kepemilikan aset kripto.

    Meskipun regulator AS memberikan persetujuan untuk ETF Bitcoin, Ketua SEC, Gary Gensler, tetap menegaskan bahwa pemerintah AS tidak secara langsung mendukung Bitcoin. Alasannya termasuk tingginya risiko yang terkait dengan fluktuasi harga Bitcoin yang sangat volatil.

    "Investor harus tetap berhati-hati terhadap berbagai risiko yang terkait dengan bitcoin dan produk yang nilainya terkait dengan kripto," kata Gensler. Meskipun memungkinkan akses lebih mudah untuk berinvestasi dalam aset kripto, investor diingatkan untuk selalu mempertimbangkan risiko yang melekat dalam mata uang digital ini.

    Keputusan SEC untuk merestui ETF Bitcoin juga menunjukkan perubahan pandangan regulator terhadap kripto setelah sepuluh tahun terakhir. Sebelumnya, SEC telah menggagalkan setiap upaya untuk menciptakan ETF Bitcoin. Oleh karena itu, keputusan ini bukan hanya menjadi tonggak sejarah untuk industri kripto, tetapi juga mengindikasikan perubahan sikap dan pemahaman terhadap teknologi blockchain dan aset kripto di tingkat regulator pemerintah.

    Pertumbuhan industri kripto diharapkan semakin membaik dengan adanya dukungan dari investor-investor baru yang dapat memanfaatkan akses yang lebih mudah melalui ETF Bitcoin. Meskipun tantangan dan risiko masih ada, langkah ini membuka pintu bagi lebih banyak inovasi dan pertumbuhan dalam ekosistem kripto, menciptakan peluang baru dan mendukung evolusi lebih lanjut dari teknologi blockchain dan mata uang digital. (as)




    Komentar

    Tampilkan

    Iklan

    Terkini

    close