• Jelajahi

    Copyright © Langgam Pos
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Menu Bawah

    Cara Mengatasi Berpikir Berlebihan (Overthinking) dengan Kekuatan Pikiran dan Bijaksana Ala Stoik

    Kamis, 18 Januari 2024, Kamis, Januari 18, 2024 WIB Last Updated 2024-01-18T02:34:13Z
    masukkan script iklan disini

    Baca Juga

    Mengatasi Berpikir Berlebihan (Overthinking) dengan Kekuatan Pikiran dan Bijaksana Ala Stoik



    Langgampos.com - Dalam kehidupan sehari-hari, kita seringkali dihadapkan pada tantangan berupa pikiran yang kacau dan tidak terkendali. Terkadang, kita terlalu memikirkan hal-hal yang tidak penting atau terus-menerus membayangkan skenario terburuk yang mungkin terjadi. Marcus Aurelius, seorang filsuf Stoik, pernah menyatakan bahwa kita memiliki kekuatan atas pikiran kita, bukan atas peristiwa di luar kendali kita. Kesadaran akan hal ini membuka pintu bagi pemahaman bahwa berpikir berlebihan adalah masalah umum yang dapat berdampak negatif pada kesehatan mental dan kehidupan kita secara keseluruhan.

    1. Mengubah Perspektif tentang Overthinking

    Mari mulai dengan membayangkan overthinking sebagai kekuatan eksternal yang bisa disamakan dengan perubahan cuaca. Pagi yang cerah bisa tiba-tiba berubah gelap, namun, seperti kabut yang menyelimuti lereng gunung, overthinking bisa membuat kita cemas, stres, bahkan depresi. Namun, mirip dengan bagaimana gunung tetap kokoh meski tertutup kabut, kita bisa belajar untuk tetap teguh di tengah-tengah overthinking. Kita dapat membiarkan pikiran-pikiran berlebihan itu hanya menjadi pengamatan tanpa terlibat sepenuhnya, sebagaimana kita mengamati kabut yang akan hilang dengan sendirinya seiring berjalannya waktu.

    2. Mengalihkan Energi dengan Kenyataan Saat Ini

    Seneca, filsuf Stoik, menyatakan bahwa kebahagiaan sejati adalah menikmati saat ini tanpa khawatir tentang masa depan. Nasihat ini sangat relevan dalam mengatasi overthinking. Ketika terasa terlalu banyak memikirkan masa depan, hentikan sejenak. Alihkan energi ke dalam situasi dan kenyataan saat ini. Bayangkan diri Anda berada di tempat yang tenang dan damai, dengarkan suara burung berkicau, rasakan angin sepoi-sepoi di kulit, dan nikmati kehadiran saat ini. Lakukan aktivitas dengan penuh perhatian, fokus pada momen sekarang untuk meredakan kecenderungan overthinking.

    3. Memahami Dinamika Kehidupan

    Epikurus, seorang filsuf Yunani, mengatakan bahwa mereka yang takut mati tidak akan pernah melakukan sesuatu yang patut dilakukan. Filosofi ini mengajarkan kita untuk fokus pada saat ini karena saat ini adalah satu-satunya hal yang benar-benar nyata. Menerima dinamika kehidupan, yaitu pemahaman bahwa segala sesuatu berubah, termasuk pikiran kita, membantu kita melepaskan diri dari pemikiran yang berlebihan. Kita dapat membayangkan pikiran-pikiran kita seperti daun-daun yang mengalir di permukaan sungai, selalu berubah dan menjauh dari kita.

    4. Membagi Masalah Menjadi Bagian-Bagian Kecil

    Salah satu cara efektif mengatasi overthinking adalah dengan memecah masalah besar menjadi bagian-bagian kecil yang lebih mudah ditangani. Seringkali, kita cenderung terpaku pada pikiran yang terasa berat dan sulit. Contohnya, jika kita khawatir tentang ujian, kita bisa bertanya pada diri sendiri apa yang dapat kita lakukan hari ini untuk mempersiapkan ujian. Fokus pada satu langkah kecil membantu mengalihkan energi dari kekhawatiran menjadi tindakan nyata. Metode ini sederhana namun efektif, membangun momentum dan membantu kita mengatasi masalah dengan lebih baik.

    5. Bersyukur untuk Mengubah Perspektif

    Bersyukur adalah kunci untuk keluar dari labirin overthinking. Sebagaimana filsuf Stoik mengatakan, kebahagiaan sejati adalah menikmati saat ini tanpa ketergantungan pada cemas masa depan. Praktik rasa syukur membantu kita mengubah perspektif dari kekurangan menjadi kelimpahan, dari overthinking menjadi apresiasi terhadap saat ini. Setiap hari, luangkan waktu untuk mengakui tiga hal yang Anda syukuri. Ini bisa menjadi hal-hal sederhana seperti secangkir kopi hangat, suara burung, atau pesan dari seorang teman. Praktik rasa syukur dapat membungkam kebisingan overthinking dan memperkaya pengalaman hidup sehari-hari.

    6. Fokus pada Usaha, Bukan Hasil

    Fokus pada usaha daripada hasil membantu mengatasi overthinking dengan menjaga konsentrasi pada tindakan yang dapat kita kendalikan. Ini membantu kita untuk tetap fokus pada saat ini, merasa puas dengan usaha yang telah dilakukan, dan mengurangi kekecewaan jika hasilnya tidak sesuai harapan. Fokus pada usaha membantu kita untuk lebih menghargai perjalanan daripada hanya hasil akhirnya. Hal ini juga memungkinkan kita untuk terus belajar dan berkembang melalui setiap tindakan yang kita lakukan.

    7. Melatih Ketidaknyamanan untuk Pertumbuhan

    Marcus Aurelius menyatakan bahwa seni hidup lebih mirip dengan bergulat daripada menari. Melatih ketidaknyamanan adalah cara untuk membangun ketahanan dan adaptabilitas mental. Memulai dengan tindakan kecil yang membuat kita tidak nyaman, seperti mencoba hal baru atau berbicara dengan orang yang baru, membantu kita untuk keluar dari zona nyaman. Ini mengajarkan kita bahwa kita dapat mengatasi ketakutan dan menjadi lebih kuat secara emosional. Melatih ketidaknyamanan adalah kunci untuk tumbuh dan berkembang sebagai individu yang tangguh.

    8. Mencari Kebijaksanaan dari Luar Diri Sendiri

    Seneca menyarankan untuk berkonsultasi dengan teman dalam segala hal, terutama dalam hal-hal yang menyangkut diri sendiri. Terkadang, kita terlalu terpaku pada perspektif kita sendiri sehingga buta terhadap solusi yang mungkin ada di luar diri kita. Berbicara dengan orang lain membuka pintu untuk mendapatkan pandangan baru dan saran yang objektif. Menemukan kebijaksanaan dari luar diri kita sendiri membantu mengurangi ketidaktentuan dan membuka pikiran kita untuk solusi yang mungkin belum terpikirkan sebelumnya.

    Kesimpulan: Mencapai Ketenangan Pikiran dengan Pendekatan Stoik

    Dalam perjalanan mengatasi berpikir berlebihan, pendekatan Stoik membawa banyak hikmah yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Dari mengubah perspektif hingga melatih ketidaknyamanan, setiap langkah membawa kita lebih dekat kepada ketenangan pikiran. Bersama-sama, mari kita terus mencari kebijaksanaan yang diajarkan oleh para filsuf Stoik, menjadikan kekuatan pikiran sebagai alat untuk mengatasi tantangan dan menjalani hidup yang lebih tenang dan bahagia. Jangan lupa untuk terus berlangganan dan memberikan like pada video ini sebagai langkah awal dalam perjalanan intelektual bersama kita. (as)
    Komentar

    Tampilkan

    Iklan

    Terkini

    close