• Jelajahi

    Copyright © Langgam Pos
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Menu Bawah

    Iklan

    Kamu Biasa Malas di Hari Senin? Begini Cara Mengatasinya

    Rabu, 10 Januari 2024, 21:24 WIB Last Updated 2024-01-11T12:08:52Z
    masukkan script iklan disini
    IKLAN

    Baca Juga

    Kamu Biasa Malas di Hari Senin? Begini Cara Mengatasinya


    langgampos.com - Setiap orang pasti menantikan akhir pekan, khususnya Hari Jumat, Sabtu, dan Minggu. Tiga hari tersebut menjadi momen istimewa yang dihabiskan untuk berbagai kegiatan seperti healing, staycation, quality time bersama keluarga, atau sekadar nongkrong bersama rekan kerja. Namun, seringkali ketika Hari Minggu memasuki "kesempurnaan," Senin yang sudah menunggu di ujung minggu membuat banyak orang merasa ogah-ogahan.

    Beberapa individu merasa sulit untuk bangun dari kasur dan meninggalkan kamar untuk mempersiapkan diri menjelang hari pertama kerja. Rasa frustasi pun muncul karena mereka merasa terlalu nyaman di zona nyaman mereka, sehingga berangkat ke kantor pada hari Senin menjadi tugas yang membebani.

    Menurut Max Lugavere, seorang pakar nutrisi asal Amerika Serikat, perasaan tersebut tidak muncul begitu saja. Ada kaitannya dengan sulit tidur yang dialami oleh banyak orang saat akhir pekan. Lugavere menjelaskan melalui akun Twitter pribadinya bahwa pola tidur yang terganggu pada Jumat dan Sabtu malam dapat menyebabkan apa yang disebutnya sebagai "jet lag" setiap kali Senin tiba.

    Penting untuk memahami bahwa ritme sirkadian, jam internal tubuh yang mengatur siklus tidur, memiliki peran besar dalam kesehatan dan keseimbangan fungsi biologis tubuh. Fungsi-fungsi tersebut mencakup metabolisme, sistem kekebalan, dan kemampuan kognitif yang sangat penting untuk merasa kuat dan berenergi.

    Lugavere menjelaskan bahwa ritme sirkadian dapat terganggu jika kita terpapar cahaya saat bangun tidur. Cahaya tersebut dapat menekan produksi melatonin, hormon yang berperan dalam mengatur siklus tidur-bangun, sehingga dilepaskan setelah matahari terbenam. Sebagai contoh, jika seseorang biasanya bangun pada pukul 6 pagi saat matahari terbit, tubuhnya akan mengartikan ini sebagai awal hari.

    Namun, jika seseorang menghabiskan akhir pekan dengan begadang hingga dini hari, tubuhnya dapat mengalami perubahan dalam ritme sirkadian. Aktivitas yang melewati periode tidur yang diharapkan tubuh dapat membuat tubuh bingung dan sulit kembali ke ritme normalnya. Oleh karena itu, kurang tidur dapat menjadi salah satu penyebab utama mengapa banyak orang merasa malas dan kurang bersemangat menghadapi hari Senin.

    Penelitian sebelumnya yang dilakukan di Finlandia menemukan bahwa orang yang kurang tidur memiliki catatan kinerja dua kali lebih buruk. Kurang tidur tidak hanya memengaruhi kesehatan fisik tetapi juga dapat berdampak signifikan pada kemampuan kerja.

    Selain faktor kurang tidur, ada juga alasan lain mengapa orang merasa malas menghadapi hari Senin. Beberapa dari mereka merasa bahwa waktu bersenang-senang sudah berakhir, dan ini dapat menciptakan mindset negatif yang memengaruhi produktivitas.

    Untuk mengatasi rasa malas di hari Senin, penting untuk menjaga pola tidur yang teratur, bahkan selama akhir pekan. Menghindari begadang dan menjaga konsistensi waktu tidur dapat membantu tubuh untuk tetap dalam ritme sirkadian yang sehat. Selain itu, menciptakan rutinitas pagi yang menyenangkan juga dapat menjadi kunci untuk memulai hari dengan semangat positif.

    Selalu penting untuk memahami bahwa kesehatan dan produktivitas kita secara langsung terkait dengan gaya hidup yang kita pilih. Dengan memahami ritme sirkadian dan memberikan perhatian khusus pada pola tidur, kita dapat meningkatkan kualitas hidup kita dan menghadapi hari Senin dengan semangat yang baru. (as)
    Komentar

    Tampilkan

    Terkini

    Sastra

    +
    close