• Jelajahi

    Copyright © Langgam Pos
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Menu Bawah

    Iklan

    Mitos dan Fakta seputar 'Masuk Angin': Penjelasan Medis dan Keuntungan Terapi Kerokan

    Kamis, 18 Januari 2024, 09:06 WIB Last Updated 2024-01-18T02:06:40Z
    masukkan script iklan disini
    IKLAN

    Baca Juga

    Mitos dan Fakta seputar 'Masuk Angin': Penjelasan Medis dan Keuntungan Terapi Kerokan


    Langgampos.com - Masuk Angin, atau yang sering diidentifikasi dengan demam nyeri, merupakan suatu kondisi yang seringkali dihubungkan dengan infeksi bakteri atau virus. Artikel ini akan membahas secara mendalam gejala, penyebab, serta mitos dan fakta seputar masuk angin. Selain itu, kita juga akan mengeksplorasi manfaat terapi kerokan yang sering dianggap sebagai cara tradisional untuk mengatasi masuk angin.

    Gejala dan Penyebab Masuk Angin


    Masuk angin tidak hanya sekadar nama populer, tetapi sebenarnya merupakan istilah lain untuk demam nyeri. Gejala utama yang sering dialami oleh seseorang yang terkena masuk angin adalah greges-greges nyeri pada sendi, perasaan kembung, dan bersendawa. Penting untuk diingat bahwa kondisi ini tidak disebabkan oleh masuknya angin melalui puser, seperti yang mungkin banyak orang percayai.

    Infeksi bakteri atau virus merupakan penyebab utama masuk angin. Gejala seperti kembung dan bersendawa bukanlah reaksi terhadap angin yang masuk lewat puser, melainkan manifestasi dari infeksi tersebut. Infeksi dapat disebabkan oleh virus atau bakteri, dan dalam beberapa kasus, terapi yang tepat diperlukan untuk mengatasi kondisi ini.

    Mitos seputar Kerokan

    Salah satu praktik yang sering dihubungkan dengan pengobatan masuk angin adalah kerokan. Kerokan, terutama yang dilakukan di punggung, sering dianggap dapat membantu mengatasi gejala masuk angin. Namun, banyak yang berpendapat bahwa kerokan dapat merusak kulit. Studi terbaru menunjukkan bahwa kerokan pada dasarnya tidak merusak kulit, melainkan dapat memberikan manfaat pada pembuluh darah di bawahnya.

    Pada dasarnya, kerokan bekerja dengan cara membuat pembuluh perifer, yaitu pembuluh darah kecil di pinggiran kulit, melebar atau mengalami dilatasi. Ini menciptakan jalur ekstra bagi sel-sel peradangan untuk mengalir, mempercepat proses perlawanan tubuh terhadap bakteri atau virus. Dengan demikian, kerokan dapat memberikan efek positif pada respons kekebalan tubuh.

    Penjelasan Medis tentang Masuk Angin

    Masuk angin sering kali diidentifikasi sebagai demam nyeri, dan gejalanya bervariasi tergantung pada jenis infeksi yang mendasarinya. Infeksi virus atau bakteri dapat menyebabkan peradangan pada sendi dan organ tubuh lainnya, menghasilkan gejala seperti nyeri sendi, perasaan kembung, dan bersendawa.

    Ketika terjadi infeksi, tubuh merespons dengan melepaskan zat-zat kimia inflamasi. Inilah yang menyebabkan rasa nyeri dan peradangan. Pembuluh perifer yang terdapat di lapisan kulit juga ikut terlibat dalam respons ini. Ketika pembuluh perifer melebar, mereka menciptakan jalur yang memungkinkan sel-sel peradangan untuk bergerak dengan lebih efisien ke area yang terkena.

    Terlepas dari keuntungan terapi kerokan, penting untuk mencari penanganan medis yang sesuai terutama jika gejala masuk angin berlanjut atau semakin parah. Dokter dapat memberikan diagnosis yang tepat dan meresepkan pengobatan yang sesuai, tergantung pada jenis infeksi yang dialami oleh pasien.

    Terapi Kerokan: Cara Tradisional untuk Mengatasi Masuk Angin

    Terapi kerokan adalah salah satu pendekatan tradisional yang sering digunakan untuk meredakan gejala masuk angin. Meskipun terdapat pro dan kontra seputar efektivitasnya, banyak orang yang merasakan manfaat dari prosedur ini.

    Prinsip dasar terapi kerokan adalah menciptakan gesekan pada kulit dengan menggunakan alat kerok atau benda tumpul lainnya. Gesekan ini bertujuan untuk merangsang pembuluh darah di bawah kulit dan meningkatkan sirkulasi darah. Sebagai respons, tubuh melepaskan zat-zat kimia yang dapat meredakan peradangan dan merangsang sistem kekebalan tubuh.

    Penting untuk diingat bahwa terapi kerokan tidak cocok untuk semua orang, terutama bagi mereka yang memiliki kondisi kulit tertentu atau masalah kesehatan tertentu. Konsultasikan dengan tenaga medis sebelum mencoba terapi ini untuk memastikan bahwa itu aman dan sesuai dengan kondisi kesehatan individu.

    Kesimpulan

    Masuk angin, meskipun sering dianggap sebagai kondisi ringan, sebenarnya dapat menjadi tanda infeksi virus atau bakteri di dalam tubuh. Gejala seperti nyeri sendi, kembung, dan bersendawa sebenarnya merupakan respons tubuh terhadap peradangan yang terjadi akibat infeksi tersebut. Terapi kerokan, meskipun dianggap sebagai cara tradisional, dapat memberikan manfaat dengan merangsang pembuluh darah dan meningkatkan respons kekebalan tubuh.

    Penting untuk mendekati masuk angin dengan pemahaman yang lebih mendalam tentang penyebabnya dan mendiskusikan opsi perawatan dengan tenaga medis. Menggabungkan pendekatan medis dan tradisional dapat memberikan hasil yang optimal untuk pemulihan. Jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter jika gejala masuk angin berlanjut atau memburuk, untuk mendapatkan diagnosis dan perawatan yang tepat. (nh)
    Komentar

    Tampilkan

    Terkini

    Sastra

    +
    close