• Jelajahi

    Copyright © Langgam Pos
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Menu Bawah

    gempur rokok illegal

    Iklan

    Siklon Tropis Anggrek Muncul di Dekat Kepulauan Cocos dan Barat Daya Indonesia: Dampak dan Imbauan BMKG

    Selasa, 16 Januari 2024, 21:56 WIB Last Updated 2024-01-16T14:56:42Z
    masukkan script iklan disini
    IKLAN

    Baca Juga

    Siklon Tropis Anggrek Muncul di Dekat Kepulauan Cocos dan Barat Daya Indonesia



    Langgampos.com - Siklon Tropis Anggrek (04U) baru-baru ini terbentuk di sekitar Kepulauan Cocos (Keeling), Australia, di Samudra Hindia, sedangkan Siklon Tropis Anggrek juga terdeteksi di perairan Barat Daya Indonesia. Kedua peristiwa ini membawa potensi dampak cuaca yang signifikan. Artikel ini akan membahas perkembangan terkini siklon, dampaknya, dan imbauan yang diberikan oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

    Siklon Anggrek di Kepulauan Cocos

    Siklon Tropis Anggrek di dekat Kepulauan Cocos diperkirakan bergerak perlahan ke arah barat laut, seperti yang dirilis oleh Biro Meteorologi Pemerintah Australia. Menurut Joint Typhoon Warning Center (JTWC), siklon ini memiliki tinggi gelombang signifikan maksimum sekitar 5,2 meter. Perkiraan pergerakan siklon tersebut menunjukkan arah ke barat laut Kepulauan Cocos, kemudian bergerak ke arah selatan pada hari Rabu dan Kamis. Namun, terdapat ketidakpastian mengenai pergerakan siklon pada akhir pekan.

    Sementara itu, di perairan Barat Daya Indonesia, BMKG mengidentifikasi Siklon Tropis Anggrek pada koordinat 9.4 derajat LU dan 93.3 derajat BT dengan kecepatan angin maksimum 35 knot dan tekanan udara minimum sebesar 1000 hPa. Siklon ini diperkirakan akan meningkat intensitasnya dalam 24 jam ke depan dan bergerak ke arah timur.

    Bibit Siklon Tropis di Wilayah Utara Australia

    Selain Siklon Anggrek, terdapat bibit siklon tropis 99S (Tropical Low 03U) di daratan wilayah utara Australia. JTWC melaporkan bahwa area konveksi yang berkembang sebelumnya telah menghilang, dan tidak lagi diduga akan berkembang menjadi siklon tropis signifikan dalam 24 jam ke depan. Meskipun demikian, BMKG menyatakan bahwa bibit ini masih dapat menyebabkan hujan lebat dan badai petir di sekitar wilayah tersebut.

    Proses Terjadinya Siklon Tropis

    Menurut Deputi Meteorologi BMKG, Guswanto, siklon tropis muncul akibat perubahan atau gradien suhu permukaan laut. Gradien suhu lebih dari 4 derajat dapat membentuk energi kinetik yang menyebabkan pembentukan pusaran angin. Awal pembentukan disebut sebagai bibit siklon tropis, dan indikasi munculnya sudah diketahui sejak 15 Januari 2024. Bibit siklon tropis harus mencapai tekanan angin 1000 milibar dan kecepatan angin 35 knot untuk menjadi siklon tropis.

    Dampak Siklon Tropis Anggrek

    Siklon Tropis Anggrek dapat memberikan dampak secara tidak langsung terhadap kondisi cuaca di wilayah Indonesia. Hal ini dapat menyebabkan peningkatan tinggi gelombang di sejumlah perairan, dengan tinggi gelombang berkisar antara 1,25 hingga 4,0 meter. Potensi cuaca ekstrem juga meningkat di beberapa wilayah Indonesia.

    Guswanto mengungkapkan bahwa siklon tropis ini dapat memicu naiknya gelombang perairan di beberapa daerah, termasuk Samudra Hindia, Kepulauan Nias, Perairan Bengkulu, Selat Sunda bagian selatan, dan sekitarnya. Selain itu, ada potensi cuaca ekstrem di sejumlah wilayah Indonesia akibat adanya Bibit Siklon Tropis 99S di wilayah utara Australia.

    Potensi Hujan Lebat dan Imbauan BMKG

    Dengan adanya Siklon Tropis Anggrek dan Bibit Siklon Tropis 99S, BMKG memprediksi potensi hujan lebat di sejumlah wilayah Indonesia pada rentang tanggal 16 hingga 22 Januari 2024. Wilayah yang berpotensi terkena dampak meliputi Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Kepulauan Riau, Bengkulu, Jambi, Sumatera Selatan, Kepulauan Bangka Belitung, Lampung, Banten, Jawa Barat, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Utara, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Maluku Utara, Maluku, Papua Barat, dan Papua.

    Selain itu, Guswanto juga menyampaikan bahwa terdapat potensi hujan lebat akibat siklon tropis di wilayah-wilayah tersebut. Imbauan BMKG kepada masyarakat melibatkan beberapa tindakan pencegahan, antara lain:

    Menghindari Kegiatan Pelayaran di Wilayah Terdampak: BMKG menyarankan agar aktivitas pelayaran di wilayah perairan yang terdampak siklon dihindari untuk mengurangi risiko kecelakaan dan bahaya laut.

    Menghindari Daerah Rentan Bencana: Masyarakat diimbau untuk menjauhi daerah-daerah yang rentan mengalami bencana, seperti lembah sungai, lereng rawan longsor, pohon yang mudah tumbang, tepi pantai, dan sebagainya.

    Waspada terhadap Potensi Dampak: Masyarakat diminta untuk mewaspadai potensi dampak seperti banjir, banjir bandang, atau banjir pesisir, serta tanah longsor, terutama di daerah-daerah yang rentan.

    Koordinasi dan Antisipasi Bencana Hidrometeorologi: Stakeholder terkait, termasuk pemerintah daerah, dinas terkait, dan masyarakat setempat, diharapkan dapat meningkatkan koordinasi untuk melakukan antisipasi terhadap potensi bencana hidrometeorologi yang dapat terjadi.

    Memantau Informasi Prakiraan Cuaca dan Peringatan Dini Cuaca: Masyarakat diminta untuk selalu memantau perkembangan informasi prakiraan cuaca dan peringatan dini cuaca yang dikeluarkan oleh BMKG. Hal ini penting agar masyarakat dapat bersiap-siap menghadapi kondisi cuaca yang mungkin berubah.

    Kesimpulan

    Siklon Tropis Anggrek yang terbentuk di dekat Kepulauan Cocos dan perairan Barat Daya Indonesia membawa potensi dampak cuaca yang signifikan. Tinggi gelombang yang meningkat, potensi hujan lebat, dan cuaca ekstrem menjadi perhatian utama. Dengan adanya imbauan dari BMKG, masyarakat diharapkan dapat menjalankan tindakan pencegahan dan kewaspadaan untuk mengurangi risiko dampak yang mungkin terjadi. Pemantauan terus-menerus terhadap perkembangan siklon dan informasi cuaca merupakan kunci untuk merespons dengan cepat terhadap situasi yang berkembang. (as)




    Komentar

    Tampilkan

    Terkini

    close