• Jelajahi

    Copyright © Langgam Pos
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Menu Bawah

    Iklan

    Wakil Ketua Komisi I DPRD Sumenep Sentil Anggaran Pembinaan Disiplin ASN di Sumenep

    Rabu, 17 Januari 2024, 22:00 WIB Last Updated 2024-01-24T16:04:25Z
    masukkan script iklan disini
    IKLAN

    Baca Juga

    Wakil Ketua Komisi I DPRD Sumenep Sentil Anggaran Pembinaan Disiplin ASN di Sumenep


    Langgampos.com - Miftahol Arifin, Kepala Bidang Penilaian Kinerja dan Penghargaan Aparatur Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Sumenep, mengumumkan keputusan kontroversial terkait dengan anggaran pembinaan aparatur sipil negara (ASN) pada tahun 2024. Ia menyatakan bahwa anggaran khusus untuk pembinaan ASN akan dihilangkan, dengan alasan utama karena dianggap sebagai pemborosan dana.

    Menurut Miftahol Arifin, kebijakan ini diambil karena selain minimnya anggaran, keberadaan anggaran tersebut juga dianggap tidak memberikan dampak yang signifikan. Setiap tahun, pelaksanaan pembinaan selalu diiringi oleh pelanggaran yang dilakukan oleh sejumlah ASN. "Selain minimnya anggaran, juga karena seolah tiada fungsinya," ungkapnya dengan tegas pada Rabu (17/1/2024).

    Pihaknya menekankan bahwa saat ini upaya pembinaan lebih sering dilakukan dalam bentuk peringatan pada momen-momen tertentu, sebagai pengingat akan pentingnya disiplin ASN. Namun, menurutnya, merealisasikan upaya pembinaan tersebut menjadi suatu tantangan yang sulit, terutama karena setiap tahun masih terjadi pelanggaran yang berujung pada pemberhentian ASN.

    Pada tahun sebelumnya, terdapat anggaran khusus senilai Rp15 juta untuk pembinaan disiplin ASN. Anggaran tersebut digunakan untuk kegiatan sosialisasi kepada sejumlah ASN. Namun, hasilnya tidak optimal, dan pada tahun 2023 lalu, terdapat 14 ASN yang melanggar. Miftahol Arifin menegaskan bahwa insiden tersebut menjadi faktor utama penghilangan anggaran pembinaan ASN pada tahun 2024.

    Pandangan Komisi I  DPRD Sumenep Terkait Anggaran Pembinaan Disiplin ASN

    Wakil Ketua Komisi I DPRD Sumenep, Mohammad Hanafi, memberikan dukungannya terhadap keputusan penghapusan anggaran pembinaan disiplin ASN. Ia berpendapat bahwa pengalokasian dana untuk hal tersebut dianggap tidak efektif dan lebih baik digunakan pada kegiatan yang lebih bermanfaat.

    Mohammad Hanafi menegaskan bahwa para pejabat yang terkait dengan kebijakan ini perlu melaksanakan tugas sosialisasi tanpa harus mengandalkan anggaran khusus. Menurutnya, tugas tersebut sudah seharusnya menjadi bagian integral dari tanggung jawab Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait.

    "Melakukan sosialisasi tanpa anggaran itu sudah menjadi tugasnya, dan memang tidak perlu dianggarkan secara khusus," ujar Mohammad Hanafi dengan yakin.

    Dalam menangani pelanggaran disiplin ASN, Mohammad Hanafi menyarankan agar tidak hanya fokus pada pelanggaran berat, melainkan juga melibatkan pelanggaran ringan yang sering terjadi. Ia menekankan bahwa dari pelanggaran-pelanggaran ringan tersebut, dapat timbul dampak fatal yang perlu mendapatkan perhatian serius. Oleh karena itu, perlunya pembinaan tanpa mengandalkan anggaran khusus dianggap sebagai langkah yang lebih efektif dan proaktif.

    Kesimpulan: Optimalisasi Pembinaan Disiplin ASN Tanpa Anggaran Khusus

    Keputusan penghapusan anggaran khusus pembinaan disiplin ASN untuk tahun 2024 di Sumenep menciptakan perspektif baru dalam penanganan masalah disiplin di lingkungan ASN. Meskipun menuai kontroversi, langkah ini dianggap sebagai upaya untuk mengoptimalkan sumber daya keuangan yang terbatas. Miftahol Arifin dan Mohammad Hanafi sepakat bahwa tugas sosialisasi dan pembinaan seharusnya menjadi bagian integral dari tugas rutin OPD terkait tanpa memerlukan alokasi dana khusus.

    Penting untuk memperhatikan bahwa penghapusan anggaran khusus ini tidak berarti mengesampingkan pentingnya pembinaan dan penegakan disiplin ASN. Sebaliknya, hal ini dianggap sebagai langkah strategis untuk memastikan efisiensi dan efektivitas penggunaan dana publik. Diharapkan, kebijakan ini dapat mendorong terciptanya budaya disiplin yang kuat di kalangan ASN Sumenep tanpa harus mengorbankan sumber daya keuangan yang berharga. (as)
    Komentar

    Tampilkan

    Terkini

    Sastra

    +
    close