• Jelajahi

    Copyright © Langgam Pos
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Menu Bawah

    Iklan

    Benarkah Muhammadiyah dan Pemerintah akan Rayakan Idul Fitri pada 10 April 2024? Begini Pridiksi BRIN

    Jumat, 08 Maret 2024, 19:35 WIB Last Updated 2024-03-08T12:35:48Z
    masukkan script iklan disini
    IKLAN

    Baca Juga

    Benarkah Muhammadiyah dan Pemerintah akan Rayakan Idul Fitri pada 10 April 2024? Begini Pridiksi BRIN



    Langgampos.com - Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) telah memperkirakan bahwa Hari Raya Idul Fitri akan jatuh pada tanggal 10 April 2024.

    Menurut Peneliti Ahli Utama dari Pusat Riset Antariksa, Thomas Djamaludin, prediksi ini kemungkinan besar tidak akan berbeda dengan perhitungan yang dilakukan oleh Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah karena ketinggian bulan sudah terlihat dengan jelas.

    Pada tanggal 9 April 2024, ketinggian bulan diprediksi mencapai 6 derajat dengan sudut elongasi sebesar 8 derajat di wilayah Indonesia.

    Kriteria tersebut sudah memenuhi standar yang ditetapkan oleh Menteri Agama Brunei, Indonesia, Malaysia, dan Singapura (MABIMS) yang menjadi acuan bagi pemerintah Indonesia.

    "Posisi bulan di wilayah Indonesia sudah cukup tinggi, dengan ketinggian mencapai 6 derajat dan elongasi sekitar 8 derajat, sehingga secara hitung-hitungan sudah memenuhi kriteria MABIMS, yakni kriteria hitungan 3 derajat dan elongasi 6,4 derajat," ujar Thomas dalam konferensi pers di Jakarta Pusat pada Jumat (8/3/2024).

    Thomas menjelaskan bahwa dalam sidang isbat tanggal 9 April 2024 mendatang, kemungkinan besar hari raya Idul Fitri akan ditetapkan pada tanggal 10 April 2024.

    Keputusan ini kemungkinan besar akan sejalan dengan keputusan yang telah ditetapkan oleh PP Muhammadiyah yang juga menetapkan Idul Fitri pada hari yang sama.

    "Rukyat pada tanggal 9 April kemungkinan besar akan berhasil (melihat bulan), akan ada saksi yang melihat, sehingga pada saat sidang tanggal 9 April diputuskan bahwa Idul Fitri jatuh pada tanggal 10, jika ditetapkan melalui kriteria wujudul hilal oleh salah satu organisasi masyarakat, sehingga nantinya, insyaAllah, Idul Fitri bisa jatuh pada tanggal 10 April," jelasnya.

    Sementara itu, untuk penetapan awal Ramadan, Thomas menjelaskan bahwa kemungkinan akan terjadi perbedaan karena ketinggian bulan pada tanggal 10 Maret 2024 pada waktu magrib tidak memenuhi kriteria MABIMS.

    Sehingga, kemungkinan metode rukyat atau melihat dengan mata telanjang tidak akan memperlihatkan bulan, sehingga dapat diputuskan bahwa awal puasa akan dimulai pada tanggal 12 Maret 2024.

    Namun, jika dilihat dari sudut munculnya bulan dari ufuk, bulan sudah berada pada sudut positif, sehingga PP Muhammadiyah yang menerapkan metode wujudul hilal haqiqi atau munculnya bulan di atas ufuk menetapkan awal puasa pada tanggal 11 Maret.

    Thomas menegaskan bahwa secara prinsipil, tidak ada perbedaan dalam perhitungan bulan.

    Hanya saja, perbedaan tersebut terjadi karena kriteria penetapan bulan baru yang berbeda antara PP Muhammadiyah dan MABIMS.

    "Jika dilihat dari prinsip kalender, perbedaan itu terjadi karena prinsip kriteria dan otoritas," tambahnya. (as)

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini

    Sastra

    +
    close