• Jelajahi

    Copyright © Langgam Pos
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Menu Bawah

    Denda yang Harus Dibayar jika Tidak Lapor SPT Selama Bertahun-tahun

    Sabtu, 09 Maret 2024, Sabtu, Maret 09, 2024 WIB Last Updated 2024-03-09T02:11:25Z
    masukkan script iklan disini

    Baca Juga

    Denda yang Harus Dibayar jika Tidak Lapor SPT Selama Bertahun-tahun




    Langgampos.com - Direktorat Jenderal Pajak (DJP) di bawah Kementerian Keuangan (Kemenkeu) telah menetapkan batas waktu untuk pelaporan Surat Pemberitahuan Tahunan (SPT) bagi wajib pajak orang pribadi hingga 31 Maret 2024. Pelaporan SPT bukanlah sekadar formalitas belaka; ini merupakan kewajiban yang diatur oleh Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2007 tentang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan (KUP). Pasal 3 ayat (1) UU KUP menyatakan bahwa setiap wajib pajak harus mengisi SPT dengan lengkap, jelas, benar, dan ditandatangani sebelum disampaikan ke kantor DJP.

    Menurut Direktur Penyuluhan, Pelayanan, dan Hubungan Masyarakat DJP, Dwi Astuti, pelaporan SPT tidak hanya sebagai kewajiban hukum semata, tetapi juga sebagai penerapan dari self assessment. Ini berarti wajib pajak harus secara mandiri menilai dan melaporkan harta serta kewajibannya. Namun, jika seseorang tidak memenuhi kewajiban ini selama bertahun-tahun, apa yang akan terjadi?

    Konsekuensi dari Tidak Melaporkan SPT

    Dwi menjelaskan bahwa jika wajib pajak tidak melaporkan SPT hingga batas waktu yang ditetapkan, DJP akan memberikan sanksi. Bagi wajib pajak orang pribadi, denda sebesar Rp 100.000 akan dikenakan sesuai dengan Pasal 7 UU KUP. Sedangkan untuk wajib pajak badan, denda yang dikenakan adalah sebesar Rp 1.000.000 jika tidak melaporkan SPT.

    Terkait dengan wajib pajak orang pribadi yang tidak melaporkan SPT selama bertahun-tahun, DJP memberlakukan denda tambahan sebesar Rp 100.000 untuk setiap kali keterlambatan pelaporan. Misalnya, jika seseorang tidak melaporkan SPT selama lima tahun, maka total denda yang harus dibayar adalah Rp 500.000.

    Proses Pelaporan SPT

    Bagi wajib pajak yang ingin melaporkan SPT, ada beberapa langkah yang harus diikuti:

    1. Melapor SPT menggunakan formulir 1770 SS dengan e-filing:

    • Siapkan beberapa dokumen, seperti bukti potong, penghasilan, harta, utang, tanggungan keluarga, termasuk pembayaran zakat, atau sumbangan lainnya
    • Kunjungi laman pajak.go.id
    • Pilih "LOGIN"
    • Masukkan Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP), password, dan kode keamanan
    • Bila sudah, klik "LOGIN"
    • Pilih menu "LAPOR" dan klik enu "e-filing" setelah masuk ke dashboard
    • Pilih menu "Buat SPT"
    • Isi pertanyaan yang diberikan
    • Pilih "SPT 1770 SS" setelah menjawab pertanyaan sesuai jawaban Isi data formulir berupa isi tahun pajak dan status SPT
    • Pilih "Langkah Selanjutnya"
    • Perlu dicatat bahwa kolom "Pembetulan" hanya diisi ketika wajib pajak melihat kesalahan pada SPT pada tahun sebelumnya
    • Isi bagian A dengan penghasilan bruto dan pengurang, seperti iuran pensiun atau jaminan hari tua (JHT)
    • Pilih status Penghasilan Tidak Kena Wajib Pajak pada poin ketiga Isi PPh yang telah dipotong perusahaan pada poin 6
    • Jika sudah lengkap, sistem akan mengarahkan wajib pajak ke Bagian B
    • Bagian B diisi dengan penghasilan yang tidak dikenakan pajak maupun penghasilan final
    • Bagian C isi dengan nominal utang dan harta
    • Centang pernyataan "Setuju/Agree" pada kolom pernyataan
    • Ketikkan kode verifikasi yang disampaikan melalui email dan klik "Kirim SPT"
    • Tunggu beberapa saat sampai wajib pajak menerima
    • Bukti Penerimaan Elektronik (BPE) dari SPT yang dilaporkan ke email.

    2. Melapor SPT menggunakan formulir 177 S dengan e-filing:

    • Siapkan beberapa dokumen, seperti bukti potong, penghasilan, harta, utang, tanggungan keluarga, termasuk pembayaran zakat atau sumbangan lainnya
    • Kunjungi laman pajak.go.id
    • Pilih "LOGIN"
    • Masukkan Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP), password, dan kode keamanan
    • Bila sudah, klik "LOGIN"
    • Pilih menu "LAPOR" dan klik menu "e-filing" setelah masuk ke dashboard
    • Pilih menu "Buat SPT"
    • Isi pertanyaan yang diberikan
    • Klik "pilih dengan formulir"
    • Pilih "SPT 1770 S dengan formulir"
    • Isi data formulir berupa isi tahun pajak dan status SPT
    • Pilih "Langkah Selanjutnya"
    • Perlu dicatat bahwa kolom "Pembetulan" hanya diisi ketika wajib pajak melihat kesalahan pada SPT pada tahun sebelumnya
    • Bagian A diisi dengan penghasilan final
    • Bagian B diisi dengan harta pada akhir tahun
    • Bagian C diisi dengan daftar utang pada akhir tahun
    • Pilih "Lanjut"
    • Isikan daftar susunan anggota keluarga pada bagian D
    • Klik "Langkah Selanjutnya"
    • Isikan penghasilan Neto dalam negeri yang bukan final pada bagian A, seperti bunga, royalti, sewa, hadiah, keuntungan penjualan atau pengalihan harta, atau penghasilan lainnya
    • Bagian B diisi dengan penghasilan yang tidak termasuk objek pajak
    • Bagian C diisi dengan daftar pemotongan atau pungutan PPh dari bukti potong
    • Isi Induk SPT dengan status perkawinan, status kewajiban perpajakan suami/ istri, dan NPWP suami/ istri
    • Bagian A diisi dengan penghasilan Neto
    • Bagian B diisi dengan status perkawinan dan jumlah tanggungan
    • Bagian C hanya diisi oleh wajib pajak yang memperoleh penghasilan dari luar negeri
    • Bagian D hanya diisi oleh wajib pajak yang membayar angsuran PPh Pasal 25
    • Lihat status SPT pada bagian E
    • Bagian F diisi oleh wajib yang secara rutin SPT-nya kurang bayar
    • Centang '"Setuju/ Agree"
    • Ketikkan kode verifikasi yang disampaikan melalui email
    • Klik "Kirim SPT" Bukti Penerimaan Elektronik (BPE) atas SPT akan dirikimkan melalui email.


    Melaporkan SPT adalah kewajiban yang harus dipenuhi oleh setiap wajib pajak. Tidak hanya sebagai kewajiban hukum, melainkan juga sebagai bentuk penerapan dari self assessment. Jika seseorang tidak melaporkan SPT selama bertahun-tahun, mereka akan dikenakan sanksi berupa denda yang besar. Oleh karena itu, penting bagi setiap wajib pajak untuk mematuhi aturan perpajakan dan melaporkan SPT secara tepat waktu untuk menghindari konsekuensi yang tidak diinginkan. (mn)
    Komentar

    Tampilkan

    Terkini

    close