• Jelajahi

    Copyright © Langgam Pos
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Menu Bawah

    Iklan

    Gempa Magnitudo 6,5 Guncang Tuban, Getaran Terasa Hingga Sumenep Madura

    Jumat, 22 Maret 2024, 17:41 WIB Last Updated 2024-04-03T05:58:24Z
    masukkan script iklan disini
    IKLAN

    Baca Juga

    Gempa Magnitudo 6,5 Guncang Tuban, Getaran Terasa Hingga Sumenep Madura





    Langgampos.com - Gempa bumi dengan magnitudo 6,5 menggetarkan wilayah Tuban, Jawa Timur pada Jumat (22/3/2024) pukul 15.52 WIB. Episentrum gempa terjadi sekitar 130 kilometer timur laut Kota Tuban. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat kedalaman gempa mencapai 10 kilometer.

    Getaran akibat gempa ini juga terasa di sejumlah wilayah, termasuk Perkotaan Sumenep di Pulau Madura. Salah seorang warga Kelurahan Pajagalan, Kecamatan Kota Sumenep, Halima (40) mengungkapkan pengalaman saat gempa terjadi. "Saya sedang tidur nyenyak, tiba-tiba terbangun karena merasakan lantai bergoyang," ujar Halima kepada Langgampos.com.

    Halima juga menyampaikan bahwa reaksi warga sekitar cukup panik. "Ada yang keluar dari rumah dan berteriak, 'Gempa, gempa'," tambahnya. Meskipun demikian, BMKG melalui akun X-nya menyebutkan bahwa gempa ini tidak berpotensi menyebabkan tsunami.

    "Kami mengimbau agar masyarakat tetap waspada terhadap gempa susulan yang mungkin terjadi," peringatan BMKG tertera di situs web resminya. Hal ini menjadi penting mengingat potensi gempa susulan pasca-gempa utama yang bisa terjadi dalam kurun waktu tertentu.

    Gempa yang terjadi di Tuban ini mengingatkan kembali akan potensi bencana alam yang selalu mengintai wilayah Indonesia, yang terletak di Jalur Ring of Fire. Wilayah Indonesia sering kali menjadi pusat perhatian dunia terkait risiko bencana gempa bumi, tsunami, dan letusan gunung berapi.

    Pemerintah dan instansi terkait diimbau untuk terus meningkatkan kewaspadaan serta kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana alam. Hal ini mencakup upaya-upaya peningkatan infrastruktur penanggulangan bencana, sosialisasi kepada masyarakat akan protokol keselamatan, serta peningkatan kemampuan dalam merespons bencana alam dengan cepat dan efektif.

    Selain itu, masyarakat juga diminta untuk selalu memperhatikan informasi terkini dari BMKG serta mengikuti arahan resmi dari pihak berwenang terkait penanganan bencana. Edukasi akan perilaku aman saat terjadi gempa dan langkah-langkah evakuasi yang benar juga perlu terus disosialisasikan agar masyarakat dapat lebih siap dan tanggap dalam menghadapi situasi darurat.

    Gempa bumi di Tuban ini menjadi pengingat bagi kita semua akan pentingnya kewaspadaan dan persiapan dalam menghadapi potensi bencana alam yang bisa terjadi kapan saja. Dengan kerjasama antara pemerintah, lembaga terkait, dan masyarakat yang baik, diharapkan dampak dari bencana alam seperti gempa bumi dapat diminimalisir sehingga kerugian baik dari segi materi maupun korban jiwa dapat diminimalkan. (as)
    Komentar

    Tampilkan

    Terkini

    Sastra

    +
    close