• Jelajahi

    Copyright © Langgam Pos
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Menu Bawah

    gempur rokok illegal

    Iklan

    Kenapa Harga Beras Tetap Mahal Meski Stok Melimpah? Ombudsman RI Jelaskan 2 Dugaan Penyebabnya

    Jumat, 15 Maret 2024, 21:03 WIB Last Updated 2024-04-03T06:04:52Z
    masukkan script iklan disini
    IKLAN

    Baca Juga

    Kenapa Harga Beras Tetap Mahal Meski Stok Melimpah? Ombudsman RI Jelaskan 2 Dugaan Penyebabnya


    Langgampos.com - Anggota Ombudsman RI, Yeka Hendra Fatika, mengungkapkan bahwa meskipun Bulog telah memasok ratusan ribu ton beras melalui Stabilisasi Pasokan Harga Pangan (SPHP) di pasar-pasar induk, harga beras di masyarakat masih tetap tinggi. Menurutnya, ada dua faktor yang menjadi penyebab utama hal tersebut.

    Pertama, beras yang disediakan melalui program SPHP diduga sering mengalami repacking atau pengemasan ulang sebelum dijual, dan seringkali dijual dalam bentuk yang tidak sesuai dengan instruksi pemerintah.

    Yeka menjelaskan bahwa hal ini kemungkinan terjadi karena kurangnya pengawasan yang memadai. "Ini hanya hipotesis saat ini, tetapi bisa saja beras SPHP yang seharusnya dijual dalam bentuk SPHP malah di repacking atau dijual sebagai beras komersial," ujar Yeka ketika melakukan inspeksi di Gudang Beras Bulog Kelapa Gading, Jakarta Utara, pada Jumat (15/3/2024).

    Lebih lanjut, Yeka menegaskan bahwa kurangnya pengawasan terhadap pasar ritel dan konsumen juga menjadi faktor penyumbang terjadinya hal tersebut.

    Selain itu, Yeka juga mengungkapkan dugaan kedua, yaitu masalah dalam proses produksi beras di dalam negeri. "Dugaan yang kedua adalah terkait dengan masalah produksi yang mengganggu pasokan, jadi hanya ada dua kemungkinan tersebut," tambahnya.

    Selanjutnya, Yeka juga menyoroti perbedaan kemasan antara beras Bulog yang disediakan melalui program SPHP dan beras Bulog untuk kebutuhan komersial yang tidak jelas. Padahal, kualitas beras tersebut sebenarnya sama.

    "Kita melihat bahwa kemasan dari beras SPHP dan beras komersial tidak memiliki perbedaan yang signifikan, sehingga ini menjadi masukan bagi Bulog terkait dengan kemasan produknya," ucapnya.

    Dari penjelasan yang disampaikan oleh Yeka Hendra Fatika, dapat disimpulkan bahwa harga beras yang masih tinggi di masyarakat meskipun stoknya melimpah disebabkan oleh kurangnya pengawasan terhadap distribusi dan kemasan beras, serta masalah dalam proses produksi beras di dalam negeri. Oleh karena itu, perlu adanya langkah-langkah konkret untuk memperbaiki sistem distribusi dan pengawasan agar harga beras dapat terkendali dan terjangkau bagi masyarakat. (as)






    Sumber: Kompas
    Komentar

    Tampilkan

    Terkini

    close