• Jelajahi

    Copyright © Langgam Pos
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Menu Bawah

    Iklan

    Meminimalkan Banjir dengan Proyek Drainase: Investasi Infrastruktur di Sumenep

    Sabtu, 09 Maret 2024, 19:06 WIB Last Updated 2024-04-03T15:56:37Z
    masukkan script iklan disini
    IKLAN

    Baca Juga

    Meminimalkan Banjir dengan Proyek Drainase: Investasi Infrastruktur di Sumenep


    Langgampos.com - Kabupaten Sumenep, sebuah wilayah yang terus berkembang, tidak hanya mengutamakan akses jalan yang memadai, tetapi juga memperhatikan sistem drainase yang efektif. Sebagai bagian dari komitmen untuk meningkatkan infrastruktur, pemerintah telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp 4,2 miliar, yang salah peruntukannya adalah untuk pembangunan proyek drainase.

    Dalam rangka menjalankan rencana ini, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUTR) Sumenep, melalui Kabid Air Minum dan Penyehatan Lingkungan Permukiman (PLP) Dedi Falahuddin, telah menetapkan 16 lokasi prioritas. Dedi menjelaskan bahwa proyek-proyek drainase tersebar di berbagai sektor, tidak terbatas pada satu bidang saja. Beberapa di antaranya terletak di sektor bina marga.

    Dalam pelaksanaannya, proyek-proyek drainase ini akan dikerjakan melalui dua metode utama: penunjukan langsung dan tender. Misalnya, proyek di Jalan dr Cipto dan RS Abuya Kangean telah ditender. Saat ini, proyek-proyek tersebut masih dalam tahap perencanaan. Dedi optimis bahwa pengerjaan proyek akan dimulai pada pertengahan tahun ini.

    M. Ramzi, Sekretaris Komisi III DPRD Sumenep, menjelaskan bahwa pembangunan drainase bukan hanya sekadar investasi infrastruktur, tetapi juga strategi untuk meminimalkan dampak banjir, terutama saat musim hujan dengan curah yang tinggi. Menurutnya, manfaat dari pembangunan drainase akan langsung dirasakan oleh masyarakat. Oleh karena itu, penting bagi pemerintah untuk memastikan bahwa proyek-proyek ini dilaksanakan dengan tepat sesuai perencanaan.

    Meskipun detail teknis menjadi tanggung jawab organisasi perangkat daerah (OPD) terkait, Ramzi menekankan bahwa penting bagi setiap proyek untuk mematuhi ketentuan yang telah ditetapkan. Dengan demikian, pembangunan drainase di Sumenep tidak hanya menjadi investasi infrastruktur yang penting, tetapi juga langkah konkret dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui pemeliharaan lingkungan yang lebih baik.

    Pembangunan infrastruktur drainase bukanlah tugas sepele. Selain harus memastikan keberlanjutan proyek, Pemkab Sumenep juga perlu memperhatikan aspek-aspek seperti kualitas material yang digunakan, perencanaan yang matang, serta keterlibatan masyarakat dalam proses tersebut. Dengan adanya dukungan dari berbagai pihak, diharapkan proyek-proyek drainase ini dapat memberikan manfaat yang maksimal bagi masyarakat Sumenep secara keseluruhan.

    Proyek-proyek seperti ini juga merupakan investasi jangka panjang untuk melindungi lingkungan dan infrastruktur dari kerusakan akibat banjir. Selain itu, proyek-proyek ini juga dapat menciptakan lapangan kerja baru dan mendorong pertumbuhan ekonomi lokal. Oleh karena itu, pembangunan drainase di Sumenep bukan hanya sekadar upaya teknis, tetapi juga langkah strategis dalam mencapai pembangunan berkelanjutan yang inklusif dan berdaya tahan. Dengan terus meningkatkan kualitas infrastruktur, Sumenep dapat menjadi contoh bagi kabupaten lain dalam memanfaatkan sumber daya secara efisien dan berkelanjutan.

    Dengan demikian, pembangunan infrastruktur drainase di Sumenep tidak hanya merupakan tanggung jawab pemerintah semata, tetapi juga menjadi kewajiban bersama bagi semua pihak untuk memastikan kelangsungan hidup dan kesejahteraan masyarakat. Dengan komitmen yang kuat dan kerjasama yang solid, Sumenep dapat terus maju menuju masa depan yang lebih baik, di mana infrastruktur yang handal dan lingkungan yang sehat menjadi pondasi bagi pembangunan yang berkelanjutan dan inklusif bagi semua. (as)
    Komentar

    Tampilkan

    Terkini

    Sastra

    +
    close