• Jelajahi

    Copyright © Langgam Pos
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Menu Bawah

    Iklan

    Mengenal Lebih Dekat dengan Realisme Magis: Karakteristik dan Pengaruhnya

    Rabu, 27 Maret 2024, 11:04 WIB Last Updated 2024-04-03T05:54:09Z
    masukkan script iklan disini
    IKLAN

    Baca Juga

    Mengenal Lebih Dekat dengan Realisme Magis: Karakteristik dan Pengaruhnya




    Langgampos.com - Realisme magis adalah genre sastra di mana elemen-elemen magis bercampur dengan dunia nyata. Hal ini disajikan secara lurus, menempatkan "realita" dan "fantastis" dalam aliran pikiran yang sama.

    Realisme magis berasal dari berbagai tradisi budaya dan sastra. Namun, ia mendapatkan popularitasnya dalam sastra Amerika Latin pada pertengahan abad ke-20.

    Kritikus seni Jerman Franz Roh mencetuskan istilah "realisme magis" pada tahun 1920-an. Namun, istilah ini kemudian di populerkan dan dihubungkan dengan sastra oleh penulis Kuba, Alejo Carpentier.

    Karakteristik Penting dari Realisme Magis

    1. Pengaturan yang Realistis: Antara yang Biasa dan yang Magis

    Pengaturan realistis dari realisme magis mengakar pembaca dalam dunia yang familiar, seringkali tidak dapat dibedakan dari dunia kita sendiri, di mana kehidupan sehari-hari berlangsung seperti yang diharapkan.

    Pengaturan ini berperan sebagai panggung untuk memperkenalkan elemen-elemen magis atau fantastis yang mengganggu dan menantang kebiasaan dunia ini.

    2. Reticence Penulis: Yang Tak Dijelaskan Sebagai Hal yang Normal

    Realisme magis membedakan dirinya melalui reticence penulis - penulis dengan sengaja tidak menjelaskan atau membenarkan kejadian-kejadian magis dalam cerita. Ini meningkatkan kualitas magis dari kejadian-kejadian tersebut.

    Kekurangan penjelasan, bagaimanapun, tidak menyebabkan rasa ketidakpercayaan atau kebingungan. Sebaliknya, sihir dianggap sebagai hal yang normal dan merupakan bagian integral dari kehidupan, memfasilitasi fusi yang mulus antara yang nyata dan yang magis.

    3. Kehadiran yang Luar Biasa: Normalisasi Magis

    Dalam genre realisme magis, yang luar biasa menjadi biasa. Kejadian-kejadian supernatural digambarkan sebagai kejadian-kejadian yang rutin, diterima dan tidak dipertanyakan oleh para karakter.

    Penerimaan yang santai ini mengnormalisasi sihir. Ini memasukkannya ke dalam kain kehidupan sehari-hari dan mengaburkan batas antara yang nyata dan yang tidak nyata.

    4. Distorsi Waktu: Kelenturan Waktu

    Realisme magis sering menggunakan distorsi waktu, mempresentasikan waktu sebagai siklus, statis, atau abadi daripada linear. Persepsi waktu yang fleksibel ini dapat menciptakan atmosfer yang bermimpi atau surreal.

    5. Hibriditas: Pengaburan Batas

    Hibriditas dalam realisme magis melibatkan percampuran antitesa atau kontradiksi. Ini bisa mencakup berbagai dikotomi seperti hidup dan mati, masa lalu dan sekarang, atau alam dan supernatural.

    6. Metafiksi: Cerita dalam Cerita

    Metafiksi adalah bentuk bercerita di mana naratif dengan sadar dan sistematis menarik perhatian pada statusnya sebagai karya seni. Dalam konteks realisme magis, metafiksi dapat meningkatkan penggabungan antara yang nyata dan yang fantastis.

    7. Kritik Politik: Kekuatan Allegori

    Penulis sering menggunakan realisme magis sebagai alat untuk kritik politik. Dengan memasukkan elemen-elemen magis ke dalam pengaturan yang realistis, penulis dapat mengekspresikan isu-isu politik atau sosial yang kompleks dengan cara yang lebih simbolis, allegoris.

    8. Realisme Magis sebagai Strategi Naratif

    Secara keseluruhan, realisme magis bukan hanya sebuah genre sastra tetapi juga strategi naratif. Ini menggunakan fusi antara yang nyata dan yang magis untuk menantang persepsi kita tentang realitas, mengaburkan batas, dan memberikan kritik sosial dan politik.

    Dengan menggabungkan elemen-elemen magis ke dalam pengaturan yang realistis, penulis dapat menjelajahi tema-tema dan isu-isu yang kompleks dengan cara yang unik dan menarik.

    Dengan menggunakan reticence penulis, distorsi waktu, hibriditas, dan metafiksi, penulis dapat membuat cerita yang mengaburkan batas antara yang familiar dan yang tidak, antara yang nyata dan yang surreal, antara yang biasa dan yang magis.

    Efektivitas realisme magis terletak pada kemampuannya untuk menjadikan yang biasa terlihat luar biasa. Ini juga mengingatkan kita bahwa realitas bukanlah objektif tetapi subjektif dan fluida. Persepsi, kepercayaan, dan cerita kita membentuknya. (kj)
    Komentar

    Tampilkan

    Terkini

    Sastra

    +
    close