• Jelajahi

    Copyright © Langgam Pos
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Menu Bawah

    Iklan

    Pemerintah Akan Naikkan PPN Menjadi 12%, Haruskah Kita Khawatir?

    Selasa, 19 Maret 2024, 23:14 WIB Last Updated 2024-04-03T06:03:01Z
    masukkan script iklan disini
    IKLAN

    Baca Juga

    Pemerintah Akan Naikkan PPN Menjadi 12%, Haruskah Kita Khawatir?




    Pemerintah Akan Naikkan PPN Menjadi 12%, Haruskah Kita Khawatir? - Langgampos.comPada tahun 2025, rencananya Pemerintah Indonesia akan menaikkan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) menjadi 12%. Meskipun hal ini dapat menimbulkan berbagai pandangan dan pendapat, namun jika kita mengambil contoh dari Finlandia, negara dengan pajak tertinggi nomor dua di dunia, kita dapat belajar tentang pentingnya pajak yang tinggi untuk kesejahteraan warga.

    Finlandia memiliki sistem pajak yang mengharuskan warganya membayar pajak hingga 56%, dan sejak tahun 1996, pajak mereka tidak pernah turun di bawah 49%. Meskipun pajak tinggi, namun Finlandia berhasil mencatatkan diri sebagai negara dengan tingkat kebahagiaan warga tertinggi di dunia selama enam tahun berturut-turut. Hal ini menunjukkan bahwa pajak yang tinggi tidak selalu menjadi beban, melainkan dapat menjadi investasi untuk kesejahteraan bersama.

    Salah satu kunci keberhasilan Finlandia adalah kepercayaan warganya terhadap pemerintah dan penggunaan pajak yang mereka bayarkan. Warga Finlandia yakin bahwa pajak yang mereka bayarkan akan kembali dalam bentuk fasilitas publik yang dapat dinikmati oleh semua orang. Misalnya, mereka menikmati infrastruktur yang baik, pendidikan gratis, layanan kesehatan terjangkau, keamanan yang terjaga, serta pengembangan ekonomi yang berkelanjutan. Dampak positifnya terlihat dari berbagai penghargaan yang diraih Finlandia, seperti menjadi negara paling aman pada tahun 2017, memiliki kebebasan individu yang tinggi, dan stabilitas politik serta pendidikan yang diakui secara internasional.

    Ketika negara memiliki pendapatan yang besar dari pajak, maka kebijakan yang progresif seperti yang diterapkan oleh Finlandia dapat dilakukan. Peningkatan PPN menjadi 12% di Indonesia bisa menjadi langkah awal untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Namun, tentu saja hal ini harus disertai dengan kebijakan yang mendukung, serta keyakinan bahwa uang pajak tersebut akan kembali dalam bentuk manfaat yang nyata bagi seluruh rakyat.

    Ketika melihat ke belakang, pertanyaan muncul apakah kenaikan 1% PPN setiap 1 Januari di tahun 2025 merupakan langkah yang tepat. Mungkin kita dapat mengambil contoh dari Finlandia dan negara-negara maju lainnya yang sukses mengelola pajak tinggi demi kesejahteraan bersama. Jika kita dapat memastikan bahwa pajak yang tinggi di Indonesia akan diinvestasikan kembali dalam bentuk fasilitas publik yang berkualitas dan berdampak positif bagi masyarakat, maka kenaikan tersebut seharusnya dapat diterima.

    Namun, untuk mencapai keberhasilan seperti Finlandia, bukan hanya masalah pajak yang harus diperhatikan. Kebijakan yang transparan, pengelolaan yang efektif, serta partisipasi aktif dari masyarakat juga sangat penting. Selain itu, perlu adanya pemahaman bahwa kenaikan pajak bukanlah tujuan akhir, melainkan sarana untuk mencapai kesejahteraan bersama.

    Sebagai warga negara, kita juga memiliki peran penting dalam memastikan bahwa pajak yang kita bayarkan digunakan dengan baik oleh pemerintah. Dengan begitu, kita dapat bersama-sama memajukan negara kita menuju tingkat kesejahteraan yang lebih baik. Jadi, seharusnya bukan masalah setuju atau tidak terhadap kenaikan 1% PPN, melainkan bagaimana kita dapat bersama-sama membangun negara yang lebih baik untuk generasi mendatang. Jika Finlandia dapat melakukannya, mengapa kita tidak dapat?

    Dalam konteks globalisasi dan persaingan ekonomi yang semakin ketat, Indonesia perlu melangkah maju dengan kebijakan yang progresif dan berorientasi pada kesejahteraan rakyat. Peningkatan PPN bisa menjadi salah satu instrumen untuk mengumpulkan dana yang lebih besar untuk pembangunan infrastruktur, pendidikan, kesehatan, dan sektor-sektor vital lainnya yang dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat.

    Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa kenaikan PPN menjadi 12% di tahun 2025 bisa menjadi langkah yang positif jika dilakukan dengan tepat dan disertai dengan kebijakan yang mendukung serta transparansi dalam penggunaan dana publik. Mari kita belajar dari negara-negara maju seperti Finlandia dan menjadikan kenaikan pajak sebagai investasi untuk kesejahteraan bersama, bukan sebagai beban tambahan bagi masyarakat. (as)
    Komentar

    Tampilkan

    Terkini

    Sastra

    +
    close