• Jelajahi

    Copyright © Langgam Pos
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Menu Bawah

    Pengertian, Fungsi dan Contoh Premis dalam Karya Sastra

    Minggu, 24 Maret 2024, Minggu, Maret 24, 2024 WIB Last Updated 2024-04-03T05:58:01Z
    masukkan script iklan disini

    Baca Juga

    Pengertian, Fungsi dan Contoh Premis dalam Karya Sastra



    Pengertian, Fungsi dan Contoh Premis dalam Karya Sastra - Langgampos.comPremis adalah salah satu konsep yang sering digunakan dalam membangun argumen, terutama dalam karya sastra dan pidato yang memiliki tujuan persuasif. Istilah premis berasal dari bahasa Latin, praemissa, yang artinya proposisi yang disusun sebelumnya. Premis merupakan bagian pertama dari suatu argumen yang menjadi dasar untuk menyimpulkan suatu hal. Dalam artikel ini, kita akan membahas pengertian premis, contoh-contoh penggunaannya dalam karya sastra dan pidato terkenal, serta fungsi-fungsi yang dimilikinya.

    Pengertian Premis

    Premis dapat diartikan sebagai suatu proposisi atau pernyataan awal yang menjadi dasar dari suatu argumen. Kata "premis" sendiri berasal dari bahasa Latin, yaitu "praemissa," yang terdiri dari dua kata, yaitu "prae" yang berarti sebelum atau sebelumnya, dan "mittere" yang berarti mengirim. Dalam retorika, premis menjadi landasan dari suatu argumen. Premis kedua dalam suatu argumen bersama-sama dengan premis pertama membentuk suatu silogisme yang kemudian digunakan untuk menarik kesimpulan. Dengan demikian, premis merupakan proposisi sederhana yang menjadi dasar dari suatu kesimpulan.

    Contoh Premis dalam Karya Sastra

    1. Pidato "I Have a Dream" oleh Martin Luther King

    Dalam pidatonya yang terkenal, Martin Luther King menggunakan premis untuk membangun argumennya. Salah satu contoh premis yang digunakannya adalah sebagai berikut:

    "Five score years ago, a great American, in whose symbolic shadow we stand today, signed the Emancipation Proclamation."
    Dalam premis ini, King menyatakan bahwa pada masa lalu, seorang tokoh penting Amerika menandatangani Proklamasi Emansipasi yang menjadi simbol harapan bagi jutaan budak Negro. Premis ini kemudian menjadi dasar bagi argumennya bahwa meskipun sudah berlalu waktu yang cukup lama sejak proklamasi tersebut, namun masih banyak ketidakadilan yang harus diatasi, sehingga mereka masih berjuang untuk mendapatkan keadilan yang seharusnya mereka dapatkan.

    2. Pidato "Spanish Armada Speech" oleh Ratu Elizabeth

    Dalam pidato historisnya, Ratu Elizabeth menggunakan premis untuk membangun argumennya terkait invasi dari Spanyol. Contoh premis yang digunakan adalah sebagai berikut:

    "I know I have the body but of a weak and feeble woman; but I have the heart and stomach of a king, and of a king of England too..."


    Dalam premis ini, Ratu Elizabeth menyatakan bahwa meskipun ia fisiknya adalah seorang wanita yang lemah, namun ia memiliki semangat dan keberanian seorang raja, terutama seorang raja dari Inggris. Premis ini kemudian digunakan untuk memperkuat argumennya bahwa ia bersedia bertempur dan memimpin pertahanan terhadap invasi dari Spanyol.

    Fungsi Premis

    Premis memiliki beberapa fungsi penting dalam membangun suatu argumen:

    • Sebagai Titik Awal Argumen: Premis berfungsi sebagai titik awal dari suatu argumen. Dengan premis, seorang penulis atau pembicara dapat memperkenalkan pokok pembicaraan dan memberikan dasar untuk menyimpulkan suatu hal.
    • Memberikan Kesan Pertama: Premis pertama dalam suatu argumen dapat memberikan kesan pertama kepada pembaca atau pendengar. Jika premis tersebut kuat, maka hal itu dapat membuat kesan yang kuat pula dan membantu pembicara atau penulis untuk meyakinkan audiensnya.
    • Menyusun Struktur Argumen: Premis kedua dalam suatu argumen bersama dengan premis pertama membentuk struktur dasar dari suatu argumen. Dengan menyusun argumen secara logis melalui premis-premis yang kuat, pembicara atau penulis dapat membuat argumen yang lebih meyakinkan dan persuasif.
    Dengan demikian, premis memiliki peran yang sangat penting dalam membangun suatu argumen yang kuat dan meyakinkan. Dalam karya sastra dan pidato terkenal, penggunaan premis secara efektif dapat membantu menyampaikan pesan-pesan penting kepada audiens dan membentuk pemahaman yang lebih mendalam tentang suatu isu atau peristiwa. (as)
    Komentar

    Tampilkan

    Iklan

    Terkini

    close