• Jelajahi

    Copyright © Langgam Pos
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Menu Bawah

    Iklan

    Penguatan Kemampuan Digital Guru Melalui Sinergi Kemendikbud dan Harvard University

    Minggu, 10 Maret 2024, 08:59 WIB Last Updated 2024-04-03T06:11:01Z
    masukkan script iklan disini
    masukkan script iklan disini

    Baca Juga

    Penguatan Kemampuan Digital Guru Melalui Sinergi Kemendikbud dan Harvard University
    Penguatan Kemampuan Digital Guru Melalui Sinergi Kemendikbud dan Harvard University





    Penguatan Kemampuan Digital Guru Melalui Sinergi Kemendikbud dan Harvard University - Langgampos.comKementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbud Ristek) melalui Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan bersinergi dengan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) telah sukses menyelenggarakan Program Microcredential CS50x Indonesia–Harvard University. Setelah sukses pada tahun pilot 2023, jumlah peserta guru meningkat dari 150 menjadi 273 orang, mencakup jenjang SMP, SMA, dan SMK.

    Program ini, yang berlangsung selama 22 minggu secara daring, diikuti oleh para peserta terpilih yang nantinya akan melanjutkan rangkaian program luring selama 5 hari di Jakarta Intercultural School. Program ini akan dipandu langsung oleh Prof. David J. Malan, Gordon McKay Professor, Practice of Computer Science di Harvard University.

    Pada pembukaan seminar luring bertajuk "Digital Skill Bagi Guru" di Graha Ristekdikti Gedung D Kompleks Kemendikbudristek, Jakarta, Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Mendikbud Ristek) Nadiem Makarim turut hadir bersama Prof. David Malan pada Kamis (7/3/2024).

    Mendikbud Ristek Nadiem Makarim menekankan bahwa pelaksanaan Program CS50x adalah implementasi konkret dari gerakan Merdeka Belajar untuk meningkatkan kompetensi guru di Indonesia. Dengan mengikuti program ini, diharapkan para guru dapat memperoleh pengetahuan yang relevan dengan perkembangan zaman, menjadi bekal untuk meningkatkan kualitas pembelajaran.

    Program ini telah dilaksanakan dengan format daring dan luring mulai Oktober 2023 hingga Maret 2024. Para guru mendapatkan pengajaran langsung dari teacher fellow Harvard University tentang ilmu komputer dan seni pemrograman. Program ini tidak terbatas pada guru yang mengajar di bidang komputer dan informatika, melainkan terbuka untuk semua guru.

    Salah satu prinsip dasar yang diajarkan dalam program ini adalah Computational Thinking sebagai dasar berfikir dalam bidang informatika. Selain itu, para peserta diajarkan bahwa pelajaran Informatika bukan hanya tentang penggunaan TIK sebagai alat, tetapi juga sebagai sarana untuk menjadikan peserta didik sebagai warga digital yang paham akan teknologi.

    Mendikbud Ristek Nadiem Makarim menambahkan bahwa para guru peserta program ini mendapatkan pemahaman bahwa informatika adalah ilmu yang fleksibel dan dapat diaplikasikan dalam berbagai bidang keilmuan. Informatika, pada hakikatnya, hadir untuk memudahkan penyelesaian pekerjaan di berbagai aspek kehidupan modern.

    Selain itu, prinsip penting yang diajarkan adalah bahwa pembelajaran Informatika seharusnya mampu melahirkan generasi kreator, bukan hanya pengguna teknologi. Dengan demikian, program CS50x Indonesia–Harvard University selaras dengan semangat Merdeka Belajar yang menekankan peningkatan kompetensi guru.

    Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Ditjen GTK) menunjukkan perhatian khusus terhadap peningkatan kemampuan guru dalam bidang digital, terutama Informatika, yang merupakan mata pelajaran dalam Kurikulum Merdeka. Mata pelajaran Informatika dianggap dapat memberikan kontribusi signifikan dalam pengembangan kemampuan berpikir komputasional berbasis logika.

    Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan, Nunuk Suryani, menegaskan bahwa Informatika adalah salah satu mata pelajaran yang berkontribusi pada Profil Pelajar Pancasila. Mata pelajaran ini tidak hanya membantu tumbuhnya daya nalar kritis dan kreatif siswa di dunia nyata dan maya, tetapi juga mendorong semangat gotong royong dalam kebhinekaan global.

    Harapannya bukan hanya di lingkungan sekolah, peserta didik di luar sekolah juga diharapkan memiliki kemampuan berpikir kritis, kreatif dalam berkarya, serta literasi digital yang tinggi sebagai anggota masyarakat dan warga digital yang berakhlak baik. Melalui sinergi ini, diharapkan akan terus lahir program-program serupa yang dapat mendukung semangat Merdeka Belajar dan meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia.

    Pentingnya Meningkatkan Kompetensi Guru di Era Digital

    Peningkatan kompetensi guru tidak hanya menjadi kebutuhan, tetapi juga menjadi suatu keharusan dalam menghadapi tantangan zaman yang terus berubah. Dalam menghadapi perubahan kurikulum, perkembangan teknologi, dan kebutuhan siswa yang beragam, guru perlu terus memperbarui pengetahuan dan keterampilan mereka untuk memberikan pengalaman pembelajaran yang berkualitas dan relevan.

    Memahami pentingnya peran mereka dalam membawa perubahan positif dalam pendidikan, guru di zaman sekarang dihadapkan pada tanggung jawab yang besar untuk menjadi agen perubahan yang efektif dalam membentuk masa depan pendidikan dan membantu siswa mencapai potensi mereka yang tertinggi.

    Peningkatan kompetensi yang dimiliki oleh guru dirasa sangat penting pada zaman sekarang karena berbagai alasan yang mencerminkan dinamika dan tuntutan perkembangan zaman, termasuk:

    • Perubahan dalam Kurikulum Pendidikan: Kurikulum pendidikan terus berkembang untuk mencerminkan kebutuhan dan tantangan zaman. Guru yang terus meningkatkan kompetensinya dapat mengikuti perkembangan ini dan mengintegrasikan pendekatan pembelajaran yang lebih relevan dan efektif.
    • Perkembangan Teknologi Pendidikan: Penggunaan teknologi dalam pendidikan semakin penting. Guru yang memiliki kompetensi dalam teknologi pendidikan dapat mengimplementasikan alat-alat digital dan platform pembelajaran online untuk meningkatkan pengalaman belajar siswa.
    • Persaingan Global dalam Pendidikan: Pendidikan semakin dianggap sebagai faktor kunci dalam persaingan global. Guru yang memiliki kompetensi tinggi dapat mempersiapkan siswa untuk bersaing dalam pasar kerja yang semakin kompetitif dan dinamis.
    • Keanekaragaman Siswa: Siswa datang dari latar belakang yang beragam, termasuk budaya, bahasa, dan kebutuhan pembelajaran khusus. Guru yang memiliki kompetensi dalam memahami dan menangani keanekaragaman siswa dapat menciptakan lingkungan belajar yang inklusif dan pembelajaran berbasis keterampilan.
    • Tuntutan Perubahan Sosial dan Teknologi: Masyarakat dan teknologi terus berkembang. Guru yang memiliki kompetensi yang diperbarui dapat merancang pengalaman pembelajaran yang relevan dan menarik untuk siswa.

    Selain itu, peran guru dalam membentuk dan mengembangkan potensi siswa juga sangat penting dalam menghadapi tantangan dan peluang zaman yang terus berubah. Beberapa alasan mengapa guru perlu memiliki kompetensi yang tinggi meliputi:

    • Mengikuti Perkembangan Teknologi: Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi terjadi dengan cepat. Guru yang memiliki kompetensi dalam penggunaan teknologi dapat lebih efektif dalam mengajar dan memfasilitasi pembelajaran yang interaktif dan menarik.
    • Persiapan Siswa untuk Dunia Kerja: Guru yang kompeten dapat membantu siswa mengembangkan keterampilan dan pengetahuan yang relevan dengan kebutuhan pasar kerja yang terus berubah.
    • Pemahaman akan Keanekaragaman Siswa: Guru perlu memiliki kompetensi untuk memahami keanekaragaman siswa baik dari segi budaya, bahasa, atau kebutuhan pembelajaran khusus.
    • Adaptabilitas: Guru perlu dapat beradaptasi dengan perubahan dalam kurikulum pendidikan, metode pengajaran, dan tuntutan lingkungan belajar.
    • Pembelajaran Berbasis Keterampilan: Guru perlu fokus pada pengembangan keterampilan abad ke-21 seperti pemecahan masalah, kreativitas, komunikasi, dan kerja sama.
    • Manajemen Kelas yang Efektif: Mengelola kelas dan mendorong partisipasi siswa sangat penting untuk mencapai tujuan pembelajaran.
    • Kemampuan Menilai dan Memberikan Umpan Balik: Guru perlu memiliki keterampilan evaluasi yang baik untuk memahami kemajuan siswa dan memberikan umpan balik yang konstruktif.

    Meningkatnya kompetensi guru bukan hanya merupakan upaya untuk meningkatkan kualitas pendidikan, tetapi juga sebuah investasi masa depan generasi kita. Melalui dedikasi mereka untuk terus belajar dan berkembang, guru memiliki peran yang tak tergantikan dalam membentuk karakter, keterampilan, dan pengetahuan siswa.

    Dengan demikian, kita dapat memastikan bahwa setiap siswa memiliki kesempatan yang sama untuk meraih kesuksesan dalam kehidupan mereka serta menjadi kontributor yang berarti dalam masyarakat global yang terus berkembang. (kj)

    Komentar

    Tampilkan

    Iklan

    Terkini

    close