• Jelajahi

    Copyright © Langgam Pos
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Menu Bawah

    Realisme Magis: Pengertian dan Sejarah Singkatnya

    Selasa, 26 Maret 2024, Selasa, Maret 26, 2024 WIB Last Updated 2024-04-03T05:54:38Z
    masukkan script iklan disini

    Baca Juga

    Realisme Magis: Pengertian dan Sejarah Singkatnya



    Langgampos.com - Realisme magis adalah sebuah genre yang menarik bagi penulis dari berbagai latar belakang. Para penulis realisme magis banyak ditemui di jurnal fiksi saat ini, dan buku-buku realisme magis baru-baru ini bahkan berhasil meraih Penghargaan Pulitzer, Nobel, dan Booker.

    Meskipun begitu, karena genre ini semakin populer, banyak penulis memiliki pemahaman tentang apa itu realisme magis tetapi sering kali menerapkannya dengan tidak tepat. (Sebagai contoh, seri Harry Potter tidak akan dianggap sebagai buku-buku realisme magis. Saya akan menjelaskan mengapa nanti!)

    Namun jika buku-buku tersebut tidak termasuk, lalu apa itu realisme magis dalam sastra? Mari kita kupas genre ini langkah demi langkah, dimulai dari komponen dasar cerita realisme magis dan berakhir dengan tips untuk menulis genre ini sendiri.

    Pengertian Realisme Magis


    APA ITU REALISME MAGIS DALAM SASTRA?

    Secara singkat, "realisme magis" menggambarkan sebuah karya fiksi di mana fantasi menyelinap ke dalam kehidupan sehari-hari. Namun, fokusnya bukan pada elemen-elemen fantastis dari cerita tersebut, melainkan pada apa arti dari elemen-elemen tersebut bagi karakter-karakternya. Fantasi sering bertindak sebagai metafora yang diperluas, yang mengexternalisasikan konflik internal atau dilema moral dalam kehidupan protagonis.

    Beberapa contoh realisme magis yang bagus dapat ditemukan dalam kumpulan karya Carmen Maria Machados yang berjudul Her Body and Other Parties. Cerita-cerita di dalamnya meliputi: seorang detektif menghubungkan serangkaian serangan di Kota New York dengan gelombang ketegangan spiritual; dua wanita memiliki bayi tanpa ayah; dan seorang pria bertanya-tanya tentang pita yang menghubungkan kepala istrinya dengan tubuhnya. Dalam semua contoh ini, plot dimulai dengan sentuhan fantasi, tetapi ceritanya tidak peduli dengan logika sihir, hanya dampaknya.

    Penulis realisme magis lainnya termasuk Isabel Allende, Gabriel Garcia Marquez, Toni Morrison, dan Aimee Bender. Meskipun plot dan gaya penulisannya berbeda, para pionir genre ini memasukkan elemen-elemen berikut dalam cerita-cerita realisme magis mereka:

    1. Eksposisi singkat berdasarkan terjadinya sesuatu yang magis atau supernatural.

    2. Fokus pada implikasi dunia nyata dari fenomena magis singkat tersebut; dengan kata lain, gaya penulisan "fiksi sastra", tanpa struktur plot tradisional.

    3. Penggunaan fantasi sebagai metafora yang diperluas, seringkali mewakili sesuatu yang internal bagi protagonis.

    Apa itu realisme magis? Ini adalah fiksi sastra dengan sekadar sentuhan fantasi.

    Cara lain untuk mengatakannya: realisme magis adalah fiksi sastra dengan sekadar sentuhan fantasi. Inilah mengapa karya-karya fiksi seperti seri Percy Jackson karya Rick Riordan, American Gods karya Neil Gaiman, atau The Night Circus karya Erin Morgenstern tidak akan dianggap sebagai realisme magis: meskipun novel-novel ini seringkali berlatar dunia nyata, plot mereka memerlukan makhluk dan tempat-tempat fantastis untuk menjaga kelangsungan cerita. Ini juga mengapa Harry Potter tidak dihitung: meskipun kastil-kastil dan Departemen Sihirnya sama-sama "mirip muggle," buku-buku tersebut memerlukan pembangunan dunia yang terlalu banyak untuk menjadi apa pun selain fantasi.

    Sejarah Singkat Realisme Magis

    Melacak sejarah suatu genre adalah hal yang sulit. Meskipun sejarawan dapat melacak kapan sebuah istilah pertama kali digunakan, menentukan kapan sebuah genre dimulai adalah masalah yang sepenuhnya berbeda. Sebagai contoh, beberapa penulis berargumen bahwa Frankenstein karya Mary Shelley adalah novel fiksi ilmiah pertama. Jika itu yang terjadi, maka Micromegas karya Voltaire hanya akan menjadi khayalan liar, bukan sebuah karya canggih tentang perjalanan antarplanet.

    Realisme magis menghadapi dilema yang sama. Genre ini tentu dimulai di Amerika Latin: banyak cerita rakyat dan dongeng di Amerika Selatan dan Tengah mengandalkan elemen-elemen yang digunakan cerita-cerita realisme magis saat ini.

    Maka tidak heran jika para pionir genre ini berasal dari Amerika Latin, dan banyak sejarawan mengakui Gabriel Garcia Marquez dan Isabel Allende sebagai orang yang mempopulerkan realisme magis. Cerita-cerita Allende mencampurkan elemen-elemen folklore Chili dengan sentuhan modern, sedangkan cerita-cerita Marquez membahas tentang utopia dan kebebasan cinta. Penting untuk dicatat, banyak penulis realisme magis menggunakan genre ini dengan tujuan politik yang halus, mengkritik atau memutarbalikkan ketidakstabilan politik yang banyak dialami oleh negara-negara Amerika Selatan pada abad ke-20.

    Meskipun realisme magis adalah inovasi yang jelas berasal dari Amerika Latin, karya-karya fiksi yang jauh lebih tua dari genre tersebut masih memenuhi persyaratan dasarnya. Misalnya, banyak mitos Yunani dan Romawi bisa dianggap sebagai contoh-contoh realisme magis. Kisah Icarus menggunakan sayap magis sebagai metafora untuk kesombongan—metafora yang sama yang kemudian menginspirasi Micromegas. Demikian pula, tragedi Medusa juga mengandalkan sekadar sentuhan fantasi: setelah Athena mengubah Medusa menjadi monster berambut ular, tidak ada lagi kebutuhan untuk campur tangan magis lainnya, kita hanya perlu mengamati pengasingan Medusa dari masyarakat dan pembunuhan akhirnya oleh Perseus.

    Semua ini untuk mengatakan: para penulis modern dapat menemukan inspirasi sepanjang sejarah. Penggunaan fantasi untuk bercerita sudah sejauh sejarah bercerita itu sendiri—mungkin fantasi bahkan merupakan bagian tak terpisahkan dari pengalaman manusia. (as)

    Komentar

    Tampilkan

    Iklan

    Terkini

    close