• Jelajahi

    Copyright © Langgam Pos
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Menu Bawah

    Iklan

    Tagihan Listrik Capai 15 M: Anggota Komisi III DPRD Sumenep Akui Terjadi Penurunan

    Jumat, 01 Maret 2024, 22:29 WIB Last Updated 2024-04-03T15:56:48Z
    masukkan script iklan disini
    IKLAN

    Baca Juga

    Tagihan Listrik Capai 15 M: Anggota Komisi III DPRD Sumenep Akui Terjadi Penurunan


    Langgampos.com - Tagihan pembayaran penerangan jalan umum (PJU) di Kabupaten Sumenep selama ini mencapai angka yang fantastis, yakni sekitar Rp 15 miliar dalam setahun. Namun, langkah-langkah efisiensi yang dilakukan oleh Dinas Perumahan Rakyat Kawasan Permukiman dan Perhubungan (Disperkimhub) Sumenep telah membawa dampak signifikan dalam menekan tagihan tersebut.

    Menurut Kepala Bidang Prasarana dan Keselamatan Transportasi Disperkimhub Sumenep, Imam Afif Rusidy, instansinya telah berupaya keras untuk mengurangi beban tagihan PJU tersebut. Salah satu langkah yang diambil adalah dengan mengganti sistem pembayaran dari taksasi menjadi kilowatt-hour (kWh). Selain itu, Disperkimhub juga melakukan pengecekan rutin setiap bulan untuk memastikan tidak ada penyalahgunaan aliran listrik oleh pihak-pihak yang tidak berwenang.

    "Kadang memang ada yang seperti itu, jadi langsung kami putus kalau ada lampu yang disambungkan ke aliran listrik pemkab," ujar Imam Afif Rusidy, yang akrab disapa Apek.

    Sebelum adanya penggantian sistem pembayaran, tagihan per bulan mencapai angka yang cukup tinggi, yakni sekitar Rp 1,9 miliar. Namun, setelah dilakukan efisiensi, tagihan tersebut berhasil diturunkan menjadi sekitar Rp 1,3 miliar atau Rp 1,2 miliar per bulan.

    "Dalam setahun bisa lebih dari Rp 15 miliar," tambahnya.

    Penurunan signifikan dalam angka tagihan ini juga disambut baik oleh Anggota Komisi III DPRD Sumenep, M. Muhri. Menurutnya, penurunan tersebut menunjukkan bahwa langkah-langkah efisiensi yang diambil telah memberikan dampak positif.

    "Saya kira bagus kalau sudah ada penurunan. Dan, kami mendorong agar di wilayah-wilayah yang masih taksasi untuk diganti. Jadi, anggarannya bisa dialihkan ke program lain," ungkap M. Muhri.

    Dengan adanya efisiensi dalam pembayaran tagihan listrik PJU ini, Sumenep diharapkan dapat mengalokasikan anggaran yang lebih kecil untuk keperluan lainnya, terutama untuk program pembangunan yang lebih mendesak. Hal ini sejalan dengan upaya Pemerintah Kabupaten Sumenep untuk memaksimalkan penggunaan anggaran demi kesejahteraan masyarakat secara keseluruhan.

    Langkah-langkah yang diambil oleh Disperkimhub Sumenep dalam hal efisiensi tagihan listrik ini juga menjadi contoh bagi daerah-daerah lainnya yang menghadapi masalah serupa. Dengan mengadopsi sistem pembayaran yang lebih efisien dan melakukan pengawasan yang ketat, diharapkan tagihan listrik yang fantastis seperti yang terjadi di Sumenep dapat diminimalisir, sehingga anggaran daerah dapat dimanfaatkan dengan lebih efektif dan efisien.

    Dalam konteks ini, kerjasama antara instansi terkait, masyarakat, dan pihak terkait lainnya juga sangat diperlukan. Dengan sinergi yang baik, masalah tagihan listrik yang tinggi dapat diatasi secara efektif, sehingga pembangunan dan pelayanan publik dapat berjalan dengan lebih lancar dan berkualitas.

    Dengan demikian, langkah-langkah efisiensi yang diambil oleh Disperkimhub Sumenep tidak hanya memberikan dampak positif dalam menekan tagihan listrik PJU, tetapi juga merupakan salah satu langkah strategis dalam mencapai pembangunan yang berkelanjutan dan kesejahteraan masyarakat secara menyeluruh. (nh)
    Komentar

    Tampilkan

    Terkini

    Sastra

    +
    close