• Jelajahi

    Copyright © Langgam Pos
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Menu Bawah

    Iklan

    Membangun Identitas Budaya atau Memperbaiki Infrastruktur Kota Sumenep, Mana yang Lebih Penting?

    Minggu, 07 April 2024, 15:12 WIB Last Updated 2024-04-07T08:12:46Z
    masukkan script iklan disini
    IKLAN

    Baca Juga

    Membangun Identitas Budaya atau Memperbaiki Infrastruktur Kota Sumenep, Mana yang Lebih Penting?








    Langgampos.com - Pembangunan sebuah kota tidak hanya mencakup aspek fisik semata, tetapi juga melibatkan peningkatan kualitas hidup masyarakat dan pelestarian identitas budaya. Di tengah berbagai pembangunan yang dilakukan, muncul pertanyaan penting: apakah lebih penting membangun tugu keris sebagai simbol identitas atau mengelola sampah serta memperindah kota? Artikel ini akan mengulas opini dari berbagai sumber terkait isu-isu ini di Kabupaten Sumenep.

    Tugu Keris: Simbol Identitas atau Proyek Profit-Oriented?

    Pembangunan Tugu Keris di Kabupaten Sumenep, sebagai simbol identitas Kota Keris, telah menjadi perbincangan hangat. Cak Fauzi, dalam sebuah artikel di Detik.com pada 1 November 2023, menyebutkan bahwa pembangunan tugu tersebut adalah bagian dari upaya untuk menunjukkan identitas Sumenep sebagai Kota Keris, sejalan dengan ketetapan UNESCO. Pendapat ini didukung oleh Budayawan Sumenep, Ibnu Hajar, yang menyatakan bahwa pembangunan tugu keris merupakan investasi kebudayaan yang penting (Locusjatim.com, 3 April 2024).

    Namun, ada juga sudut pandang kritis dari Kurniadi, seorang pengacara terkenal di Sumenep, seperti yang dilansir oleh Okenews.id pada 4 April 2024. Menurutnya, pembangunan tugu keris bisa jadi merupakan proyek profit-oriented yang lebih menguntungkan pihak-pihak tertentu di lingkaran pemerintahan daripada memberikan manfaat yang langsung dirasakan oleh masyarakat luas. Kritik ini mengarah pada pertanyaan apakah pembangunan tugu keris benar-benar mendesak dan memberikan dampak positif yang signifikan bagi masyarakat Sumenep.

    Pengelolaan Sampah dan Memperindah Kota

    Sementara itu, isu pengelolaan sampah juga menjadi fokus perhatian di Sumenep. Radar Madura melaporkan pada tanggal 6 Maret 2024 bahwa pengelolaan sampah di daerah tersebut masih belum optimal. Kontainer sampah yang terbatas dan minimnya armada pengangkut menjadi kendala utama dalam menjaga kebersihan lingkungan. Hal ini tercermin dari masih ditemukannya sampah berserakan di jalan-jalan di berbagai kecamatan di Sumenep.

    Di sisi lain, Redaksi Langgampos juga mencatat masalah lain terkait estetika kota, terutama terkait taman-taman yang mulai kehilangan keindahan dan penataan Pedagang Kaki Lima (PKL) yang semakin kacau tanpa konsep yang jelas. Hal ini mengundang pertanyaan apakah memang penting membangun simbol-simbol identitas ataukah lebih urgensi untuk memperbaiki infrastruktur dasar dan menjaga keindahan kota secara keseluruhan.

    Menemukan Keseimbangan yang Seimbang

    Dari dua isu utama ini, tampaknya terdapat kebutuhan untuk menemukan keseimbangan yang seimbang antara membangun identitas budaya dan memperbaiki infrastruktur dasar. Pembangunan tugu keris sebagai simbol identitas memang penting untuk memperkuat warisan budaya Sumenep, namun hal ini harus diikuti dengan perhatian yang serius terhadap masalah-masalah praktis seperti pengelolaan sampah dan penataan kota secara menyeluruh.

    Langkah konkret yang bisa diambil adalah dengan lebih mengoptimalkan pengelolaan sampah, baik dari segi penambahan kontainer sampah maupun peningkatan armada pengangkut. Selain itu, pemerintah juga perlu fokus pada penataan kota secara estetis dan fungsional, termasuk dalam hal penataan PKL dan pemeliharaan taman-taman yang menjadi paru-paru kota.

    Selain itu, pentingnya transparansi dan akuntabilitas dalam penggunaan anggaran publik juga perlu ditekankan. Kritik yang membangun dari berbagai pihak, seperti yang dilontarkan oleh Kurniadi, perlu dijadikan masukan penting bagi pemerintah daerah agar pembangunan yang dilakukan benar-benar memberikan manfaat yang maksimal bagi masyarakat secara keseluruhan.

    Kesimpulan

    Dalam menghadapi isu-isu pembangunan seperti pembangunan tugu keris dan pengelolaan sampah, penting untuk tidak hanya melihat dari satu sisi saja. Perlu adanya keseimbangan yang seimbang antara membangun identitas budaya yang kuat dan memperbaiki infrastruktur dasar yang mendukung kesejahteraan masyarakat secara luas. Dengan demikian, Sumenep dapat tumbuh dan berkembang sebagai kota yang tidak hanya membanggakan warisan budayanya, tetapi juga memberikan kualitas hidup yang lebih baik bagi penduduknya.
    Komentar

    Tampilkan

    Terkini

    Sastra

    +
    close