• Jelajahi

    Copyright © Langgam Pos
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Menu Bawah

    Produksi Sampah Terus Bertambah, Wakil Ketua DPRD Sumenep Bersuara: Segera Realisasikan Pembangunan TPST

    Sabtu, 20 April 2024, Sabtu, April 20, 2024 WIB Last Updated 2024-04-20T02:38:31Z
    masukkan script iklan disini

    Baca Juga

    Produksi Sampah Terus Bertambah, Wakil Ketua DPRD Sumenep Bersuara: Segera Realisasikan Pembangunan TPST


    Langgampos.com - Dalam laporan terbaru dari RadarMadura.id dengan judul "Tak Ada Perubahan, DLH Sumenep: Pembangunan TPST Masih Berkutat di Tahap Perencanaan," Wakil Ketua DPRD Sumenep, Indra Wahyudi, mengungkapkan harapannya terkait pembangunan Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST) di Sumenep. Beliau menginginkan agar Dinas Lingkungan Hidup (DLH) segera merealisasikan proyek pembangunan TPST tersebut untuk memaksimalkan penggunaan anggaran tahun 2024 (18/4/2024).

    Indra juga menegaskan bahwa masalah sampah harus diatasi secara serius. Ia berharap agar pemerintah memberikan perhatian khusus untuk menangani masalah produksi sampah yang semakin meningkat, terutama sampah plastik yang memiliki potensi merusak lingkungan.

    "Jika perencanaannya sudah matang, maka pembangunannya harus segera dilaksanakan. Hal ini penting agar manfaat dari TPST tersebut dapat dirasakan langsung oleh masyarakat," ujarnya.

    "Anggaran yang tersedia seharusnya langsung digunakan untuk merealisasikan proyek tersebut. Perencanaan dan pembangunan harus dilakukan secara optimal," tambahnya.

    Masalah pengelolaan sampah di Kabupaten Sumenep memang semakin menjadi perhatian utama. Semakin sedikitnya tempat pembuangan sampah sementara jumlah sampah yang dihasilkan terus bertambah menjadi tantangan tersendiri.

    Akibatnya, terjadi penumpukan sampah di beberapa lokasi, seperti yang terjadi di sekitar Apotik Prima Kelurahan Pajagalan Sumenep.

    Namun, ironisnya, meskipun ada banyak petugas pengangkut sampah yang melewati lokasi tersebut, tidak ada yang bersedia mengangkut tumpukan sampah tersebut.

    "Kenapa hal ini bisa terjadi? Bukankah tugas petugas pengangkut sampah adalah mengangkut sampah tersebut?" tanya seorang warga yang tinggal di sekitar lokasi tersebut. "Mereka seharusnya melayani masyarakat, tapi mengapa tidak ada yang mau mengangkut sampah ini?" tambah warga yang tidak ingin disebutkan namanya.

    Sebenarnya, penumpukan sampah seperti ini tidak akan terjadi jika terdapat kontainer sampah yang cukup di beberapa titik yang padat penduduk.

    Sebelumnya, Radarmadura.id telah melaporkan bahwa Pengelolaan Sampah di Sumenep Belum Optimal dan DLH Sumenep Mengalami Kekurangan Kontainer (10/1/2024). Dalam laporan tersebut disebutkan bahwa pengelolaan sampah di Sumenep masih belum optimal, terlihat dari masih adanya sampah berserakan di beberapa jalan. Hal ini disebabkan karena jumlah kontainer sampah yang dimiliki oleh DLH Sumenep masih terbatas, sementara penambahan armada tidak dapat dilakukan karena keterbatasan anggaran yang dimiliki oleh DLH.

    Berdasarkan data yang dikumpulkan, DLH Sumenep hanya memiliki 17 unit kontainer sampah. Enam di antaranya tersebar di beberapa Kecamatan seperti Manding, Gapura, Batuan, Kalianget, Lenteng, dan Saronggi, sementara sisanya tersebar di wilayah Kecamatan Kota Sumenep.

    Di sisi lain, pada website resmi Pemerintah Kabupaten Sumenep (www.sumenepkab.go.id), terdapat berita dengan judul "Dinas PUTR Sumenep Siap Membangun TPS di Beberapa Lokasi" (4/10/2023). Dalam berita tersebut disebutkan bahwa Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Sumenep siap membangun Tempat Pembuangan Sementara (TPS) di beberapa desa, antara lain Desa Pabian, Desa Ambunten Timur, Larangan Kerta, Gayam, Saroka, dan Pasongsongan. Dana untuk pembangunan lima TPS tersebut akan dialokasikan dari Dana Pemeliharaan Aset Kabupaten (PAK).

    Namun, hingga saat ini, dari rencana tersebut belum ada yang terealisasi.

    Melompat ke tahun 2024, RadarMadura.id melaporkan bahwa DLH Sumenep berencana untuk membangun Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST) pada tahun ini (18/4/2024). Anggaran sebesar Rp 200 juta sudah disiapkan dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Namun, proyek pembangunan tersebut masih berada dalam tahap perencanaan.

    Kepala DLH Sumenep, Arif Susanto, menjelaskan bahwa lokasi pembangunan TPST belum mengalami perubahan. Lokasi yang awalnya dipilih adalah Desa Pangarangan, Kecamatan Kota Sumenep.

    "Rencana ini sudah ada sejak tahun 2023. Saat itu kami belum memiliki lokasi yang tepat karena lokasi yang kami pilih akan digunakan untuk pengembangan Bandara Trunojoyo," ujarnya.

    Arif menambahkan bahwa pembangunan TPST diharapkan dapat menjadi solusi bagi masalah sampah yang belum terselesaikan hingga saat ini. Dengan adanya TPST, diharapkan tata kelola lingkungan di Kabupaten Sumenep dapat menjadi lebih baik, memberikan kesehatan lingkungan yang lebih baik, dan memberikan kenyamanan bagi masyarakat.

    "Kami berharap dengan adanya TPST ini, dapat membantu mengatasi masalah sampah. Pasalnya, produksi sampah di Kabupaten Sumenep sangat besar dan TPS yang ada saat ini dikhawatirkan tidak mampu menampungnya," ungkapnya. (nh)
    Komentar

    Tampilkan

    Iklan

    Terkini

    close