• Jelajahi

    Copyright © Langgam Pos
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Menu Bawah

    Iklan

    Sidang Isbat Penentuan 1 Syawal 1445 Hijriah Masih Besok, Prediksi: Hari Raya Idul Fitri Dilakukan Serentak

    Senin, 08 April 2024, 21:26 WIB Last Updated 2024-04-08T14:26:18Z
    masukkan script iklan disini
    masukkan script iklan disini

    Baca Juga


    Sidang Isbat Penentuan 1 Syawal 1445 Hijriah Masih Besok, Prediksi: Hari Raya Idul Fitri Dilakukan Serentak



    Langgampos.com - Kapan hari raya Idul Fitri 1445 Hijriah? Masyarakat Indonesia tengah menanti hasil Sidang Isbat yang akan digelar besok, Selasa (9/4), untuk menentukan 1 Syawal atau Hari Raya Idul Fitri 1445 Hijriah. 

    Walau begitu, perkiraan yang beredar menunjukkan bahwa hasil sidang tersebut kemungkinan akan sama antara Pemerintah dan Muhammadiyah.

    "Walaupun begitu, Sidang Isbat tetap kami laksanakan pada tanggal 9 April 2024," ujar Wakil Menteri Agama Saiful Rahmat Dasuki setelah Rapat Koordinasi Lintas Sektoral Operasi Ketupat 2024, Senin (25/3).

    Dasuki juga memperkirakan bahwa Hari Raya Idulfitri kemungkinan akan jatuh pada tanggal 10 April, seiring dengan prediksi dari ormas Muhammadiyah.

    "Insyaallah Hari Raya Idul Fitri akan dirayakan bersama-sama oleh seluruh umat Muslim di Indonesia. Namun, kami akan melakukan konfirmasi lebih lanjut pada 9 April dalam Sidang Isbat di Jakarta," tambahnya.

    Kemungkinan kesamaan ini terjadi karena telah terpenuhinya syarat minimal hilal sesuai dengan kriteria MABIMS (Menteri-menteri Agama Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia, dan Singapura), yaitu tinggi hilal minimal 3 derajat dan elongasi atau jarak sudut Bulan-Matahari minimal 6,4 derajat.

    Muhammadiyah, yang menggunakan kriteria Wujudul Hilal untuk menentukan awal bulan hijriah, sebelumnya telah menetapkan bahwa Idul Fitri 1445 H akan jatuh pada tanggal 10 April 2024.

    "Insyaallah Muhammadiyah akan merayakan Idul Fitri pada tanggal 10 April 2024 dan tampaknya Idulfitri akan sama antara pemerintah dan Muhammadiyah," kata Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir, di kantornya, Yogyakarta, Sabtu (6/4), seperti dilansir oleh Antara.

    Dengan kriteria Wujudul Hilal tersebut, Muhammadiyah tidak terlalu memperhatikan angka minimal hilal. Yang penting, hasil hisabnya sudah bernilai positif tanpa perlu melibatkan pengamatan langsung (rukyat).

    Meskipun begitu, perhitungan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menunjukkan bahwa hilal pada tanggal 10 April sudah memenuhi syarat Idulfitri versi MABIMS.

    Hasil hisab BMKG menunjukkan bahwa ketinggian Hilal di Indonesia saat Matahari terbenam pada 9 April berkisar antara 4,88 derajat di Merauke, Papua, hingga 7,63 derajat di Sabang, Aceh.

    Elongasi geosentris di Indonesia saat Matahari terbenam pada 9 April berkisar antara 8,39 derajat di Merauke, Papua, hingga 10,22 derajat di Sabang, Aceh.

    Menurut Peneliti Ahli Utama Pusat Riset Antariksa (BRIN) Thomas Djamaluddin, kondisi Bulan baru di Jakarta pada 9 April 2024 diprediksi mencapai ketinggian 6,3 derajat dan elongasi 8,9 derajat.

    Perbedaan penentuan awal bulan Syawal ini berbeda dengan saat penentuan awal Ramadhan 1445 H. Pada saat itu, Muhammadiyah lebih dulu menetapkan bulan puasa dimulai pada 11 Maret, sedangkan Pemerintah-PBNU memutuskan 12 Maret. (as)
    Komentar

    Tampilkan

    Iklan

    Terkini

    close