Iklan

Jumat, 31 Mei 2024, 23.36 WIB
Last Updated 2024-05-31T16:36:14Z
bitcoincryptocryptocurrencydmm bitcoinEkonomi BisnisjepangNews

DMM Bitcoin Jepang Alami Peretasan Senilai 48 Miliar Yen

Baca Juga
Advertisement
DMM Bitcoin Jepang Alami Peretasan Senilai 48 Miliar Yen


Langgampos.com - DMM Bitcoin, sebuah bursa kripto terkenal di Jepang, mengalami kerugian besar setelah diretas, dengan total kerugian mencapai 48 miliar yen atau sekitar $305 juta. Insiden ini menandai salah satu peretasan terbesar dalam sejarah bursa kripto di Jepang, hanya di bawah peretasan Coincheck pada tahun 2018 yang mengakibatkan kerugian sebesar 58 miliar yen.

Dalam sebuah posting blog di situs resminya, DMM Bitcoin mengumumkan bahwa sebanyak 4.502,9 BTC telah "bocor" dari platform mereka akibat serangan ini. Bursa tersebut segera mengambil langkah-langkah untuk mencegah aliran dana tidak sah lebih lanjut, dengan menyatakan bahwa mereka akan menjamin penggantian penuh jumlah BTC yang hilang dengan dukungan dari perusahaan grup mereka.

"Harap tenang, kami akan menyediakan jumlah BTC yang setara dengan jumlah yang hilang berkat dukungan dari perusahaan grup kami dan menjamin penggantian penuh," tulis DMM Bitcoin dalam pengumumannya.

Selain itu, bursa tersebut juga mengambil langkah untuk membatasi semua pembelian spot di platform mereka sementara waktu. Penarikan yen Jepang oleh pelanggan mungkin akan mengalami keterlambatan, yang diakui oleh DMM Bitcoin dapat memerlukan waktu lebih lama dari biasanya untuk diproses.

Insiden ini tidak hanya memberikan dampak besar bagi DMM Bitcoin tetapi juga mengingatkan kembali tentang risiko dan tantangan keamanan yang dihadapi oleh industri kripto secara keseluruhan. Kejadian seperti ini sering kali menjadi perhatian utama bagi para investor dan regulator, mendorong perlunya tindakan keamanan yang lebih ketat dan pengawasan yang lebih ketat terhadap bursa kripto.

Peretasan yang menimpa DMM Bitcoin menambah daftar panjang peristiwa serupa yang telah mengguncang dunia kripto dalam beberapa tahun terakhir. Peretasan Coincheck pada tahun 2018, yang mengakibatkan hilangnya 58 miliar yen, masih tercatat sebagai peretasan terbesar di Jepang. Dalam peretasan tersebut, Coincheck kehilangan sejumlah besar NEM (XEM) yang diambil dari dompet digital mereka.

Industri kripto telah berkembang pesat, namun dengan pertumbuhan ini juga muncul tantangan-tantangan baru, terutama terkait dengan keamanan dan perlindungan aset digital. Peretasan terhadap DMM Bitcoin menunjukkan bahwa meskipun bursa kripto terus meningkatkan langkah-langkah keamanan mereka, ancaman dari para peretas masih sangat nyata dan dapat menyebabkan kerugian besar.

Untuk mengatasi masalah ini, banyak bursa kripto yang mulai mengadopsi teknologi keamanan canggih seperti sistem multi-signature, cold storage untuk menyimpan aset digital dalam lingkungan yang lebih aman, serta audit keamanan berkala. Selain itu, kerja sama dengan pihak berwenang dan lembaga keamanan siber juga menjadi kunci dalam menjaga integritas dan kepercayaan di industri ini.

DMM Bitcoin berjanji akan terus memperbaiki langkah-langkah keamanan mereka dan bekerja sama dengan pihak berwenang untuk menyelidiki insiden ini. Mereka juga berkomitmen untuk memberikan informasi terkini kepada para pengguna mereka terkait perkembangan situasi ini.

Bagi para pengguna DMM Bitcoin, insiden ini tentu saja menjadi pengalaman yang mengecewakan. Namun, jaminan penggantian penuh dari DMM Bitcoin diharapkan dapat memberikan sedikit ketenangan dan kepercayaan bahwa dana mereka akan dikembalikan.

Sebagai salah satu bursa kripto terbesar di Jepang, DMM Bitcoin diharapkan dapat bangkit dari peristiwa ini dan terus beroperasi dengan meningkatkan sistem keamanan mereka, memberikan contoh bagi bursa kripto lainnya tentang pentingnya menjaga keamanan dalam industri yang penuh tantangan ini. 


(as)



Source: 1
close