Iklan

Sabtu, 18 Mei 2024, 19.28 WIB
Last Updated 2024-05-18T12:28:38Z
amenhotep iiiEdukasimesirmesir kuno

Ilmuwan Berhasil Rekonstruksi Wajah Raja Mesir Kuno: Orang Terkaya dalam Sejarah

Baca Juga
Advertisement
Ilmuwan Berhasil Rekonstruksi Wajah Raja Mesir Kuno: Orang Terkaya dalam Sejarah


Langgampos.com - Para ilmuwan berhasil menciptakan kembali wajah seorang raja Mesir kuno yang dianggap sebagai 'orang terkaya dalam sejarah' setelah 3.400 tahun kematiannya. Amenhotep III, yang merupakan kakek dari Tutenkhamun, sekarang dapat dilihat wajahnya berkat upaya tim internasional yang menggunakan teknologi canggih.

Menurut laporan dari New York Post, ini adalah kali pertama wajah Amenhotep III direkonstruksi secara ilmiah. Pada abad ke-14 SM, Amenhotep III memimpin Mesir pada puncak kejayaannya, membawa negara tersebut melalui masa kemakmuran dan dominasi global. Ia dipuja sebagai dewa hidup dan dianggap sebagai salah satu firaun terbesar dengan lebih banyak patung yang masih bertahan dibandingkan raja lainnya.

Bagaimana para ilmuwan merekonstruksi wajah Amenhotep III?

Dengan menggunakan data dari tengkorak mumi yang ditemukan, para ilmuwan berhasil merekonstruksi ciri-ciri wajah Amenhotep III secara akurat. Mereka menggunakan informasi dari donor yang masih hidup untuk memperkirakan ukuran dan posisi bibir, telinga, mata, dan hidungnya.

"Ini adalah perkiraan wajah pertama dari Amenhotep III. Ini adalah hadiah kami untuk semua orang yang menghargai sejarah," kata Cicero Moraes, desainer grafis asal Brasil yang memimpin proyek ini.

Moraes menyatakan bahwa hasil rekonstruksi ini sangat memuaskan, terutama dengan melihat detail dan warna yang mencerminkan ketenangan wajah Amenhotep III. "Kami terkagum-kagum dengan hasil akhirnya. Dibandingkan dengan rekonstruksi firaun lainnya yang pernah saya kerjakan, ini adalah yang paling lengkap, karena kami juga memodelkan pakaian dan aksesorisnya," tambah Moraes.

Amenhotep III dikenal sebagai penguasa yang percaya bahwa dewa matahari dan udara, Amun, adalah ayah kandungnya, yang mengilhami nama Amenhotep. Ia terlibat dalam proyek konstruksi besar di Nubia dan Mesir, meninggalkan warisan arsitektural yang luar biasa.

Dalam deskripsi ilmiah, Amenhotep III digambarkan sebagai seorang pria yang hampir botak, mengalami masalah gigi, gemuk, dan sakit-sakitan. Dengan tinggi sekitar 156 sentimeter, ia termasuk raja yang bertubuh pendek.

Michael Habicht, arkeolog dari Flinders University di Australia, menyatakan bahwa mumi Amenhotep III mungkin seluruhnya ditutupi dengan daun emas, sehingga ia terlihat seperti patung dewa. "Dia mungkin salah satu orang terkaya yang pernah hidup, setidaknya pada zamannya," kata Dr. Habicht.

Amenhotep III meninggal pada tahun 1352 SM pada usia sekitar 40 atau 50 tahun. Rekonstruksi wajahnya kini memberikan gambaran lebih jelas tentang penampilan salah satu raja paling berpengaruh dalam sejarah Mesir kuno, serta menawarkan wawasan baru tentang kehidupan dan kemewahan yang ia nikmati selama pemerintahannya.

Rekonstruksi ini juga menjadi bukti bagaimana teknologi modern dapat membantu kita memahami lebih dalam tentang sejarah dan warisan budaya yang sudah lama hilang. Dengan menghidupkan kembali wajah seorang firaun, kita dapat lebih menghargai dan mengenang kejayaan masa lalu yang ditinggalkannya.

Rekonstruksi wajah Amenhotep III tidak hanya penting dari sudut pandang ilmiah, tetapi juga sebagai pengingat akan betapa kaya dan kompleksnya sejarah Mesir kuno yang terus memikat perhatian dunia hingga saat ini.


(mn)




Source: 1
close