Iklan

Senin, 27 Mei 2024, 20.20 WIB
Last Updated 2024-05-28T05:00:05Z
bau badanEdukasikesehatanremaja

Kenapa Remaja Memiliki Bau Badan Lebih Menyengat? Inilah Penjelasan Ahli Kimia

Baca Juga
Advertisement
Kenapa Remaja Memiliki Bau Badan Lebih Menyengat? Inilah Penjelasan Ahli Kimia


Langgampos.com - Masa pubertas adalah periode transisi yang membawa banyak perubahan dalam tubuh manusia. Di antara perubahan tersebut, salah satu yang paling menonjol adalah bau badan yang semakin menyengat. Ilmuwan kini telah mengidentifikasi senyawa tertentu yang bertanggung jawab atas aroma khas pada remaja.

Berbeda dengan bayi dan anak kecil, bau badan remaja mengandung dua jenis steroid berbau dan tingkat asam karboksilat yang lebih tinggi. Hal ini dilaporkan oleh para peneliti pada 21 Maret di jurnal *Communications Chemistry*. Senyawa-senyawa ini terbentuk ketika bakteri memecah keringat dan sebum di ketiak, yaitu sekresi berminyak yang menjaga kelembapan kulit. Proses ini mungkin berkontribusi pada perubahan signifikan pada bau badan selama masa pubertas.

“Bau badan berubah seiring dengan perkembangan,” ujar Helene Loos, ahli kimia dari Friedrich-Alexander-Universit├Ąt Erlangen-N├╝rnberg di Jerman. “Ada variasi besar dari berbagai senyawa yang ditemukan dalam bau badan.”

Loos dan timnya mengumpulkan sampel bau badan dari 18 remaja berusia 14 hingga 18 tahun serta 18 anak kecil berusia 0 hingga 3 tahun yang tidur dengan kapas di bawah ketiak mereka pada malam hari. Setelah menganalisis komponen bau badan, ditemukan bahwa anak-anak dan remaja memiliki lebih dari 40 senyawa yang sama.

Meski beberapa kelas bahan kimia tidak menunjukkan perbedaan signifikan antar kelompok usia, aroma asam karboksilat lebih banyak ditemukan pada remaja. Senyawa ini adalah campuran dari aroma menyenangkan seperti buah, sabun, atau rumput, serta aroma kurang menarik seperti keju, apak, atau bau kambing.

Selain itu, para peneliti menemukan dua jenis steroid yang hanya ada pada bau badan remaja. Steroid pertama, yang disebut 5╬▒-androst-16-en-3-one, memiliki aroma seperti keringat, urin, dan musk. Steroid kedua, 5╬▒-androst-16-en-3╬▒-ol, berbau musk dan cendana.

Beberapa komponen dari produk beraroma juga terdeteksi, meskipun para peserta diminta untuk menghindari penggunaan deodoran dan menggunakan sabun serta deterjen tanpa pewangi selama dua hari sebelum penelitian.

Menariknya, beberapa senyawa yang diketahui berkontribusi pada bau badan yang menyengat tidak terdeteksi dalam studi ini, menurut Andreas Natsch, ahli biokimia dari Givaudan, perusahaan produsen wewangian dan perasa yang berbasis di Vernier, Swiss. Ia menyebutkan bahwa bahan kimia ini mungkin memerlukan teknik deteksi yang berbeda atau mungkin muncul lebih banyak setelah aktivitas fisik atau keringat berlebih.

Secara keseluruhan, penelitian ini menyoroti perubahan kimiawi yang terjadi selama masa pubertas dan bagaimana perubahan ini mempengaruhi bau badan. Pemahaman lebih lanjut tentang senyawa-senyawa ini tidak hanya membantu kita memahami proses biologis remaja, tetapi juga dapat membantu dalam pengembangan produk kebersihan pribadi yang lebih efektif.

Dengan pengetahuan ini, para remaja dapat lebih memahami perubahan yang terjadi pada tubuh mereka dan mencari solusi yang tepat untuk mengatasi masalah bau badan. Sementara itu, penelitian terus berlanjut untuk menemukan lebih banyak tentang bagaimana tubuh kita berubah dan beradaptasi sepanjang hidup.



(as)


Source: 1
close