Iklan

Rabu, 22 Mei 2024, 18.57 WIB
Last Updated 2024-05-22T11:57:10Z
premisSastrasilogisme

Memahami Silogisme: Pengertian dan Contohnya

Baca Juga
Advertisement
Memahami Silogisme: Pengertian dan Contohnya


Pengertian Silogisme

Silogisme merupakan bentuk penalaran deduktif yang terdiri dari premis mayor, premis minor, dan kesimpulan. Dalam logika, silogisme juga dikenal sebagai argumen kategoris atau silogisme kategoris standar. Kata "silogisme" sendiri berasal dari bahasa Yunani yang berarti "menyimpulkan" atau "menghitung".

Sebagai contoh, berikut adalah silogisme kategoris yang valid:

- Premis mayor: Semua mamalia berdarah panas.

- Premis minor: Semua anjing hitam adalah mamalia.

- Kesimpulan: Oleh karena itu, semua anjing hitam berdarah panas.

Dalam retorika, silogisme yang diringkas atau dinyatakan secara informal disebut entimem. Pengucapan dari silogisme adalah sil-uh-JIZ-um.

Contoh Silogisme

Rumaan Alam dalam artikelnya di The New York Times menyatakan bahwa kesuksesan sering diukur dengan kekayaan, yang dianggap sebagai kebetulan. Ia berpendapat, "Uang tidak bisa membeli kebahagiaan, tapi uang bisa membeli barang, dan jika barang membuat Anda bahagia, maka lengkapi silogismenya."

William Shakespeare dalam karyanya *Timon dari Athena* juga memberikan contoh silogisme:

- Flavius: Apakah Anda lupa dengan saya, Tuan?

- Timon: Kenapa kamu menanyakan itu? Aku telah melupakan semua laki-laki; Lalu, jika kamu mengabulkan bahwa kamu seorang laki-laki, aku telah melupakanmu.

Komponen Silogisme

Silogisme terdiri dari premis mayor, premis minor, dan kesimpulan. Premis mayor adalah pernyataan umum yang diyakini benar, premis minor memberikan contoh spesifik dari premis mayor, dan kesimpulan mengikuti dari kedua premis tersebut.

Sebagai contoh:

- Premis mayor: Semua buku di toko itu baru.

- Premis minor: Buku-buku ini berasal dari toko itu.

- Kesimpulan: Oleh karena itu, buku-buku ini baru.

Suatu silogisme dianggap valid jika kesimpulannya mengikuti premis-premisnya. Silogisme benar jika informasinya konsisten dengan fakta. Untuk menjadi masuk akal, silogisme harus valid dan benar.

Silogisme Retoris

Aristoteles menekankan bahwa wacana retorika bertujuan untuk mencapai kebenaran. Silogisme retoris, atau entimem, adalah alat yang mengarahkan proses retorika ke dalam aktivitas yang beralasan. Retorika sangat terkait dengan dialektika, yang memungkinkan kita memeriksa opini umum.

Silogisme dalam Konteks Lain

Dalam sebuah wawancara di *Meet the Press*, George W. Bush mengilustrasikan silogisme dengan menyatakan bahwa meskipun tidak ada bukti ia melapor untuk bertugas di Alabama, ia tetap yakin melakukannya. Ini menunjukkan kesimpulan yang berbeda dari bukti yang ada, sebuah contoh dari silogisme yang salah.

Silogisme dalam Puisi

Dalam puisi "To His Coy Mistress" oleh Andrew Marvell, terdapat silogisme klasik yang terdiri dari tiga bagian:

1. Jika kita memiliki dunia dan waktu yang cukup, rasa malu Anda akan dapat ditoleransi.

2. Kita tidak memiliki dunia atau waktu yang cukup.

3. Oleh karena itu, kita harus mencintai dengan cepat.

Humor dalam Silogisme

Ambrose Bierce dalam *Kamus Setan* menggambarkan silogisme dengan humor:

- Premis mayor: Enam puluh orang dapat menyelesaikan pekerjaan enam puluh kali lebih cepat daripada satu orang.

- Premis minor: Seseorang dapat menggali lubang dalam enam puluh detik.

- Kesimpulan: Enam puluh orang dapat menggali lubang dalam satu detik.

Silogisme adalah alat penting dalam logika dan retorika, membantu kita memahami dan menguji argumen dengan cara yang sistematis dan rasional.

(as)
close