• Jelajahi

    Copyright © Langgam Pos
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Menu Bawah

    Orang Istighfar Saat Ingat Dosa itu Sombong, Kok Bisa? Begini Penjelasan Singkatnya

    Kamis, 02 Mei 2024, Kamis, Mei 02, 2024 WIB Last Updated 2024-05-02T07:56:09Z
    masukkan script iklan disini

    Baca Juga

    Orang Istighfar Saat Ingat Dosa itu Sombong, Kok Bisa? Begini Penjelasan Singkatnya


    Langgampos.com - Istighfar merupakan salah satu amalan penting dalam agama Islam. Namun, seringkali ada kesalahpahaman seputar arti dari istighfar, terutama saat seseorang mengingat dosa-dosa yang pernah dilakukannya. Gus Baha, seorang ulama yang dihormati, menjelaskan pandangannya mengenai hal ini dengan mengutip pendapat Abdul Qodim al-Qusyairi, seorang ulama klasik.

    Menurut Abdul Qodim al-Qusyairi, orang yang beristighfar saat mengingat dosa-dosanya dengan penuh kesadaran akan dosa-dosanya itu, sebenarnya telah melanggar satu prinsip penting dalam agama, yaitu sikap sombong. Bagaimana bisa? Karena saat kita beristighfar, seharusnya fokus pada rahmat Allah yang begitu besar karena Dia memberikan kesempatan kepada hamba-Nya untuk memohon ampun dan bertaubat.

    Rahmat Allah tidak terhingga, bahkan bagi mereka yang telah melakukan dosa besar sekalipun. Ketika seseorang mengingat dosa-dosanya dengan terus-menerus dan merasa tidak nyaman bersama Allah, hal itu justru bisa menjadi hambatan bagi dirinya sendiri dalam memperbaiki diri. Istighfar seharusnya menjadi momen introspeksi dan permohonan ampun yang dilandasi oleh keyakinan akan rahmat dan kasih sayang Allah.

    Menurut Gus Baha, pemahaman yang benar tentang istighfar adalah memahami bahwa Allah senantiasa membuka pintu ampunan bagi hamba-Nya yang bertaubat dengan ikhlas. Istighfar bukanlah tentang mengenang dosa dengan rasa bersalah yang berlebihan, melainkan tentang memahami bahwa setiap kesalahan dapat diperbaiki dengan taubat yang tulus dan kesungguhan untuk tidak mengulangi kesalahan tersebut.

    Oleh karena itu, penting bagi setiap Muslim untuk memahami betapa besar rahmat Allah dan tidak terjebak dalam sikap sombong yang dapat menghalangi kita untuk mendekatkan diri kepada-Nya. Istighfar yang tulus dan ikhlas adalah kunci untuk mendapatkan ampunan dan memperbaiki diri agar lebih baik di masa depan. Semoga kita senantiasa diberikan hidayah dan kekuatan untuk selalu istighfar dalam setiap langkah kehidupan kita. 

    (kj)
    Komentar

    Tampilkan

    Iklan

    Terkini

    close