Iklan

Sabtu, 18 Mei 2024, 19.43 WIB
Last Updated 2024-05-18T12:43:55Z
Edukasimesirmesir kunopiramida

Terungkap Misteri Besar Bagaimana Orang Mesir Kuno Membangun Piramida

Baca Juga
Advertisement
Terungkap Misteri Besar Bagaimana Orang Mesir Kuno Membangun Piramida


Langgampos.com - Misteri besar yang selama ini menyelimuti cara orang Mesir kuno membangun piramida akhirnya terpecahkan. Para ilmuwan telah menemukan sebuah cabang sungai Nil yang terkubur selama ribuan tahun dan pernah mengalir di sepanjang lebih dari 30 piramida di Mesir, yang berpotensi menjelaskan bagaimana orang Mesir kuno mengangkut balok-balok batu besar untuk membangun monumen terkenal tersebut.

Menurut penelitian yang dipublikasikan pada hari Kamis, cabang sungai sepanjang 64 kilometer ini mengalir di antara kompleks piramida Giza yang ikonik. Sungai ini tersembunyi di bawah gurun dan lahan pertanian selama ribuan tahun, dan keberadaannya memberikan wawasan baru mengenai metode transportasi yang digunakan oleh orang Mesir kuno.

Keberadaan sungai tersebut menjelaskan mengapa 31 piramida dibangun dalam rantai sepanjang jalur gurun yang kini tidak ramah di Lembah Nil antara 4.700 dan 3.700 tahun yang lalu. Jalur ini dekat dengan ibu kota Mesir kuno, Memphis, yang mencakup Piramida Agung Giza – satu-satunya bangunan yang masih bertahan dari tujuh keajaiban dunia kuno – serta piramida Khafre, Cheops, dan Mykerinos.

Para arkeolog telah lama menduga bahwa orang Mesir kuno menggunakan jalur air untuk memindahkan material raksasa yang digunakan dalam pembangunan piramida. "Namun, tidak ada seorang pun yang mengetahui secara pasti lokasi, bentuk, ukuran, atau kedekatan jalur air besar ini dengan lokasi piramida sebenarnya," kata Eman Ghoneim, penulis utama studi dari Universitas North Carolina Wilmington di Amerika Serikat, kepada AFP.

Tim peneliti internasional menggunakan citra satelit radar untuk memetakan cabang sungai, yang mereka sebut Ahramat – yang berarti "piramida" dalam bahasa Arab. Radar memberikan kemampuan unik untuk menembus permukaan pasir dan menghasilkan gambar fitur tersembunyi, termasuk sungai yang terkubur dan bangunan kuno, ujar Ghoneim.

Survei di lapangan dan analisis inti sedimen dari situs tersebut mengkonfirmasi keberadaan sungai tersebut. Penelitian ini dipublikasikan dalam jurnal **Communications Earth & Environment**. Sungai besar ini kini tertutup pasir, kemungkinan besar disebabkan oleh kekeringan besar sekitar 4.200 tahun yang lalu, menurut para ilmuwan.

Piramida Giza berdiri di dataran tinggi kira-kira satu kilometer dari tepi sungai. Banyak dari piramida memiliki "jalan seremonial" yang membentang di sepanjang sungai sebelum berakhir di Kuil Lembah yang berfungsi sebagai pelabuhan, kata Ghoneim. Hal ini menunjukkan bahwa sungai memainkan peran penting dalam transportasi bahan bangunan dan pekerja yang dibutuhkan untuk pembangunan piramida.

Bagaimana tepatnya orang Mesir kuno berhasil membangun bangunan yang begitu besar dan berumur panjang telah menjadi salah satu misteri besar dalam sejarah. Bahan-bahan berat ini, yang sebagian besar berasal dari selatan, "akan lebih mudah terapung di sungai" dibandingkan diangkut melalui darat, kata Suzanne Onstine, rekan penulis studi dari Universitas Memphis di negara bagian Tennessee, AS, kepada AFP.

Tepian sungai mungkin merupakan tempat penerimaan rombongan pemakaman para firaun sebelum jenazah mereka dipindahkan ke "tempat pemakaman terakhir di dalam piramida," tambahnya. Sungai ini juga mungkin menunjukkan mengapa piramida dibangun di tempat yang berbeda. "Aliran air dan volumenya berubah seiring berjalannya waktu, sehingga raja dinasti keempat harus membuat pilihan yang berbeda dibandingkan raja dinasti ke-12," jelas Onstine.

Penemuan ini menegaskan hubungan erat antara geografi, iklim, lingkungan, dan perilaku manusia. Temuan ini tidak hanya memecahkan misteri sejarah, tetapi juga memberikan pemahaman baru tentang bagaimana faktor lingkungan dapat mempengaruhi peradaban manusia.

(mn)









Source: 1
close