Iklan

Selasa, 21 Mei 2024, 14.37 WIB
Last Updated 2024-05-21T07:37:47Z
Reviewthe fox kingwoo ming jin

Woo Ming Jin Selesaikan Syuting Film Telepati 'The Fox King'

Baca Juga
Advertisement
Woo Ming Jin Selesaikan Syuting Film Telepati 'The Fox King'



Langgampos.com - Sutradara pemenang penghargaan asal Malaysia, Woo Ming Jin, telah menyelesaikan pengambilan gambar utama untuk film terbarunya yang berjudul "The Fox King." Informasi ini diungkapkan oleh para produser pada Festival Film Cannes.

"The Fox King" berlatar di sebuah kota pesisir Malaysia pada awal tahun 2000-an, menceritakan kisah dua saudara kembar fraternal, Ali dan Amir, yang memiliki ikatan telepati. Kedua saudara ini harus berjuang sendiri setelah ayah mereka meninggalkan mereka untuk menikahi wanita yang lebih muda. Kehadiran seorang guru baru bernama Lara menguji kekuatan ikatan persaudaraan mereka.

Film ini dibintangi oleh bintang asal Indonesia, Dian Sastrowardoyo (Netflix's "Gadis Kretek"), bersama dengan Idan Aedan ("Blood Flower"), Amerul Affendi ("I.D."), Chew Kin Wah ("Rain Town"), dan pendatang baru Hadi Putra.

"The Fox King" turut serta dalam pasar pembiayaan Tokyo dan proyek QCinema pada tahun 2023. Film ini merupakan produksi Sunstrong Entertainment (terpilih di Venice untuk "Snow in Midsummer") bekerja sama dengan perusahaan Malaysia, Greenlight Pictures dan Da Huang Pictures, serta perusahaan Indonesia, KawanKawan Media. Film ini juga didukung oleh Perbadanan Kemajuan Filem Nasional Malaysia (FINAS).

Tim produksi termasuk Edmund Yeo dan Woo dari Greenlight Pictures, yang film terakhirnya "Stone Turtle" memenangkan Hadiah FIPRESCI di Locarno 2022. Chua Jin Xuan dari Da Huang Pictures (pemenang Shanghai untuk "Barbarian Invasion") dan Yulia Evina Bhara dari KawanKawan Media (pemenang Venice untuk "Autobiography") bertindak sebagai co-produser.

Ini merupakan kolaborasi kedua antara Greenlight Pictures dan KawanKawan Media setelah "Stone Turtle." KawanKawan Media yang berbasis di Jakarta dikenal karena produksi regionalnya termasuk pemenang Cannes "Tiger Stripes" dan pemenang Locarno "Dreaming & Dying" serta "Whether The Weather Is Fine."

Ketua Perbadanan Kemajuan Filem Nasional Malaysia (FINAS), Kamil Othman, menyatakan: “Di dunia yang semakin tanpa batas, tidak bisa dihindari bahwa karya-karya kreatif akan terbuka terhadap berbagai kemungkinan. FINAS selalu bercita-cita mendorong kolaborasi produksi sebagai sarana menciptakan sinergi yang tidak mungkin tercapai tanpa kerja sama. 'The Fox King' adalah salah satu proyek yang memimpin jalan untuk menciptakan cerita yang bisa diterima oleh audiens dari seluruh dunia.”

Woo menambahkan: “Sebagai seorang kembar, saya ingin mengeksplorasi berbagai nuansa hubungan kembar yang memiliki ikatan tak terbantahkan, namun juga persaingan, kekecilan hati, dan segala sesuatu di antaranya. Saya sangat bersyukur bisa bekerja dengan Dian Sastro. Dia adalah raksasa dalam sinema Indonesia dan seseorang yang sudah lama saya kagumi. Bekerja sama lagi dengan Yulia dalam film ini adalah bonus yang luar biasa.”

Dengan demikian, "The Fox King" diharapkan mampu menghadirkan cerita yang menarik dan mengesankan bagi penonton di berbagai belahan dunia. Film ini menjadi contoh nyata bagaimana kolaborasi lintas negara dapat menghasilkan karya yang unik dan berkualitas tinggi.


(kj)


Source: 1
close