Iklan

Kamis, 27 Juni 2024, 20:31 WIB
Last Updated 2024-06-27T13:31:46Z
bantuan berasNasionalNewspresiden jokowi

Jokowi Pastikan Bantuan Beras 10 Kg Berlanjut Hingga Akhir Tahun 2024

Baca Juga
Berita Viral Lainnya
Jokowi Pastikan Bantuan Beras 10 Kg Berlanjut Hingga Akhir Tahun 2024



Langgampos.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) memastikan bahwa bantuan pangan berupa beras seberat 10 kg akan terus diberikan hingga Desember 2024. Pernyataan ini disampaikan Jokowi saat melakukan peninjauan stok beras dan penyerahan bantuan cadangan pangan pemerintah di Gudang Bulog Buntok, Kabupaten Barito Selatan, Kalimantan Tengah.

Dalam kunjungannya, Jokowi tidak hanya memantau langsung kelancaran distribusi bantuan pangan, tetapi juga memastikan ketersediaan stok beras nasional yang dikelola oleh Bulog mencukupi. Jokowi ingin memastikan bahwa distribusi bantuan pangan berjalan lancar dan kebutuhan pangan masyarakat terpenuhi.

Di hadapan para penerima manfaat, Jokowi menanyakan apakah mereka sudah menerima bantuan pangan sejak Januari hingga Juni. "Januari sudah dapat? Februari sudah? Maret sudah? April sudah? Mei sudah? Yang diterima ini Juni? Setelah Juni nanti Agustus, Oktober, Desember. Sampai Desember diteruskan ya," ujar Jokowi, seperti dikutip dari keterangan Biro Sekretariat Presiden, Kamis (27/6/2024).

Presiden juga menegaskan bahwa bantuan beras sebanyak 10 kilogram per bulan ini akan terus diberikan hingga Desember. Jokowi memastikan bahwa anggaran negara (APBN) cukup untuk mendukung program bantuan ini hingga akhir tahun.

Jokowi mengungkapkan bahwa pemerintah sudah menghitung kecukupan APBN untuk melanjutkan program bantuan ini. "Itu sudah kita hitung-hitung di APBN diteruskan atau nggak. APBN cukup nggak. Karena ini duit triliunan, gede banget. 10 kg per bulan untuk 22 juta masyarakat kita," jelasnya.

Dengan anggaran yang besar, pemerintah berupaya memastikan bahwa bantuan pangan tetap berlanjut dan mampu meringankan beban masyarakat yang membutuhkan.

Dalam kesempatan tersebut, Jokowi juga menegaskan bahwa Bulog memiliki stok beras yang mencukupi untuk kebutuhan nasional. "Berasnya dari mana? Berasnya dari Bulog. Bulog stoknya cukup nggak? Sekarang Bulog memiliki stok 1,7 juta ton. Di sini saja stoknya 1.500 ton, bukan kilo lho, ton," ungkap Jokowi.

Stok beras yang mencukupi ini menjadi jaminan bahwa program bantuan pangan dapat terus berjalan tanpa hambatan.

Jokowi menjelaskan bahwa kenaikan harga beras yang terjadi saat ini dipicu oleh penurunan produksi pangan di seluruh dunia akibat bencana kekeringan dan gelombang panas yang panjang. "Kenapa produksinya turun? Karena ada gelombang kekeringan, gelombang panas yang panjang di negara-negara, bukan hanya Indonesia," papar Jokowi.

Namun, pemerintah terus berupaya untuk meningkatkan produksi pangan nasional agar harga beras bisa kembali stabil dan terjangkau bagi masyarakat.

Jokowi juga menekankan pentingnya menjaga keseimbangan antara harga yang menguntungkan petani dan harga yang terjangkau bagi konsumen. "Pemerintah harus menjaga keseimbangan yang tidak mudah, menjaga keseimbangan agar harganya (membuat) petani senang, harga di pasar, masyarakat juga senang. Tapi ya itu nggak mudah," tutur Jokowi.

Dengan upaya yang terus dilakukan pemerintah, diharapkan harga pangan, khususnya beras, dapat terkendali dan masyarakat bisa menikmati harga yang wajar. Bantuan beras ini menjadi salah satu langkah nyata pemerintah dalam meringankan beban masyarakat sekaligus menjaga stabilitas pangan nasional.

Dengan adanya kepastian dari Presiden Jokowi tentang kelanjutan bantuan beras hingga Desember 2024, diharapkan masyarakat yang membutuhkan dapat terus terbantu dan tidak khawatir akan ketersediaan pangan. Pemerintah berkomitmen untuk terus memantau dan memastikan bahwa program bantuan ini berjalan lancar dan tepat sasaran.

Melalui upaya kolaboratif antara pemerintah, Bulog, dan masyarakat, ketahanan pangan nasional dapat terus terjaga dan kesejahteraan rakyat bisa meningkat. Kita semua berharap agar program ini dapat memberikan manfaat yang sebesar-besarnya bagi masyarakat Indonesia.

(mn)


Source: 1
close