Iklan

Kamis, 27 Juni 2024, 20:01 WIB
Last Updated 2024-06-27T13:01:19Z
like youtubeNasionalNewspenipuan whatsapp

Korban Dikirim Link Lewat WhatsApp, Modus 'Like' YouTube Terbongkar

Baca Juga
Berita Viral Lainnya
Korban Dikirim Link Lewat WhatsApp, Modus 'Like' YouTube Terbongkar

Langgampos.com - Sebuah kasus penipuan dengan modus pekerjaan pencet 'like' dan 'subscribe' YouTube berhasil diungkap oleh pihak kepolisian. Dua tersangka, pria berinisial EO (47) dan wanita berinisial SM (29), yang berasal dari Cengkareng, Jakarta Barat, telah ditangkap. Penipuan ini menyebabkan kerugian besar bagi korban, mencapai lebih dari Rp 800 juta.

Kepala Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Dirkrimsus) Polda Metro Jaya, Kombes Ade Safri Simanjuntak, mengungkapkan bahwa korban mengalami kerugian sebesar Rp 806.220.000 akibat tindakan kedua tersangka ini. "Atas kejadian tersebut, pelapor mengalami kerugian sebesar Rp 806.220.000," ujarnya dalam konferensi pers pada Kamis (27/6/2024).

Menurut penjelasan Kombes Ade Safri, penipuan ini bermula ketika korban dihubungi oleh pelaku melalui aplikasi WhatsApp. Pelaku mengaku sebagai asisten dari sebuah perusahaan internasional yang bergerak di bidang perabotan rumah tangga. Dengan iming-iming pekerjaan mudah, korban dijanjikan komisi sebesar Rp 31 ribu per video YouTube yang di-'like'.

"Kemudian pelapor ditawarkan pekerjaan untuk melakukan (pencet) like video-video di YouTube dengan komisi sebesar Rp 31 ribu. Kemudian pelapor dikirimkan link Telegram melalui WhatsApp tersebut," imbuh Ade Safri.

Namun, seperti penipuan serupa yang pernah terjadi, korban diharuskan membayar deposit terlebih dahulu sebelum mendapatkan tugas tersebut. Alih-alih mendapatkan keuntungan, korban justru mengalami kerugian besar. "Setelah pelapor menyetujui untuk melakukan pekerjaan tersebut, pelapor diwajibkan untuk melakukan deposit sebelum diberikan misi pekerjaan," jelasnya.

Setelah menerima laporan dari korban, pihak kepolisian segera melakukan penyelidikan mendalam. Hasil penyelidikan mengarah pada dua pelaku utama, yaitu EO dan SM. "EO perannya memerintahkan tersangka SM untuk mencari rekening. (Tersangka) mendapat keuntungan sejumlah Rp 1,5 juta per rekening. SM perannya mencari orang untuk membuat rekening dan menyerahkan kepada tersangka EO, mendapat keuntungan sejumlah Rp 500 ribu per rekening," ungkap Ade Safri.

EO dan SM ditangkap di kediaman mereka di Cengkareng, Jakarta Barat, pada Selasa (25/6). Kedua tersangka kini telah ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan di Polda Metro Jaya untuk kepentingan penyidikan lebih lanjut.

EO dan SM dijerat dengan beberapa pasal, di antaranya Pasal 28 ayat (1) jo Pasal 45 ayat (1) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2024 tentang perubahan kedua atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE), serta Pasal 378 KUHP tentang Penipuan. Selain itu, mereka juga dikenakan Pasal 81 dan/atau Pasal 82 dan/atau Pasal 87 Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2011 tentang Transfer Dana, dan Pasal 3, Pasal 4, serta Pasal 5 Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU).

"Kedua tersangka saat ini dilakukan penahanan di Rutan Polda Metro Jaya untuk kepentingan penyidikan," tambah Kombes Ade Safri.

Kasus ini menjadi peringatan keras bagi masyarakat agar lebih waspada terhadap penipuan dengan modus serupa. Penawaran pekerjaan yang terlalu mudah dan menjanjikan keuntungan besar dalam waktu singkat seringkali merupakan jebakan. Selalu lakukan pengecekan mendalam sebelum menerima tawaran pekerjaan yang tidak jelas asal-usulnya.

Pihak kepolisian juga menghimbau masyarakat untuk segera melaporkan jika menemukan indikasi penipuan serupa. "Kami mengimbau masyarakat untuk tidak mudah percaya dengan penawaran pekerjaan yang tidak jelas dan segera melaporkan kepada pihak berwajib jika menemukan hal-hal yang mencurigakan," tegas Kombes Ade Safri.

Penipuan dengan modus pencet 'like' dan 'subscribe' YouTube bukanlah hal baru, namun selalu ada korban baru yang terjerat karena ketidaktahuan dan keinginan untuk mendapatkan uang dengan cara cepat. Kasus ini diharapkan dapat membuka mata masyarakat untuk lebih berhati-hati dan selalu waspada terhadap tawaran-tawaran yang terlalu bagus untuk menjadi kenyataan.

Pihak kepolisian terus bekerja keras untuk mengungkap lebih banyak jaringan penipuan serupa dan mengimbau kepada masyarakat untuk bersama-sama melawan kejahatan ini dengan cara tidak mudah terpengaruh dan selalu melaporkan kegiatan mencurigakan kepada pihak berwenang.

(mn)



Source: 1
close