Iklan

Jumat, 21 Juni 2024, 19:50 WIB
Last Updated 2024-06-21T12:50:15Z
Foodkesehatanpola makanvitamin d

Menurut Pakar Kesehatan, Inilah waktu Terbaik Mengonsumsi Vitamin D

Baca Juga
Berita Viral Lainnya
Menurut Pakar Kesehatan, Inilah waktu Terbaik Mengonsumsi Vitamin D


Langgampos.com - Dalam dunia suplemen, multivitamin, omega-3, dan probiotik sering kali dianggap memberikan banyak manfaat bagi kesehatan. Namun, jika multivitamin yang Anda konsumsi tidak mengandung dosis vitamin D yang cukup, dokter Anda mungkin akan menyarankan untuk menambahkan suplemen vitamin D ke dalam rutinitas harian Anda.

Roxana Ehsani, MS, RD, CSSD, seorang ahli diet olahraga bersertifikat yang berbasis di Miami, menjelaskan bahwa vitamin D adalah salah satu dari empat vitamin yang larut dalam lemak (bersama dengan vitamin A, E, dan K). Vitamin ini juga berfungsi sebagai hormon yang diproduksi tubuh setelah terkena sinar matahari, dan memainkan berbagai peran penting dalam tubuh, seperti mendukung sistem kekebalan tubuh, fungsi otot dan saraf, serta membantu tubuh menyerap kalsium.

Meski vitamin D sangat penting untuk kesehatan, penelitian menunjukkan bahwa sekitar 25% orang Amerika mengalami kekurangan vitamin D. Kekurangan ini dapat disebabkan oleh beberapa faktor, seperti sumber makanan yang mengandung vitamin D yang terbatas, kurangnya paparan sinar matahari selama musim dingin, tinggal di daerah dengan sinar matahari terbatas, atau kebiasaan menutup kulit saat berada di luar ruangan.

Nilai Harian yang direkomendasikan untuk vitamin D bagi orang dewasa adalah 20 mikrogram (800 IU). Sebagai gambaran, satu butir telur mengandung sekitar 1 mcg vitamin D, sementara 3 ons salmon sockeye mengandung sekitar 12 mcg, dan 3 ons ikan trout mengandung sekitar 14 mcg. Dengan demikian, cukup sulit untuk mencapai target harian hanya melalui makanan, kecuali Anda rutin mengonsumsi makanan yang kaya vitamin D, seperti minyak ikan cod yang mengandung 34 mcg per sendok makan.

Di Amerika Serikat, sebagian besar asupan vitamin D berasal dari susu yang diperkaya, yang mengandung sekitar 100 hingga 150 IU per 8 ons. Namun, dengan menurunnya konsumsi susu dalam beberapa tahun terakhir, banyak ahli menyarankan suplemen vitamin D untuk memastikan kebutuhan harian terpenuhi.

Jika Anda memutuskan untuk mengonsumsi suplemen vitamin D, penting untuk memastikan bahwa dosisnya tepat dan tubuh Anda menyerapnya dengan baik. Berikut beberapa faktor yang perlu dipertimbangkan saat mengonsumsi suplemen vitamin D.

Faktor yang Perlu Dipertimbangkan

Kondisi Kesehatan

Beberapa kondisi kesehatan dapat mempengaruhi kadar vitamin D dalam tubuh atau meningkatkan kebutuhan akan vitamin D. Misalnya, osteoporosis, depresi, penyakit ginjal atau hati, serta riwayat keluarga dengan kondisi neurologis. David Davidson, MD, seorang ahli jantung di Endeavour Health Medical Group di Chicago, menyarankan agar orang dengan masalah penyerapan, seperti penyakit radang usus atau pasca operasi bypass lambung, berkonsultasi dengan dokter untuk mendapatkan panduan dosis yang tepat.

Ukuran Tubuh

Ukuran tubuh juga dapat mempengaruhi dosis dan penyerapan vitamin D. Oleh karena itu, sangat penting untuk mendapatkan rekomendasi dosis yang sesuai dari dokter sebelum memulai suplemen vitamin D.

Preferensi Individu

Waktu terbaik untuk mengonsumsi vitamin D adalah saat Anda paling mudah mengingatnya. Banyak orang berhasil dengan menggabungkan kebiasaan mengonsumsi suplemen dengan rutinitas harian lainnya. Misalnya, Anda bisa menempatkan suplemen vitamin D di dekat sikat gigi untuk mengingatkan Anda mengonsumsinya setiap pagi setelah sarapan.

Kebiasaan Diet

Karena vitamin D adalah vitamin yang larut dalam lemak, sebaiknya dikonsumsi bersama makanan yang mengandung lemak sehat, seperti alpukat, kacang-kacangan, biji-bijian, produk susu berlemak penuh, dan makanan laut berlemak, untuk memaksimalkan penyerapan.

Jenis Vitamin D

Ada dua jenis vitamin D: D2 dan D3. Vitamin D2 berasal dari tanaman yang terkena sinar UV dan makanan yang diperkaya, sementara vitamin D3 berasal dari sinar matahari dan bahan-bahan hewani. Meskipun keduanya bermanfaat, vitamin D3 lebih efisien diserap oleh tubuh dibandingkan vitamin D2.

Pagi vs. Sore

Menurut Roxana Ehsani dan David Davidson, tidak ada waktu spesifik yang terbaik untuk mengonsumsi suplemen vitamin D. Yang terpenting adalah mengonsumsinya secara konsisten pada waktu yang paling sesuai dengan rutinitas harian Anda.

Dengan atau Tanpa Makan

Vitamin D sebaiknya dikonsumsi bersama makanan, khususnya yang mengandung lemak sehat, untuk meningkatkan penyerapan. Misalnya, Anda bisa mengonsumsi suplemen vitamin D saat sarapan dengan roti panggang yang diolesi mentega almond atau saat makan malam dengan salad yang ditaburi kenari.

Apakah Ada Waktu Terbaik?

Waktu terbaik untuk mengonsumsi suplemen vitamin D adalah saat yang paling cocok dengan rutinitas harian Anda dan saat Anda paling mudah mengingatnya. Pastikan untuk berkonsultasi dengan penyedia layanan kesehatan Anda untuk menentukan waktu yang tepat dan dosis yang sesuai.

Kesimpulan

Penting untuk memilih suplemen vitamin D3 dibandingkan D2 karena lebih efisien diserap oleh tubuh. Selain itu, konsumsilah suplemen vitamin D bersama makanan yang mengandung lemak sehat untuk penyerapan yang optimal. Dengan mengikuti panduan ini, Anda dapat memastikan bahwa tubuh Anda mendapatkan manfaat maksimal dari suplemen vitamin D.

(kj)





Source: 1
close