Iklan

Rabu, 26 Juni 2024, 20:47 WIB
Last Updated 2024-06-26T13:47:02Z
Ekonomi Bisniskaryawanmanajerotonomi kerjasupervisor

Otonomi di Tempat Kerja Itu Penting: Berikut 9 Cara untuk Mendorongnya

Baca Juga
Berita Viral Lainnya
Otonomi di Tempat Kerja Itu Penting: Berikut 9 Cara untuk Mendorongnya


Langgampos.com - Tidak ada yang suka dikelola secara mikro di tempat kerja. Memiliki manajer atau supervisor yang terus-menerus mengawasi memang membuat frustrasi. Hal ini juga merusak kepercayaan pada kepemimpinan di tempat kerja.

Itulah sebabnya otonomi di tempat kerja sangat penting.

Otonomi di tempat kerja berarti memberikan kebebasan kepada karyawan untuk bekerja sesuai keinginannya. Dengan otonomi di tempat kerja, karyawan dapat memutuskan bagaimana dan kapan pekerjaan mereka harus dilakukan.

Otonomi di tempat kerja akan terlihat berbeda tergantung pada organisasi Anda. Namun, jika dilakukan dengan benar, hal ini dapat memberikan manfaat bagi karyawan Anda dan budaya perusahaan secara keseluruhan.

Mari kita telusuri bagaimana para pemimpin dapat mendorong otonomi di tempat kerja dan memetik manfaatnya.

Apa yang Dimaksud dengan Otonomi di Tempat Kerja?

Memahami otonomi di tempat kerja adalah langkah pertama dalam menerapkannya. Jika karyawan mampu menyelesaikan pekerjaannya tanpa manajemen mikro, mengapa harus menerapkan aturan yang ketat? Terkadang peraturan justru menghambat pemikiran kreatif dan menciptakan tekanan kinerja yang tidak diperlukan.

Jika pemberian kebebasan terdengar berpotensi menimbulkan kekacauan, mari kita lihat situasi dari sudut pandang yang berbeda. Peningkatan otonomi di tempat kerja menganut konsep bahwa tidak semua orang sama. Setiap anggota tim mungkin memiliki pendekatan yang berbeda, namun pendekatan tersebut belum tentu tidak valid. Kepercayaan diberikan kepada setiap karyawan berdasarkan anggapan bahwa mereka akan menyelesaikan pekerjaannya.

Yang terpenting, otonomi mungkin merupakan solusi efektif untuk kurangnya keterlibatan di tempat kerja. Tenaga kerja yang dipercaya dan diizinkan untuk mengerjakan tugas dengan cara mereka sendiri cenderung lebih terlibat.

Perbedaan Otonomi di Tempat Kerja dengan Otonomi Pribadi


Otonomi pribadi berbicara tentang tindakan di luar tempat kerja, khususnya kebebasan untuk menentukan pilihan dalam kehidupan pribadi untuk mencapai tujuan pribadi. Kebebasan ini mempunyai konsekuensi tersendiri. Bedanya, dalam kehidupan pribadi, Anda hanya punya tanggung jawab pada diri sendiri.

Sedangkan otonomi di tempat kerja adalah kebebasan dalam batasan tujuan perusahaan yang lebih besar. Mencapai tujuan adalah kerangka kerja yang menyeluruh. Bagaimana karyawan mencapai tujuan tersebut mungkin terbuka, namun jika hasilnya tidak memuaskan, mereka tidak hanya bertanggung jawab pada diri sendiri tetapi juga pada tim yang mereka kecewakan.

Mengapa Otonomi di Tempat Kerja Penting?

Mendorong otonomi di tempat kerja mempunyai beberapa manfaat. Tindakan menaruh kepercayaan pada tim dapat mengubah suasana bisnis, menggantikan rasa hierarki dengan rasa percaya. Tenaga kerja yang diberi otonomi tidak merasa tertekan dan, sebagai hasilnya, lebih percaya diri. Hal ini, pada gilirannya, mempunyai manfaat positif yang luas sebagai berikut.

1. Meningkatkan Kepuasan Kerja

Memberikan otonomi kepada karyawan meningkatkan kepuasan kerja. Tenaga kerja yang bekerja sesuai dengan kecepatan dan aturannya sendiri akan lebih mungkin merasa puas. Karena hasil kerja keras adalah hasil pencapaian pribadi, setiap tugas adalah alasan untuk merasa puas.

2. Menciptakan Keterlibatan dan Motivasi Karyawan

Keterlibatan di tempat kerja dan motivasi kerja meningkat ketika anggota tim harus membuat keputusan sendiri. Mempelajari seperangkat aturan ketat dan menaatinya adalah cara kerja yang membosankan. Sebaliknya, mengerjakan tugas dengan kebebasan justru menyegarkan. Hal ini memungkinkan kreativitas di tempat kerja dan mendorong peningkatan pembelaan diri dari karyawan.

3. Meningkatkan Retensi Karyawan

Peningkatan otonomi kerja menghasilkan karyawan yang lebih bahagia. Karyawan yang bahagia tidak merasa perlu mencari pekerjaan lain. Oleh karena itu, pergantian pekerjaan berkurang secara signifikan, sehingga menghemat waktu dan tenaga dalam perekrutan dan orientasi.

4. Mendorong Kreativitas dan Inovasi

Orang yang berpikiran bebas menghasilkan solusi yang unik dan kreatif. Inovasi adalah hal yang dibutuhkan tempat kerja untuk terus berevolusi dan berkembang. Tanpa otonomi di tempat kerja, suatu organisasi mungkin menjadi stagnan.

5. Membangun Budaya Kepercayaan

Tenaga kerja yang didasarkan pada kepercayaan bekerja secara efisien, sehingga meningkatkan produktivitas. Ketika karyawan memahami bahwa mereka dipercaya untuk menyelesaikan tugas, kepercayaan yang sama juga diberikan kepada para pemimpin. Budaya saling percaya di tempat kerja yang dihasilkan merupakan landasan bagi inovasi sejati.

6. Meningkatkan Produktivitas

Seorang karyawan yang diberi otonomi akan memiliki motivasi diri, terinspirasi untuk mencapai prestasi, dan lebih mungkin untuk terlibat dengan pekerjaan. Hasil yang tidak bisa dihindari adalah peningkatan produktivitas.

7. Karyawan Merasa Dihargai

Sedikit yang membuat karyawan merasa dihargai seperti memiliki kebebasan. Ketika tujuan dicapai melalui pemikiran pribadi dan inovasi, hasil yang sukses berarti pujian. Karena solusi merekalah yang membuahkan hasil, mereka layak mendapatkan pengakuan dan penghargaan.

8. Mengembangkan Kualitas Kepemimpinan pada Karyawan

Ketika karyawan memiliki otonomi di tempat kerja, mereka mengembangkan kemandirian dan ketahanan. Ini adalah dua dari sekian banyak keterampilan kepemimpinan yang penting. Tempat kerja yang berdasarkan otonomi adalah lingkungan kerja yang sempurna untuk membangun pemimpin.

9. Mendorong Pengembangan Keterampilan

Tidak ada lingkungan yang lebih baik untuk pengembangan keterampilan selain lingkungan dimana orang mempunyai kebebasan. Ketika kreativitas diperbolehkan, inovasi tidak bisa dihindari. Dan dengan meningkatnya tanggung jawab, karyawan merasa terdorong untuk mengembangkan keahlian mereka.

Bagaimana Mendorong Otonomi di Tempat Kerja

Memahami apa itu otonomi di tempat kerja dan mendorongnya adalah dua hal yang berbeda. Untuk menciptakan tempat kerja yang otonom, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan.

1. Mendukung Pola Pikir Berkembang

Mendukung pola pikir berkembang adalah langkah pertama yang penting. Pola pikir berkembang menetapkan bahwa keterampilan dan kecerdasan adalah sesuatu yang dapat dikembangkan. Sebaliknya, pola pikir tetap adalah keyakinan bahwa keterampilan dan kecerdasan itu melekat, dan orang tidak dapat mengembangkannya.

2. Membangun Budaya Kepercayaan

Membangun budaya kepercayaan akan membutuhkan waktu. Langkah pertama adalah mendelegasikan tugas kepada karyawan dan memberi mereka kebebasan untuk menemukan jalan mereka sendiri menuju kesuksesan.

3. Berkomunikasi secara Efektif

Komunikasi yang jelas dan efektif sangat penting. Otonomi di tempat kerja adalah tentang memberikan kebebasan, tetapi tujuan yang jelas merupakan persyaratan dalam pengaturan ini.

4. Memberikan Dukungan dan Nasihat bila Diperlukan

Seorang pemimpin yang baik memahami kapan saatnya untuk turun tangan dan memberikan dukungan. Mereka menyadari ketika terlalu banyak otonomi menyebabkan disorganisasi dan bertujuan untuk mencegah hal ini.

5. Tetapkan Tujuan dan Tolok Ukur

Setiap proyek harus memiliki tujuan dan tolok ukur. Suatu tugas akan lebih mudah dikelola bila ada titik kemajuan yang jelas dan bertindak sebagai panduan untuk mengarahkan momentum.

6. Akui Pekerjaan yang Baik

Setelah otonomi diberikan, keberhasilan perlu diakui. Memberikan penghargaan atas kerja yang baik menegaskan bahwa berpikir bebas tidak hanya diperbolehkan, tetapi juga dihargai.

7. Pekerjakan Orang yang Tepat

Mempekerjakan orang-orang yang paling nyaman dengan lingkungan yang otonom adalah kunci untuk membangun tenaga kerja yang diinginkan.

8. Izinkan Kesalahan

Pendelegasian tugas harus didasarkan pada tanggung jawab—bukan hukuman. Jika terjadi kesalahan, seseorang tidak perlu takut disalahkan. Sebaliknya, kesalahan harus didekati sebagai peluang untuk belajar.

9. Mendukung Pengembangan Profesional

Mendukung pengembangan karyawan merupakan hal yang saling menguntungkan. Karyawan didorong untuk mengenali kelemahan mereka sendiri dan mengembangkan keterampilan mereka sendiri sehingga memiliki jalur karier yang jelas ke depan.

Otonomi di Tempat Kerja Memberdayakan Karyawan

Lanskap perusahaan sedang berubah, dan fokusnya beralih ke lapangan kerja yang lebih mandiri. Karyawan yang diberdayakan akan lebih bahagia, dan karyawan yang bahagia akan produktif dan termotivasi. Pemberdayaan membantu karyawan dan manajer mereka tumbuh dan berkembang lebih cepat, secara profesional dan pribadi.


(as)
close