Iklan

Kamis, 20 Juni 2024, 22:27 WIB
Last Updated 2024-06-21T09:34:29Z
judi onlineNewspencucian uang

Pemerintah Indonesia Perketat Penindakan terhadap Perjudian Online

Baca Juga
Berita Viral Lainnya
Roundup: Indonesia Perketat Penindakan terhadap Perjudian Online


Langgampos.com - Indonesia telah meningkatkan langkah-langkah untuk memerangi perjudian online karena jumlah transaksi yang diduga terkait dengan aktivitas perjudian semakin meningkat di seluruh negeri.

Perjudian, baik online maupun offline, adalah ilegal di negara Asia Tenggara ini. Peserta dan penyelenggara acara perjudian dapat dijatuhi hukuman maksimal 10 tahun penjara dan denda sebesar 25 juta rupiah (sekitar 1.500 dolar AS).

Sementara itu, mereka yang mendistribusikan perangkat lunak perjudian online bisa menghadapi hukuman hingga enam tahun penjara dan denda 1 miliar rupiah (sekitar 60.000 dolar AS).

Temuan terbaru dari Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) menunjukkan bahwa aktivitas perjudian online di Indonesia pada kuartal pertama tahun 2024 mencapai nilai transaksi gabungan lebih dari 600 triliun rupiah (sekitar 36,4 miliar dolar AS).

Jumlah orang yang terlibat dalam aktivitas perjudian online telah mencapai 3,2 juta, kata juru bicara PPATK, Natsir Kongah, dalam sebuah diskusi online baru-baru ini, menambahkan bahwa sebagian besar adalah kaum muda dan orang dari rumah tangga berpenghasilan rendah.

Ia mengatakan bahwa jumlah transaksi yang diduga terkait dengan aktivitas perjudian telah meningkat dalam beberapa tahun terakhir. Kantornya mencatat sekitar 11.000 transaksi online pada tahun 2022 dan sekitar 24.000 transaksi online pada tahun 2023.

Pada periode Januari-Mei tahun ini, sekitar 14.000 transaksi online telah tercatat, tambahnya.

"Semua angka ini menunjukkan bahwa masalah kita terkait perjudian online sangat mengkhawatirkan," kata Kongah, menambahkan bahwa sekitar 5.000 rekening bank yang diduga terkait dengan perjudian online telah diblokir sementara.

Dana tersebut juga terdeteksi telah mengalir keluar dari Indonesia ke negara-negara lain, seperti Thailand, Filipina, dan Kamboja.

Menurut laporan terbaru dari Kementerian Komunikasi dan Informatika, lebih dari 2 juta situs perjudian online telah diblokir dengan penggunaan sistem kecerdasan buatan dan patroli siber. Namun, situs alternatif perjudian online terus bermunculan. Pihak berwenang terus meningkatkan pencarian terhadap mereka yang mengoperasikan dan mempromosikan situs-situs tersebut.

Menanggapi situasi yang mengkhawatirkan ini, Presiden Joko Widodo membentuk satuan tugas khusus pada 14 Juni untuk memberantas aktivitas perjudian online di seluruh nusantara.

Langkah ini diambil menyusul laporan terbaru dari pihak berwenang bahwa beberapa aktivitas perjudian online terkait dengan pencucian uang.

(as)





Source: 1
close