Iklan

Rabu, 26 Juni 2024, 09:47 WIB
Last Updated 2024-06-26T02:47:07Z
elsamNasionalNewspusat data nasional

Pusat Data Nasional Disusupi, ELSAM Desak Pemerintah Indonesia Beritahu Warga Jika Ada Kebocoran Data Pribadi

Baca Juga
Berita Viral Lainnya
Pusat Data Nasional Disusupi, ELSAM Desak Pemerintah Indonesia Beritahu Warga Jika Ada Kebocoran Data Pribadi








Langgampos.com - Pada tanggal 20 Juni 2024, Pusat Data Nasional (PDN) sementara yang dikelola oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) dan Telkom Sigma menjadi korban serangan ransomware. Insiden ini menimbulkan kekhawatiran besar mengenai perlindungan data pribadi warga negara Indonesia.

Wahyudi Djafar, Direktur Eksekutif Lembaga Kajian dan Advokasi Masyarakat (ELSAM), mengungkapkan bahwa kejadian ini mencerminkan kegagalan pemerintah dalam melindungi data pribadi warganya. Dia menekankan perlunya Kominfo untuk segera menginformasikan masyarakat mengenai insiden ini.

Dalam rilis yang diterima pada Selasa, 25 Juni 2024, Wahyudi menjelaskan bahwa pemberitahuan kepada masyarakat harus mencakup jenis data pribadi yang dibocorkan, serta detail kapan dan bagaimana data tersebut bisa bocor. Selain itu, pemerintah juga harus menjelaskan langkah-langkah yang diambil untuk mengatasi dan memulihkan keadaan ini. Semua mekanisme pemberitahuan ini sudah diatur dalam Undang-Undang Nomor 27 Tahun 2022 tentang Perlindungan Data Pribadi.

PDN sementara ini memproses data pribadi warga negara yang diperoleh dari berbagai kementerian dan lembaga pemerintah lainnya yang menyimpan data mereka di pusat data tersebut. ELSAM sangat menyayangkan terjadinya insiden ini dan menekankan bahwa pemerintah memiliki tanggung jawab besar dalam melindungi data pribadi.

Menurut Wahyudi, pengoperasian PDN harus mengikuti standar yang ketat untuk memastikan keandalan sistem. Pemerintah juga harus rutin melakukan pemantauan dan audit keamanan untuk mengantisipasi segala ancaman dan risiko. Pertanyaan yang muncul sekarang adalah apakah langkah-langkah ini sudah dilakukan oleh pemerintah.

Selain itu, Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) harus segera menyelesaikan proses investigasi untuk menemukan akar permasalahan dari insiden ini. BSSN juga harus memberikan laporan terbuka kepada masyarakat serta melakukan pemulihan terhadap sistem dan data yang tersimpan di PDN sementara.

Wahyudi menambahkan, "Pemulihan ini sangat penting karena serangan ransomware bisa mengakibatkan serangan lebih lanjut terhadap ketersediaan data atau bahkan hilangnya data yang dikelola dalam sistem."

Pentingnya Transparansi dan Tindakan Cepat dalam Perlindungan Data

Insiden ini menyoroti betapa pentingnya transparansi dan tindakan cepat dari pemerintah dalam menangani kebocoran data pribadi. Masyarakat berhak mengetahui jika data pribadi mereka telah bocor agar dapat mengambil langkah-langkah pencegahan lebih lanjut.

Selain itu, insiden ini juga menggarisbawahi perlunya peningkatan standar keamanan dan pengawasan yang lebih ketat dalam pengelolaan data pribadi. Pemerintah harus memastikan bahwa semua sistem yang menyimpan data pribadi warga negara Indonesia memiliki perlindungan yang memadai terhadap segala jenis ancaman siber.

ELSAM dan berbagai organisasi masyarakat lainnya akan terus memantau perkembangan kasus ini dan mendesak pemerintah untuk bertanggung jawab atas perlindungan data pribadi. Kejadian ini diharapkan menjadi pembelajaran penting bagi pemerintah untuk memperkuat sistem keamanan dan memperbaiki prosedur penanganan insiden keamanan siber di masa depan.

Dengan adanya perhatian yang lebih besar terhadap perlindungan data pribadi, diharapkan insiden serupa tidak akan terulang kembali, dan masyarakat dapat merasa lebih aman dan terlindungi dalam era digital ini.


(mn)






Source: 1
close