Iklan

Minggu, 16 Juni 2024, 10:04 WIB
Last Updated 2024-06-16T03:04:41Z
Budayajalaluddin rumipenyair sufipuisi sufisufi

Sosok Jalaluddin Rumi, Penyair Sufi Abad ke-13, Salah Satu Penulis Paling Populer di Dunia

Baca Juga
Berita Viral Lainnya
Sosok Jalaluddin Rumi, Penyair Sufi Abad ke-13, Salah Satu Penulis Paling Populer di Dunia


Langgampos.com - Wilayah Timur Tengah sering kali diwarnai oleh ketegangan dan konflik, terlebih lagi jika mencakup Asia Selatan dan Mediterania. Namun, ada satu hal yang dapat menyatukan penduduk di wilayah yang luas ini: Jalāl al-Dīn Muḥammad Rūmī, atau yang lebih dikenal dengan nama Rumi. Pada awalnya, mungkin sulit membayangkan seorang penyair dan filsuf mistik dari abad ke-13 yang menulis dalam bahasa Persia, dengan sesekali menggunakan bahasa Turki, Arab, dan Yunani, akan menjadi sosok yang terkenal saat ini. Namun, faktanya, Rumi kini menjadi salah satu penulis paling populer di Timur Tengah, bahkan di seluruh dunia. Karya puisinya yang diinterpretasikan dalam bahasa Inggris membuatnya menjadi penyair dengan penjualan terbaik di Amerika Serikat.

Menurut Jane Ciabattari dari BBC, momen transformasi dalam hidup Rumi terjadi pada tahun 1244, ketika ia bertemu dengan seorang mistikus pengembara yang dikenal sebagai Shams dari Tabriz. Brad Gooch, penulis "Rumi’s Secret: The Life of the Sufi Poet of Love", menggambarkan pertemuan mereka sebagai "persahabatan listrik" selama tiga tahun, setelah itu Shams menghilang. Rumi mengatasi kehilangan ini dengan menulis puisi, termasuk 3.000 puisi yang ditujukan untuk Shams, Nabi Muhammad, dan Tuhan. Ia menulis 2.000 rubayat, quatrain empat baris, serta epik spiritual enam jilid dalam bentuk bait berjudul "The Masnavi". Semua karya ini ditulisnya untuk mencapai tujuan utamanya: "penyatuan kembali jiwanya dengan Tuhan melalui pengalaman cinta ilahi," seperti yang dijelaskan oleh Stephanie Honchell Smith dalam pelajaran animasi TED-Ed.

Bagaimana cara mengakses cinta ilahi tersebut? Rumi menyatakan, "Cinta tidak terletak dalam pembelajaran, pengetahuan, atau halaman-halaman buku. Ke mana pun perdebatan manusia mengarah, itu bukanlah jalan para pecinta." Ia mengejar cinta tersebut melalui pengabdian kepada Sufisme Shams, dengan berpartisipasi dalam tarian ritual dan menyebarkan agama cinta melalui ceramah, puisi, dan prosa. Di kemudian hari, Rumi beralih dari ekspresi cinta ilahi yang ekstatis ke bait-bait yang membimbing orang lain untuk menemukannya sendiri, dengan menggabungkan ide, cerita, dan kutipan dari teks agama Islam, sastra Arab dan Persia, serta tulisan dan puisi Sufi sebelumnya. Mungkin tidak ada apresiasi penuh terhadap karya Rumi tanpa pemahaman mendalam tentang bahasa dan budaya yang ia ketahui. Namun, jika melihat angka penjualannya, kerinduan yang dieksplorasi dalam karyanya bersifat universal.

Rumi lahir pada tahun 1207 di Balkh, yang saat ini berada di Afghanistan, dan kemudian pindah ke Konya, di Turki modern. Karya-karya Rumi mencerminkan perjalanan spiritualnya yang mendalam dan keinginannya untuk menemukan makna sejati kehidupan melalui cinta dan pengabdian. Melalui puisi-puisinya, Rumi mengajak pembaca untuk melampaui batas-batas agama dan budaya, menuju pemahaman yang lebih dalam tentang diri dan Tuhan.

Salah satu karya Rumi yang paling terkenal adalah "The Masnavi", yang terdiri dari sekitar 25.000 bait dan sering disebut sebagai "Qur'an dalam bahasa Persia". Karya ini mengandung ajaran-ajaran moral dan spiritual yang mendalam, yang disampaikan melalui cerita-cerita yang menghibur dan penuh hikmah. "The Masnavi" telah diterjemahkan ke berbagai bahasa dan masih dibaca serta dipelajari oleh banyak orang hingga saat ini.

Selain "The Masnavi", karya lain Rumi yang sangat dihargai adalah "Diwan-e Shams-e Tabrizi", kumpulan puisi yang didedikasikan untuk sahabat dan guru spiritualnya, Shams. Melalui puisi-puisi ini, Rumi mengungkapkan rasa cintanya yang mendalam dan rasa kehilangan yang dirasakannya setelah kepergian Shams. Puisi-puisi ini mencerminkan pergulatan batin Rumi dan pencariannya akan kedamaian dan kebijaksanaan.

Pengaruh Rumi tidak hanya terbatas pada dunia Islam. Karya-karyanya telah diterjemahkan ke banyak bahasa dan menarik perhatian pembaca dari berbagai latar belakang. Penyair dan penulis terkenal di Barat, seperti Goethe, Ralph Waldo Emerson, dan Robert Bly, mengakui pengaruh Rumi dalam karya-karya mereka. Bahkan, di Amerika Serikat, puisi Rumi telah menjadi fenomena budaya, dengan banyak orang yang menemukan inspirasi dan kenyamanan dalam kata-katanya yang penuh hikmah.

Keberhasilan Rumi dalam menjembatani berbagai budaya dan tradisi spiritual menunjukkan kekuatan puisi dan kata-kata dalam menyatukan manusia. Melalui karyanya, Rumi mengajarkan bahwa cinta adalah esensi dari semua agama dan bahwa pencarian cinta ilahi adalah tujuan tertinggi dari kehidupan manusia. Pesannya yang universal tentang cinta, kedamaian, dan pencarian spiritual tetap relevan hingga hari ini, menjadikannya salah satu penyair terbesar sepanjang masa.

Dalam dunia yang semakin terpecah-belah oleh konflik dan perbedaan, karya-karya Rumi menawarkan harapan dan inspirasi. Melalui puisi-puisinya, ia mengajak kita untuk melihat melampaui perbedaan dan menemukan kesamaan dalam pencarian kita akan cinta dan makna sejati. Dengan demikian, Rumi tidak hanya menjadi jembatan antara Timur dan Barat, tetapi juga antara masa lalu dan masa kini, membawa pesan yang abadi tentang cinta dan kebijaksanaan kepada dunia.

(as)
close