Iklan

Senin, 03 Juni 2024, 14.46 WIB
Last Updated 2024-06-03T07:46:16Z
berat badanFoodstress

Stres dan Kenaikan Berat Badan: Fakta dan Cara Mengelolanya

Baca Juga
Advertisement
Stres dan Kenaikan Berat Badan: Fakta dan Cara Mengelolanya



Langgampos.com - Stres adalah bagian tak terpisahkan dari kehidupan manusia. Meskipun terkadang memotivasi kita untuk bertindak dan menyelesaikan tugas, stres yang berlarut-larut atau kronis dapat menimbulkan berbagai masalah kesehatan. Salah satu dampak negatif dari stres kronis adalah kenaikan berat badan. Artikel ini akan membahas bagaimana stres kronis memengaruhi berat badan, dampaknya terhadap pola makan, dan cara-cara efektif untuk mengelola stres demi menjaga berat badan yang sehat.

Hubungan Stres dan Kenaikan Berat Badan

Stres kronis dapat memengaruhi tubuh kita dalam berbagai cara. Salah satu pengaruh utama adalah melalui peningkatan hormon kortisol. Kortisol adalah hormon yang dilepaskan tubuh sebagai respons terhadap stres, dan berperan dalam metabolisme, peradangan, dan pengaturan gula darah. Kadar kortisol yang tinggi secara kronis dapat meningkatkan nafsu makan, terutama terhadap makanan tinggi gula, garam, dan lemak. Ini disebabkan karena kortisol mengubah cara tubuh memecah makronutrien tertentu, sehingga meningkatkan keinginan untuk makan berlebihan.

Lauren Harris-Pincus, seorang ahli gizi terkemuka, menjelaskan bahwa kortisol tidak hanya meningkatkan rasa lapar, tetapi juga merangsang penyimpanan lemak di area perut. Lemak visceral yang menumpuk di sekitar organ ini meningkatkan risiko peradangan kronis, diabetes, penyakit jantung, dan kanker.

Dampak Stres pada Pola Makan

Stres dapat mengubah kebiasaan makan kita secara signifikan. Banyak orang yang mengalami "stress feeding" atau makan untuk menenangkan emosi. Jenis makanan yang biasanya dikonsumsi saat stres adalah makanan tinggi kalori seperti keripik, permen, dan es krim. Kebiasaan ini dapat menciptakan lingkaran setan, di mana stres menyebabkan makan berlebihan, yang kemudian meningkatkan stres lebih lanjut.

Lauren Twigge, ahli gizi lainnya, menyatakan bahwa makan berlebihan sebagai respons terhadap stres seringkali disertai perasaan kehilangan kendali atas makanan. Hal ini dapat meningkatkan tingkat stres secara keseluruhan dan membuat seseorang terjebak dalam siklus yang sulit diputus.

Mengelola Stres untuk Mencegah Kenaikan Berat Badan

Meskipun tidak mungkin menghilangkan stres sepenuhnya dari kehidupan kita, ada beberapa strategi yang bisa dilakukan untuk mengelolanya dengan lebih baik. Berikut adalah beberapa langkah yang dapat membantu:

1. Tidur Cukup: Tidur yang cukup sangat penting untuk mengelola stres dan menjaga berat badan. Kurang tidur dapat mengganggu sinyal lapar dan kenyang, sehingga kita cenderung makan lebih banyak. Usahakan untuk tidur tujuh hingga sembilan jam per malam.

2. Konsumsi Nutrisi yang Tepat: Fokus pada makanan yang kaya protein dan serat dari tumbuhan. Buah-buahan, sayuran, kacang-kacangan, dan biji-bijian dapat membantu mengendalikan nafsu makan dan menyeimbangkan gula darah.

3. Olahraga Teratur: Aktivitas fisik adalah penangkal stres yang efektif. Olahraga dapat melepaskan endorfin yang menurunkan kadar kortisol dan mengurangi keinginan untuk makan berlebihan. Usahakan untuk melakukan aktivitas fisik intensitas sedang selama 150 menit per minggu.

4. Jaga Kesehatan Mental: Menulis jurnal, berbicara dengan teman, dan meditasi dapat membantu mengelola stres. Persepsi kita terhadap stres seringkali lebih penting daripada stres itu sendiri. Alat-alat ini dapat membantu memproses perasaan dan merespons stres dengan cara yang lebih sehat.

Kesimpulan

Stres kronis dapat memicu kenaikan berat badan melalui peningkatan nafsu makan dan perubahan hormon. Mengelola stres adalah kunci untuk menjaga kesejahteraan fisik dan mental serta mencegah kenaikan berat badan yang tidak diinginkan. Dengan tidur yang cukup, pola makan sehat, olahraga teratur, dan teknik relaksasi, kita dapat mengurangi dampak negatif stres dan hidup lebih sehat. Mulailah dengan perubahan kecil dan konsisten untuk hasil yang berkelanjutan.

(kj)






Source: 1
close