Iklan

Selasa, 25 Juni 2024, 21:31 WIB
Last Updated 2024-06-25T14:31:46Z
jakartajudi onlinemenkopulkamNasionalNews

Wilayah dengan Warga Berjudi Online Terbanyak di Jakarta

Baca Juga
Berita Viral Lainnya
Wilayah dengan Warga Berjudi Online Terbanyak di Jakarta







Langgampos.com - Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Hadi Tjahjanto membeberkan data mengenai kecamatan-kecamatan di Jakarta dengan jumlah pemain judi online terbanyak. Berdasarkan data yang diperoleh dari Satgas Pemberantasan Judi Online, Cengkareng, Jakarta Barat menjadi kecamatan dengan jumlah pemain judi online terbanyak.

“Kecamatan Cengkareng memiliki 14.782 pemain judi online dengan uang yang beredar mencapai Rp 176 miliar,” ungkap Hadi setelah rapat Satuan Tugas Pemberantasan Judi Online di Kantor Kemenko PMK, Jakarta, Selasa (25/6/2024).

Selanjutnya, Kalideres di Jakarta Barat menempati posisi kedua dengan jumlah pemain judi online sebanyak 9.825 orang. Disusul oleh Tambora, Jakarta Barat dengan 7.916 pemain.

Selain itu, Penjaringan juga masuk dalam lima besar wilayah dengan pemain judi online terbanyak, dengan jumlah 7.127 orang. Satgas Pemberantasan Judi Online mencatat nilai transaksi di wilayah ini mencapai Rp 108 miliar.

“Kemudian, di Kecamatan Kemayoran, nilai transaksi mencapai Rp 118 miliar dengan jumlah pemain sebanyak 6.080 orang,” jelas Hadi lebih lanjut.

Langkah tegas pemerintah ini semakin jelas setelah Presiden Joko Widodo menandatangani Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 21 Tahun 2024 tentang Satuan Tugas (Satgas) Pemberantasan Perjudian Daring (Judi Online) pada Jumat (14/6/2024). Keputusan ini diunggah di laman resmi Sekretariat Negara pada Sabtu (15/6/2024).

Pembentukan Satgas Pemberantasan Perjudian Daring ini bertujuan untuk mendukung percepatan pemberantasan judi online secara terpadu. Satgas ini berada langsung di bawah Presiden dan bertanggung jawab kepada Kepala Negara.

Pemerintah berharap dengan adanya Satgas ini, kegiatan ilegal yang semakin meresahkan masyarakat dapat diberantas dengan lebih efektif. Judi online tidak hanya merugikan secara finansial, tetapi juga dapat berdampak negatif pada kesehatan mental pemainnya. Bahkan, dalam beberapa kasus, aktivitas ini bisa berujung pada kehilangan nyawa. Dampak negatif juga dirasakan oleh keluarga atau orang-orang di sekitar pemain judi online.

Dalam rapat tersebut, Hadi Tjahjanto menegaskan bahwa pemerintah akan terus berupaya maksimal untuk menumpas praktik judi online ini. "Ini adalah komitmen pemerintah untuk melindungi warga dari bahaya judi online," tegasnya.

Langkah ini juga merupakan bagian dari strategi pemerintah untuk menciptakan lingkungan yang lebih aman dan nyaman bagi masyarakat. Peningkatan pengawasan dan penegakan hukum terhadap judi online diharapkan dapat mengurangi jumlah pemain dan transaksi yang terjadi di wilayah-wilayah yang teridentifikasi.

Hadi juga mengajak masyarakat untuk berpartisipasi aktif dalam melaporkan kegiatan judi online yang mereka temui di lingkungan sekitar. "Partisipasi masyarakat sangat penting untuk keberhasilan upaya pemberantasan ini," ujar Hadi.

Dengan pembentukan Satgas dan dukungan dari berbagai pihak, pemerintah optimis dapat mengurangi bahkan menghilangkan praktik judi online yang meresahkan ini. Upaya bersama ini diharapkan dapat menciptakan lingkungan yang lebih kondusif dan bebas dari aktivitas ilegal seperti judi online.

Jadi, bagi masyarakat Jakarta dan sekitarnya, mari kita dukung upaya pemerintah ini dengan tidak terlibat dalam judi online dan melaporkan aktivitas yang mencurigakan di sekitar kita. Bersama-sama kita bisa menciptakan lingkungan yang lebih baik untuk kita semua.


(as)
close