Iklan

Kamis, 04 Juli 2024, 12:36 WIB
Last Updated 2024-07-04T07:26:05Z
NewsRegionalsurabaya

Ribuan Buruh Rokok di Surabaya Bersyukur: Terima BLT Dana Cukai Tembakau

Baca Juga
Berita Viral Lainnya
Ribuan Buruh Rokok di Surabaya Bersyukur: Terima BLT Dana Cukai Tembakau

Langgampos.com - Ribuan buruh pabrik rokok di Surabaya mulai menerima bantuan langsung tunai (BLT) yang bersumber dari dana bagi hasil cukai hasil tembakau (DBHCT). BLT ini diserahkan langsung oleh Pj Gubernur Jawa Timur, Adhy Karyono, di Pabrik PT HM Sampoerna, Surabaya. Program ini merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan buruh pabrik rokok di wilayah tersebut.

Berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan No. 6 Tahun 2024 dan Peraturan Gubernur Jawa Timur No. 84 Tahun 2023, pendapatan bagi hasil Jawa Timur dari cukai hasil tembakau sebesar 3 persen dari total penerimaan negara mencapai Rp 2,77 triliun. Dari jumlah tersebut, pendapatan tersebut didistribusikan secara merata ke seluruh wilayah Jawa Timur, termasuk Surabaya.

Adhy Karyono menjelaskan, “Dari 3 persen itu, pendapatannya kita bagi secara merata. Namun, tugas Pemprov Jatim lintas wilayah, yang domisili Surabaya misal DBHCT diberikan oleh daerah. Jadi semua akan dapat," kata Adhy saat ditemui di Pabrik Sampoerna, Rungkut, Rabu (3/7/2024).

Sebanyak 13.469 buruh dan pekerja pabrik rokok mendapatkan BLT dari DBHCT. Meskipun jumlah BLT yang diterima tahun ini lebih rendah dibandingkan tahun sebelumnya, masing-masing buruh mendapat Rp 1.031.145, turun dari Rp 1.500.000 pada tahun sebelumnya. Penurunan ini disebabkan oleh peningkatan jumlah buruh dari 9.256 menjadi 13.469 orang.

"Total buruh tahun ini meningkat dari 9.259 menjadi 13 ribu. Artinya ada peningkatan penyerapan tenaga kerja buruh di pabrik rokok," ujar Adhy. Ia berharap, BLT DBHCT dapat meringankan beban buruh di Jawa Timur, khususnya untuk memenuhi kebutuhan dasar hidup mereka.

"Ini bagian upaya bukan hanya memenuhi hak dari hasil rokok saja, tapi juga bagian dari social protection. Bagaimanapun buruh dengan gaji UMR ada plus minus belum cukup. Dengan tambahan ini tingkat proteksi lebih tinggi dan untuk kebutuhan dasar serta pengurangan beban," jelas Adhy, mantan pejabat Kemensos RI.

Salah satu buruh rokok, Hossy, mengungkapkan rasa syukurnya atas bantuan ini. Meski jumlahnya tak sebanyak sebelumnya, ia tetap merasa terbantu untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. "Alhamdulillah buat tambah-tambahan memenuhi kebutuhan," kata Hossy.

Penyerahan BLT ini merupakan bagian dari program perlindungan sosial yang bertujuan untuk memberikan bantuan ekonomi kepada buruh pabrik rokok yang terdampak oleh fluktuasi ekonomi dan harga tembakau. Dengan adanya BLT ini, diharapkan kesejahteraan buruh dapat lebih terjamin dan mampu memenuhi kebutuhan dasar mereka.

Adhy Karyono menambahkan bahwa pemerintah akan terus berupaya meningkatkan kesejahteraan buruh melalui berbagai program bantuan dan perlindungan sosial lainnya. "Kami berharap program ini bisa menjadi langkah awal untuk memberikan perlindungan yang lebih baik bagi buruh pabrik rokok di Jawa Timur," ujarnya.

Dengan adanya program ini, diharapkan buruh pabrik rokok dapat lebih fokus dalam bekerja tanpa harus khawatir tentang kebutuhan dasar mereka. Pemerintah Jawa Timur akan terus memantau pelaksanaan program ini agar berjalan dengan baik dan tepat sasaran.

Penyerahan BLT DBHCT ini diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi kehidupan buruh pabrik rokok di Surabaya dan sekitarnya, serta meningkatkan kesejahteraan mereka secara keseluruhan. Program ini juga diharapkan dapat menjadi contoh bagi daerah lain dalam memberikan perlindungan sosial bagi buruh pabrik rokok.


(nh)
close