- Satu buah gorengan mengandung sekitar 100-150 kalori, yang setara dengan kebutuhan lari sejauh 5 km jika dikonsumsi dalam jumlah banyak.
- Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin memperingatkan bahwa membakar kalori dari beberapa gorengan memerlukan latihan fisik yang cukup berat.
- Kebiasaan mengonsumsi gorengan saat perut kosong setelah puasa memicu risiko penyakit serius seperti obesitas, kanker, jantung, hingga diabetes tipe 2.
LANGGAMPOS.COM – Gorengan seolah sudah menjadi menu wajib yang sulit dipisahkan dari piring masyarakat Indonesia saat waktu berbuka puasa tiba.
Teksturnya yang renyah dan gurih memberikan sensasi kenikmatan tersendiri setelah menahan lapar selama kurang lebih 12 jam.
Namun, di balik kelezatan tersebut, tersimpan ancaman nyata bagi kesehatan tubuh jika kebiasaan ini terus dilakukan setiap hari.
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengungkapkan fakta mengejutkan mengenai kandungan kalori dalam satu buah gorengan.
Beliau menyebutkan bahwa satu gorengan saja bisa mengandung antara 100 hingga 150 kalori.
Masalahnya, jarang sekali seseorang hanya berhenti pada satu buah gorengan saat berbuka.
"Ini kalau makan tiga antara 300-400 kalori. Wah untuk orang dengan berat badan 70 kg seperti saya itu tuh harus lari 5 km," jelas Menkes dalam video edukasi di Instagram pribadinya.
Menurut Menkes, usaha untuk membakar kalori dari camilan tersebut tidaklah mudah.
"Nah gara-gara makan cuma satu kayak gini, saya mesti treadmill 15 menit," tambahnya lagi.
Jika konsumsi gorengan tidak dibatasi, ada empat penyakit serius yang siap mengintai tubuh Anda:
Pertama adalah Obesitas. Proses penggorengan membuat makanan menyerap banyak lemak dan memiliki kepadatan kalori yang sangat tinggi.
Kedua adalah Kanker. Suhu tinggi saat menggoreng dapat memicu munculnya zat akrilamida, senyawa beracun yang bersifat karsinogenik.
Ketiga adalah Penyakit Jantung. Tingginya lemak jenuh dan lemak trans dalam gorengan dapat menyebabkan penyumbatan pembuluh darah dan lonjakan tekanan darah.
Keempat adalah Diabetes Tipe 2. Penelitian dari Shenzhen University Health Science Center menunjukkan kaitan erat antara konsumsi gorengan rutin dengan risiko gangguan insulin.
Mengingat risikonya yang besar, ada baiknya mulai mempertimbangkan menu takjil yang lebih sehat agar ibadah puasa tetap membawa berkah kesehatan bagi tubuh.
Jika konsumsi gorengan tidak dibatasi, ada empat penyakit serius yang siap mengintai tubuh Anda:
Pertama adalah Obesitas. Proses penggorengan membuat makanan menyerap banyak lemak dan memiliki kepadatan kalori yang sangat tinggi.
Kedua adalah Kanker. Suhu tinggi saat menggoreng dapat memicu munculnya zat akrilamida, senyawa beracun yang bersifat karsinogenik.
Ketiga adalah Penyakit Jantung. Tingginya lemak jenuh dan lemak trans dalam gorengan dapat menyebabkan penyumbatan pembuluh darah dan lonjakan tekanan darah.
Keempat adalah Diabetes Tipe 2. Penelitian dari Shenzhen University Health Science Center menunjukkan kaitan erat antara konsumsi gorengan rutin dengan risiko gangguan insulin.
Mengingat risikonya yang besar, ada baiknya mulai mempertimbangkan menu takjil yang lebih sehat agar ibadah puasa tetap membawa berkah kesehatan bagi tubuh.
(*)

