Iklan

Redaksi
Friday, July 10, 2026, 9:40 PM WIB
Last Updated 2026-07-10T16:50:07Z
Crypto

Apakah Benar Binance Mengalami Kerugian Cadangan Bitcoin Paling Besar Dibanding MicroStrategy?

Apakah Benar Binance Mengalami Kerugian Cadangan Bitcoin Paling Besar Dibanding MicroStrategy?



LANGGAMPOS.COM - Pasar aset kripto terus menyoroti pergerakan dua raksasa pemilik Bitcoin (BTC) terbesar di dunia: MicroStrategy dan Binance.

Sebagai dua entitas dengan kepemilikan ratusan ribu BTC, performa portofolio keduanya kerap menjadi barometer sentimen pasar.

Laporan terbaru dari analis CryptoQuant, Darkfost, mengungkapkan dinamika menarik mengenai kondisi keuangan kedua raksasa ini.

Berdasarkan data pergerakan harga pasar saat ini, MicroStrategy tercatat menanggung margin kerugian yang belum terealisasi (unrealized loss) jauh lebih dalam dan signifikan dibandingkan dengan Binance.

Peta Kepemilikan Bitcoin: Korporasi vs Bursa Kripto

Untuk memahami peta persaingan ini, kita perlu melihat lanskap penyimpanan BTC secara global. 

Menurut laporan CryptoQuant, seluruh bursa kripto secara kolektif menguasi sekitar 8 juta BTC.

Dari angka fantastis tersebut, sekitar 30% di antaranya terkonsentrasi di Binance.

Posisi berikutnya diikuti oleh bursa besar lain seperti Bitfinex, Gemini, Kraken, dan OKX yang masing-masing menguasai lebih dari 5% pasokan.

Namun, ada perbedaan mendasar pada sifat kepemilikan aset ini:

  • Binance: Sebagai bursa kripto terbesar di dunia, Binance saat ini mengamankan sekitar 656.561 BTC. Perlu dicatat bahwa mayoritas aset ini adalah milik investor/pengguna, bukan modal perusahaan. Pada awal tahun 2025, Binance melakukan restrukturisasi besar-besaran dan melikuidasi sekitar 94% cadangan BTC internalnya menjadi stablecoin. Sejak saat itu, Binance tidak lagi aktif menjual BTC milik mereka sendiri.
  • MicroStrategy: Perusahaan business intelligence besutan Michael Saylor ini murni memegang BTC sebagai aset perbendaharaan (treasury) perusahaan. Hingga saat ini, MicroStrategy masih memimpin jauh di atas Binance dengan total kepemilikan mencapai 843.775 BTC.

Mengapa Kerugian MicroStrategy Jauh Lebih Besar?

Faktor utama yang membuat posisi keuangan MicroStrategy berada "di bawah air" (underwater) lebih dalam ketimbang Binance adalah harga rata-rata pembelian (average acquisition price).

1. Harga Pembelian Rata-rata yang Tinggi

MicroStrategy membangun portofolionya dengan agresif, menghasilkan harga pembelian rata-rata sebesar $75.476 per BTC. 

Sebaliknya, seluruh BTC yang berada di platform Binance memiliki estimasi harga terealisasi (realized price) rata-rata di angka $60.900. 

Perbedaan gap harga beli ini otomatis membuat margin kerugian MicroStrategy membengkak ketika harga pasar terkoreksi di bawah level tersebut.

2. Realisasi Kerugian Akibat Kebutuhan Likuiditas

Meski berkomitmen pada strategi investasi jangka panjang, MicroStrategy terpaksa melakukan penjualan BTC dalam dua bulan terakhir untuk mendanai dividen sekuritas dan kebutuhan likuiditas korporasi:

  • Akhir Mei: Menjual 32 BTC senilai $2,5 juta.
  • Awal Juli: Menjual 3.588 BTC senilai $216 million.

Karena penjualan tersebut dilakukan saat Bitcoin bertengger di kisaran level $60.000, MicroStrategy harus merealisasikan kerugian (realized loss) sekitar 20% dari modal awal mereka pada divestasi tersebut.

"Langkah MicroStrategy mencerminkan kebutuhan perusahaan akan likuiditas, alih-alih bentuk hilangnya keyakinan terhadap pasar," tulis Darkfost dalam laporannya.

Proyeksi ke Depan

Dengan jumlah kepemilikan yang lebih masif (843.775 BTC) dikombinasikan dengan harga beli rata-rata yang tinggi ($75.476), MicroStrategy berada dalam posisi yang sensitif terhadap volatilitas. 

Jika harga Bitcoin terus tertahan atau berfluktuasi di sekitar level $60.000 dan perusahaan terpaksa melakukan penjualan aset kembali untuk operasional, maka MicroStrategy dipastikan akan membukukan nilai kerugian riil yang jauh lebih besar lagi di masa mendatang. (*)




#FAQ:

1. Mengapa MicroStrategy memiliki kerugian Bitcoin yang lebih besar dari Binance?

MicroStrategy memiliki harga pembelian rata-rata Bitcoin yang tinggi, yaitu sebesar $75.476 per BTC, dengan jumlah kepemilikan yang lebih banyak (843.775 BTC). Sementara itu, harga terealisasi rata-rata aset Bitcoin di Binance jauh lebih rendah, yakni sekitar $60.900.

2. Apakah Bitcoin yang ada di Binance adalah milik perusahaan sepenuhnya?

Tidak. Sebagian besar Bitcoin di Binance merupakan aset milik investor atau pengguna platform tersebut. Binance telah merestrukturisasi portofolionya pada awal 2025 dengan melikuidasi sekitar 94% cadangan BTC internalnya menjadi stablecoin.

3. Mengapa MicroStrategy menjual Bitcoin mereka baru-baru ini?

Penjualaan total 3.620 BTC dalam dua termin tersebut dilakukan murni untuk mendanai dividen sekuritas serta memenuhi kebutuhan likuiditas internal korporasi, bukan karena proyeksi negatif terhadap masa depan Bitcoin.

4. Apa perbedaan antara unrealized loss dan realized loss dalam konteks ini?

Unrealized loss (kerugian belum terealisasi) adalah penurunan nilai aset di atas kertas karena harga pasar saat ini lebih rendah dari harga beli, namun asetnya belum dijual. 

Sedangkan realized loss (kerugian terealisasi) terjadi ketika aset tersebut benar-benar dijual pada harga yang lebih rendah dari harga beli, seperti yang dialami MicroStrategy saat menjual BTC di harga $60.000.


Keyword: 

Bitcoin, MicroStrategy, Binance, CryptoQuant, Michael Saylor, Kerugian Bitcoin, Aset Kripto, Investasi Kripto, Berita Kripto, Pasar Kripto, Keuangan Korporasi, Likuiditas Kripto, Stablecoin
Advertisement
Pilihan Redaksi Lainnya
close