Iklan

Redaksi
Sunday, July 12, 2026, 11:56 AM WIB
Last Updated 2026-07-12T04:56:10Z
Lifestyle

Mimpi Piala Dunia Swiss Hancur di Tangan Argentina Setelah Kartu Merah Kontroversial Breel Embolo

Mimpi Piala Dunia Swiss Hancur di Tangan Argentina Setelah Kartu Merah Kontroversial Breel Embolo



LANGGAMPOS.COM - Petaka di Kansas City: Kartu Merah Kontroversial Embolo Kubur Mimpi Semifinal Nati

Perjalanan historis tim nasional Swiss di ajang Piala Dunia harus berakhir dengan cara yang teramat pahit. 

Skuad asuhan Murat Yakin terpaksa angkat koper di babak perempat final setelah ditundukkan Argentina dengan skor 1-3 melalui babak perpanjangan waktu (extra time) di Stadion Kansas City yang dipadati 69.045 penonton.

Laga sengit ini diwarnai keputusan VAR (Video Assistant Referee) yang kontroversial terhadap striker Swiss, Breel Embolo. 

Kartu merah yang diterima penyerang berusia 29 tahun tersebut menjadi titik balik runtuhnya pertahanan Swiss, tepat saat momentum pertandingan sebenarnya mulai berpihak pada tim berjuluk Nati ini.

Drama VAR: Dari Pelanggaran Paredes Menjadi Pengusiran Embolo


Pertandingan memasuki fase krusial pada menit ke-72, sesaat setelah Swiss berhasil menyamakan kedudukan. 

Breel Embolo tengah berakselerasi di garis tengah lapangan sebelum ia dijepit oleh pemain bertahan Argentina. 

Menyadari adanya pergerakan agresif dari lawan, Embolo melompat sesaat sebelum kontak fisik yang fatal terjadi.

Wasit Silva Pinheiro asal Portugal awalnya menilai Leandro Paredes melakukan pelanggaran keras dan langsung menghadiahi gelandang Argentina itu kartu kuning. Namun, intervensi VAR mengubah segalanya.

Melalui tinjauan ulang untuk kasus mistaken identity (salah identifikasi pemain yang melanggar), wasit melihat tayangan ulang di monitor tepi lapangan. 

Berdasarkan rekaman video, sang pengadil menilai Embolo melakukan simulasi karena sudah melompat terlebih dahulu di udara sebelum terkena kontak.

Keputusan pun berbalik 180 derajat. Kartu kuning untuk Paredes dibatalkan, dan giliran Embolo yang diganjar kartu kuning kedua yang berujung kartu merah. 

Penyerang Borussia Mönchengladbach itu sempat tertangkap kamera menangis tidak percaya dan mencoba menjelaskan situasinya kepada wasit, sebelum akhirnya berjalan gontai meninggalkan lapangan hijau. Swiss pun terpaksa melanjutkan sisa laga dengan 10 pemain.

Respons Taktis Murat Yakin yang Berakhir Tragis


Kehilangan target man utama di lini depan memaksa pelatih Swiss, Murat Yakin, melakukan perombakan taktik secara radikal. 

Yakin menarik keluar dua pemain bertipe ofensif dan memasukkan dua pemain bertahan demi menjaga asa ke babak adu penalti.

Swiss menumpuk formasi menjadi blok pertahanan rendah dengan 5 bek dan 3 gelandang, menyisakan Zeki Amdouni sebagai ujung tombak tunggal di lini depan.

"Kami mencoba bertahan secara kolektif dan membawa laga ini hingga babak adu penalti, namun tekanan Argentina di sisa waktu sangat sulit dibendung," ungkap salah satu staf kepelatihan pasca-laga.

Argentina, yang sepanjang 70 menit pertama tampil relatif pasif dan minim kreasi, langsung menaikkan intensitas serangan mereka memanfaatkan keunggulan jumlah pemain. Skuad Albiceleste mengurung pertahanan Swiss. 

Sang mega bintang, Lionel Messi, sempat melepaskan tembakan yang menyamping tipis dari gawang, sementara kiper Swiss Gregor Kobel harus jatuh bangun melakukan penyelamatan spektakuler untuk menjaga skor tetap 1-1 hingga waktu normal berakhir.

Gol Indah Julian Alvarez Hancurkan Tembok Pertahanan Swiss


Ketangguhan benteng pertahanan Swiss akhirnya runtuh juga pada babak perpanjangan waktu, tepatnya di menit ke-112. 

Penyerang Argentina, Julian Alvarez, melakukan pergerakan cerdik di tepi kotak penalti sebelum melepaskan tembakan melengkung (curling shot) yang bersarang sempurna ke pojok atas gawang Swiss. Gregor Kobel kali ini sama sekali tidak berkutik.

Di saat Swiss berusaha keluar menyerang demi menyamakan kedudukan, Argentina melancarkan sebuah serangan balik cepat pada menit ke-121. 

Lautaro Martinez yang masuk sebagai pemain pengganti berhasil mengunci kemenangan Argentina menjadi 3-1. 

Hasil ini seolah mengulang memori kelam 12 tahun silam, saat Swiss juga disingkirkan Argentina lewat babak extra time di fase gugur Piala Dunia.

Kehilangan Besar Johan Manzambi dan Evaluasi Lini Depan


Kekalahan ini terasa kian menyakitkan bagi publik Swiss karena mereka sebenarnya mampu mengimbangi permainan Argentina selama waktu normal. 

Setelah unggul cepat di menit ke-10 lewat sundulan Alexis Mac Allister yang memanfaatkan umpan sepak pojok Lionel Messi, Argentina justru memilih bermain defensif dan menyerahkan kendali permainan kepada Swiss.

Namun, Swiss sempat mengalami kebuntuan kreativitas di lini serang. Absennya Johan Manzambi akibat cedera lutut parah terbukti menjadi pukulan telak. 

Penyerang muda berusia 20 tahun yang mengemas 3 gol dan 2 assist di turnamen ini tidak bisa bermain, mengulangi situasi saat melawan Kolombia.

Murat Yakin sempat bereksperimen memainkan Ardon Jashari di laga sebelumnya, namun gagal. Di laga perempat final ini, Yakin memplot Fabian Rieder di belakang Embolo. 

Meski Rieder bekerja keras membantu pertahanan, ia kekurangan daya dobrak, kemampuan dribel, dan kecepatan transisi agresif yang biasanya dihadirkan oleh Manzambi.

Sempat Ada Harapan Lewat Gol Dan Ndoye


Asa Swiss sempat membubung tinggi pada babak kedua ketika mereka mulai memvariasikan serangan lewat umpan silang dan tembakan jarak jauh. 

Gol penyeimbang yang dinanti akhirnya lahir pada menit ke-67 melalui skema umpan pendek yang rapi.

Dan Ndoye menginisiasi serangan dari sisi sayap, bekerja sama dengan Ricardo Rodriguez yang jeli melihat celah di lini belakang Argentina. 

Ndoye kemudian menyambut umpan matang tersebut dengan sepakan akurat dari sudut sempit yang menaklukkan Emiliano Martinez. 

Skor berubah 1-1, momentum berada di tangan Swiss, sebelum akhirnya insiden kartu merah Embolo lima menit berselang mengubah jalannya sejarah.

Meskipun harus tersingkir secara dramatis di perempat final, performa Swiss di putaran final Piala Dunia kali ini tetap layak mendapat apresiasi tinggi atas daya juang mereka yang luar biasa hingga menit akhir.

Statistik Pertandingan

Argentina 3:1 (1:1, 1:0) Extension Time

Lokasi: Kansas City

Penonton: 69.045 Orang

Wasit: Silva Pinheiro (Portugal)

Gol:

10' Alexis Mac Allister (Assist: Lionel Messi) 1:0

67' Dan Ndoye (Assist: Ricardo Rodriguez) 1:1

112' Julian Alvarez (Assist: Lopez) 2:1

121' Lautaro Martinez 3:1

Susunan Pemain:

Argentina: Emiliano Martínez; Molina (85' Montiel), Romero (105' Otamendi), Lisandro Martínez, Tagliafico (78' González); Paredes (110' López); De Paul (85' Lautaro Martínez), Fernández (90' Almada), Mac Allister; Messi, Alvarez.

Swiss: Kobel; Zakaria (96' Jashari), Elvedi, Akanji, Rodríguez (95' Cömert); Freuler (115' Vargas), Xhaka; Sow (86' Widmer), Rieder (86' Muheim), Ndoye (86' Amdouni); Embolo.

Catatan Pertandingan:

72' Kartu Kuning Kedua / Merah: Breel Embolo (Swiss)

Kartu Kuning: Embolo (44'), Almada (97'), Lautaro Martínez (98'), López (114').

(*)


#FAQ:


1. Mengapa Breel Embolo mendapat kartu merah dalam laga Swiss vs Argentina?


Breel Embolo menerima kartu kuning kedua pada menit ke-72 setelah wasit meninjau VAR. Embolo dianggap melakukan simulasi (terbang di udara sebelum ada kontak fisik yang jelas dengan pemain Argentina), setelah sebelumnya wasit salah mengira Leandro Paredes yang melakukan pelanggaran.

2. Siapa yang mencetak gol untuk timnas Swiss?


Gol tunggal Swiss dicetak oleh Dan Ndoye pada menit ke-67 memanfaatkan umpan matang dari bek kiri Ricardo Rodriguez melalui skema permainan bola pendek.

3. Mengapa Johan Manzambi tidak bermain dalam pertandingan perempat final ini?


Johan Manzambi, yang merupakan top skor sekaligus motor serangan Swiss di turnamen ini dengan kontribusi 3 gol dan 2 assist, harus absen karena mengalami cedera lutut sejak laga melawan Kolombia.

4. Siapa sajakah pencetak gol dari timnas Argentina?


Gol-gol kemenangan Argentina dicetak oleh Alexis Mac Allister (menit ke-10), Julian Alvarez (menit ke-112 pada babak perpanjangan waktu), dan Lautaro Martinez (menit ke-121 melalui skema serangan balik).

5. Bagaimana rekor pertemuan Swiss vs Argentina di fase gugur Piala Dunia sebelumnya?


Kekalahan ini mengulang memori kelam Piala Dunia 12 tahun lalu, di mana langkah Swiss di babak 16 besar juga dihentikan oleh Argentina lewat drama babak perpanjangan waktu (extra time).


Advertisement
Pilihan Redaksi Lainnya
close