Iklan

Tuesday, February 24, 2026, 11:37 AM WIB
Last Updated 2026-02-24T04:37:40Z
News

Benarkah Demi Hindari THR? Ratusan Buruh Pabrik Mie Sedaap Mendadak Dirumahkan Jelang Lebaran

Benarkah Demi Hindari THR? Ratusan Buruh Pabrik Mie Sedaap Mendadak Dirumahkan Jelang Lebaran

  • Sebanyak 400 karyawan outsourcing PT Karunia Alam Segar (Mie Sedaap) di Gresik dirumahkan di tengah momentum Ramadan.
  • Manajemen membantah tudingan bahwa kebijakan ini diambil sengaja untuk menghindari pembayaran THR kepada pekerja.
  • Perusahaan mengeklaim langkah ini murni penyesuaian operasional akibat dinamika permintaan pasar yang sedang menurun.



LANGGAMPOS.COM - Kabar mengejutkan datang dari pabrik produsen Mie Sedaap di Gresik, Jawa Timur, setelah ratusan pekerja dilaporkan harus merelakan pekerjaannya tepat saat memasuki bulan suci Ramadan.

Isu ini mendadak viral di media sosial dan memicu spekulasi liar di kalangan netizen mengenai nasib hak-hak para buruh tersebut.

Banyak pihak menyayangkan momentum kebijakan ini karena berdekatan dengan Hari Raya Idulfitri, yang identik dengan kewajiban pembayaran Tunjangan Hari Raya (THR).

Menanggapi kegaduhan tersebut, pihak PT Karunia Alam Segar (KAS) akhirnya memberikan klarifikasi resmi untuk meluruskan situasi.

Human Resources & General Affairs PT Karunia Alam Segar, Peter Sindaru, menegaskan bahwa keputusan merumahkan karyawan outsourcing bukanlah kebijakan yang diambil karena momen tertentu, termasuk Lebaran.

"Sebagai industri manufaktur padat karya, operasional perusahaan sangat dipengaruhi oleh dinamika permintaan pasar. Penyesuaian kapasitas produksi merupakan hal yang lazim dilakukan untuk menjaga keberlangsungan usaha secara berkelanjutan," ujar Peter kepada CNBC Indonesia, Senin (23/2/2026).

Ia menjelaskan bahwa dalam operasionalnya, perusahaan sering bekerja sama dengan penyedia jasa tenaga kerja untuk memenuhi lonjakan produksi.

Namun, ketika permintaan pasar mengalami penurunan, jumlah tenaga kerja mau tidak mau harus disesuaikan kembali.

"Mekanisme ini merupakan praktik umum dalam industri manufaktur dan telah dijalankan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku," katanya.

Peter kembali meyakinkan bahwa manajemen tidak pernah menargetkan bulan-bulan tertentu untuk melakukan pengurangan atau perumahan karyawan.

Menurutnya, perubahan kapasitas produksi selalu dilakukan berdasarkan perencanaan yang dinamis dan kondisi riil di lapangan.

"Perusahaan tidak menetapkan kebijakan ini berdasarkan momentum atau bulan tertentu. Keputusan diambil dengan mempertimbangkan dinamika pasar, kebutuhan operasional, serta perencanaan produksi yang dapat berubah dari waktu ke waktu," jelasnya.

Sebagai perusahaan besar, PT KAS merasa perlu menjaga stabilitas usaha secara menyeluruh agar bisnis tetap berjalan sehat.

Langkah efisiensi ini disebutnya sebagai bagian dari strategi manajerial yang sudah terukur.

"Penyesuaian ini merupakan bagian dari langkah manajerial yang dilakukan secara terukur dan sesuai ketentuan yang berlaku, bukan karena adanya momen tertentu seperti Ramadan," tegas Peter.

Terkait hubungan dengan para pekerja, manajemen mengklaim tetap mengedepankan komunikasi yang baik agar tidak terjadi salah paham.

Pihak perusahaan juga menyatakan komitmennya untuk tetap patuh pada regulasi ketenagakerjaan yang berlaku di Indonesia.

"Perusahaan senantiasa berkomitmen menjalankan praktik ketenagakerjaan yang sesuai regulasi yang berlaku serta menjaga hubungan industrial yang harmonis dengan seluruh pemangku kepentingan," ujarnya.

PT Karunia Alam Segar sendiri merupakan anak usaha dari Wings Group yang sudah berdiri sejak tahun 1948.

Selain Mie Sedaap, pabrik ini juga memproduksi berbagai merek populer lain seperti Floridina, Top Coffee, hingga Kecap Sedaap.

Hingga saat ini, manajemen terus memantau perkembangan pasar guna memastikan keseimbangan operasional perusahaan tetap terjaga.


(*)
Advertisement
close