- Harga XRP saat ini terjebak dalam pola symmetrical triangle, menandakan persaingan sengit antara kubu bulls dan bears di pasar.
- Pertumbuhan pesat aset berharga (RWA) di jaringan XRPL menjadi katalis positif, dengan nilai Treasury AS yang ditokenisasi melonjak hingga 800%.
- Minat institusional kembali menguat yang dibuktikan dengan aliran masuk bersih (net inflow) sebesar $83 juta pada instrumen ETF XRP sepanjang April.
LANGGAMPOS.COM - Pasar kripto kembali menyaksikan pertarungan tensi tinggi antara tekanan jual dan aksi beli pada aset XRP. Saat ini, grafik harga XRP menunjukkan pembentukan pola symmetrical triangle yang sangat krusial.
Pola teknikal ini sering kali menjadi sinyal sebelum terjadinya pergerakan besar. Pertanyaannya kini, mampukah XRP melakukan breakout ke atas seiring dengan statusnya yang kian mapan sebagai raksasa Real World Assets (RWA)?
Setelah sempat menyentuh angka psikologis $1,50 pada 17 April lalu, performa XRP perlahan melandai. Aset ini tercatat mengalami penurunan sekitar 9% hingga menyentuh level $1,37 pada hari Selasa.
Memasuki waktu pemberitaan, harga nampak mulai stabil di kisaran $1,39. Upaya para pendukung harga untuk membawa kembali XRP ke level tertinggi sebelumnya memang sempat menemui jalan buntu.
Tekanan jual ini disinyalir muncul akibat kekhawatiran investor terkait tertundanya kesepakatan damai antara Amerika Serikat dan Iran. Situasi geopolitik tersebut menyuntikkan volatilitas baru ke pasar global secara luas.
Meski tengah berada dalam tren menurun, setidaknya ada dua katalis positif yang diprediksi mampu memicu pemulihan harga dalam beberapa pekan mendatang.
Faktor pertama adalah evolusi pesat XRP Ledger (XRPL). Jaringan ini bukan lagi sekadar platform pembayaran, melainkan mulai bertransformasi menjadi lapisan distribusi utama bagi aset keuangan dunia nyata.
Data terbaru dari perusahaan fokus perbendaharaan, Evernorth, menunjukkan lonjakan luar biasa. Hingga 28 April, nilai Treasury AS yang ditokenisasi di jaringan XRPL telah mencapai angka $418 juta.
Angka tersebut mencerminkan pertumbuhan hampir delapan kali lipat dibandingkan periode yang sama tahun lalu, di mana nilainya hanya bertengger di kisaran $50 juta.
Tidak hanya dari sisi nilai simpanan, volume transfer likuiditas di dalam jaringan juga mencatatkan pertumbuhan yang sangat impresif.
Evernorth mencatat bahwa volume transfer Treasury AS di XRPL melonjak lima kali lipat menjadi $352 juta hanya dalam empat bulan terakhir. Sebagai perbandingan, sepanjang tahun 2025, angka tersebut hanya berada di level $70 juta.
Masifnya penerbitan Treasury yang ditokenisasi ini mengindikasikan bahwa semakin banyak institusi finansial yang mempercayai XRPL untuk mengelola aset digital berbasis obligasi pemerintah.
Kecenderungan adopsi dari sektor keuangan tradisional (TradFi) ke ekosistem on-chain ini berpotensi besar menarik permintaan investor dalam skala yang lebih luas.
Faktor kedua datang dari selera investor institusi. Berdasarkan data dari SoSoValue, lima instrumen spot ETF XRP menunjukkan performa yang cukup solid sepanjang bulan April.
Tercatat ada aliran masuk bersih sebesar $83 juta, sebuah pembalikan arah yang tajam setelah bulan sebelumnya sempat mengalami aksi penarikan dana mencapai $31 juta.
Secara teknikal pada grafik harian, pola symmetrical triangle yang terbentuk terdiri dari dua garis tren yang saling menyempit, yaitu garis dukungan (support) dan hambatan (resistance).
Momentum penembusan garis tren atas biasanya akan mengonfirmasi fase bullish yang kuat, yang berpotensi memicu lonjakan harga secara masif bagi para pemegang XRP.
Namun, investor tetap perlu waspada. Jika harga justru merosot ke bawah garis dukungan, hal tersebut menjadi sinyal bahwa tren penurunan kemungkinan masih akan berlanjut lebih dalam.
Memasuki waktu pemberitaan, harga nampak mulai stabil di kisaran $1,39. Upaya para pendukung harga untuk membawa kembali XRP ke level tertinggi sebelumnya memang sempat menemui jalan buntu.
Tekanan jual ini disinyalir muncul akibat kekhawatiran investor terkait tertundanya kesepakatan damai antara Amerika Serikat dan Iran. Situasi geopolitik tersebut menyuntikkan volatilitas baru ke pasar global secara luas.
Meski tengah berada dalam tren menurun, setidaknya ada dua katalis positif yang diprediksi mampu memicu pemulihan harga dalam beberapa pekan mendatang.
Faktor pertama adalah evolusi pesat XRP Ledger (XRPL). Jaringan ini bukan lagi sekadar platform pembayaran, melainkan mulai bertransformasi menjadi lapisan distribusi utama bagi aset keuangan dunia nyata.
Data terbaru dari perusahaan fokus perbendaharaan, Evernorth, menunjukkan lonjakan luar biasa. Hingga 28 April, nilai Treasury AS yang ditokenisasi di jaringan XRPL telah mencapai angka $418 juta.
Angka tersebut mencerminkan pertumbuhan hampir delapan kali lipat dibandingkan periode yang sama tahun lalu, di mana nilainya hanya bertengger di kisaran $50 juta.
Tidak hanya dari sisi nilai simpanan, volume transfer likuiditas di dalam jaringan juga mencatatkan pertumbuhan yang sangat impresif.
Evernorth mencatat bahwa volume transfer Treasury AS di XRPL melonjak lima kali lipat menjadi $352 juta hanya dalam empat bulan terakhir. Sebagai perbandingan, sepanjang tahun 2025, angka tersebut hanya berada di level $70 juta.
Masifnya penerbitan Treasury yang ditokenisasi ini mengindikasikan bahwa semakin banyak institusi finansial yang mempercayai XRPL untuk mengelola aset digital berbasis obligasi pemerintah.
Kecenderungan adopsi dari sektor keuangan tradisional (TradFi) ke ekosistem on-chain ini berpotensi besar menarik permintaan investor dalam skala yang lebih luas.
Faktor kedua datang dari selera investor institusi. Berdasarkan data dari SoSoValue, lima instrumen spot ETF XRP menunjukkan performa yang cukup solid sepanjang bulan April.
Tercatat ada aliran masuk bersih sebesar $83 juta, sebuah pembalikan arah yang tajam setelah bulan sebelumnya sempat mengalami aksi penarikan dana mencapai $31 juta.
Secara teknikal pada grafik harian, pola symmetrical triangle yang terbentuk terdiri dari dua garis tren yang saling menyempit, yaitu garis dukungan (support) dan hambatan (resistance).
Momentum penembusan garis tren atas biasanya akan mengonfirmasi fase bullish yang kuat, yang berpotensi memicu lonjakan harga secara masif bagi para pemegang XRP.
Namun, investor tetap perlu waspada. Jika harga justru merosot ke bawah garis dukungan, hal tersebut menjadi sinyal bahwa tren penurunan kemungkinan masih akan berlanjut lebih dalam.
(*)

